tintamerahNEWS -, Di bawah langit Bumi Serepat Serasan, sebuah transformasi sedang berlangsung. Dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati Asgianto, S.T. dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, S.H., Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, tidak sekadar berbenah, tapi sedang berlari kencang mengejar visi “PALI Maju Untuk Indonesia Emas”. Melalui jargon “Satu Tahun Kerja Nyata”, deretan angka dan pencapaian mulai menampakkan wujudnya di tengah masyarakat.
Infrastruktur: Membuka Nadi Ekonomi
Pembangunan fisik menjadi wajah paling kentara dari perubahan ini. Infrastruktur bukan sekadar beton dan aspal, melainkan urat nadi ekonomi warga. Sebanyak 45 km jalan telah dibangun dan 81 km jalan ditingkatkan kualitasnya. Tak berhenti di situ, konektivitas diperkuat dengan pembangunan 4 unit jembatan baru dan perbaikan 3 unit jembatan lainnya.
Di sektor pemukiman, aspek sanitasi dan hunian layak menjadi prioritas. Pembangunan serta perbaikan 27.075 km drainase dilakukan untuk menata aliran air, sementara 86 unit Rumah Layak Huni (RLH) dibangun dan 408 unit rumah tidak layak kini telah dipugar menjadi lebih manusiawi bagi keluarga di PALI.
Pendidikan dan Kesehatan: Investasi Masa Depan
Pemerintah menyadari bahwa fondasi daerah ada pada kualitas manusianya. Di sektor pendidikan, rehabilitasi besar-besaran dilakukan, mulai dari 53 unit Ruang Kelas Baru (RKB) hingga fasilitas penunjang seperti laboratorium komputer dan perpustakaan. Program beasiswa pun telah menyentuh 384 mahasiswa, memastikan mimpi anak muda PALI tidak terputus karena biaya.
Pada sektor kesehatan, komitmen “Pelayanan Prima” dibuktikan dengan penyelesaian Gedung A RSUD Talang Ubi. Perlindungan kesehatan pun bersifat menyeluruh; sebanyak 223.338 jiwa warga PALI kini terlindungi melalui program JAMKESDA, memastikan tak ada warga yang takut berobat karena kendala finansial.
Pertanian dan Kesejahteraan Sosial
PALI tidak melupakan akarnya sebagai daerah agraris. Modernisasi pertanian dilakukan dengan penyaluran puluhan unit traktor, combine harvester, hingga teknologi drone seed. Luas lahan sawah pun bertambah melalui program cetak sawah seluas 3.200 Ha.
Di sisi sosial, bantuan pemerintah menjangkau 9.914 jiwa masyarakat rentan. Tak lupa, penghargaan bagi mereka yang menjaga moral bangsa diberikan melalui insentif kepada 346 pegiat keagamaan, termasuk Guru Ngaji dan Imam Masjid.
Panen Penghargaan di Tahun Pertama
Kerja keras ini bukan sekadar klaim sepihak. Sepanjang tahun 2025, PALI memborong berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:
- Innovative Government Award (IGA) 2025 sebagai Kabupaten Sangat Inovatif.
- Predikat “Pelayanan Prima” untuk RSUD Talang Ubi dari Kemenpan RB.
- Harapan III Nasional untuk Kampung KB Desa Pandan.
- Predikat “Sangat Baik” dari Kementerian Investasi/BKPM terkait kinerja pelayanan terpadu.
Catatan Penutup
Satu tahun memang waktu yang singkat untuk mengubah wajah sebuah daerah secara total. Namun, dari data-data di atas, terlihat bahwa Asgianto dan Iwan Tuaji telah meletakkan fondasi yang kokoh. Dari jalanan yang mulus, ruang kelas yang nyaman, hingga jaminan kesehatan di tangan, PALI sedang mengirimkan pesan kuat: bahwa kemajuan bukan lagi sekadar janji, melainkan kerja nyata yang dirasakan hingga ke pelosok desa.
Oleh: Efran/tintamerah















