Besok, DPRD PALI Panggil Dinas Pertanian, LIDIK Ancam Aksi Massa!

Minggu, 26 April 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan Kantor DPRD PALI yang gagah di bawah langit cerah. Gedung ini menjadi lokasi krusial bagi Ketua DPRD dan Komisi III untuk bertindak tegas dalam agenda pemanggilan besok, Senin (27/4), menyikapi laporan LSM LIDIK terkait carut-marut program cetak sawah di Tempirai yang dinanti-nanti warga. (Foto: Dok/Alber Irawan)

Pemandangan Kantor DPRD PALI yang gagah di bawah langit cerah. Gedung ini menjadi lokasi krusial bagi Ketua DPRD dan Komisi III untuk bertindak tegas dalam agenda pemanggilan besok, Senin (27/4), menyikapi laporan LSM LIDIK terkait carut-marut program cetak sawah di Tempirai yang dinanti-nanti warga. (Foto: Dok/Alber Irawan)

PALI | tintamerah.co -, Tabir gelap yang menyelimuti program Percetakan Sawah Rakyat (PCSR) di Desa Tempirai, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), akhirnya memasuki babak baru yang krusial. Setelah serangkaian laporan investigasi tintamerah.co mengungkap dugaan penjarahan tanah waris milik Suparin hingga indikasi proyek fiktif ratusan hektar, lembaga legislatif akhirnya bergerak.

Ketua DPRD PALI dipastikan telah melayangkan surat pemanggilan resmi untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin, 27 April 2026. Agenda tunggal: Membedah carut-marut cetak sawah yang dituding berdiri di atas “air mata” rakyat.

Ketua DPC LIDIK PALI: “Tindak Tegas atau Kami Turun ke Jalan!”

Ketua DPC LSM LIDIK PALI, Dedi Handayani, menegaskan bahwa pemanggilan esok hari bukan sekadar seremoni formalitas. Ia mendesak Ketua DPRD dan komisi terkait untuk menunjukkan taringnya dalam membela hak rakyat yang terzalimi.

“LIDIK menegaskan kepada Bapak Ketua DPRD dan Ketua Komisi agar dapat bertindak tegas dengan adanya laporan kami. Kami berharap kepada siapa lagi kalau bukan kepada wakil rakyat? Jika tidak ada tindakan tegas terhadap oknum yang menyalahgunakan wewenang dan mencetak sawah tanpa koordinasi dengan saudara Suparin, LIDIK akan mengadakan aksi demonstrasi besar-besaran!” tegas Dedi kepada tintamerah.co, Minggu (26/4/2026).

BACA JUGA  Geber Promo Piala Dunia, Grapari Telkomsel 'Serbu' Sunday Morning Pendopo PALI

Ketua DPRD PALI Konfirmasi Pemanggilan Dinas Pertanian

Sementara itu, Ketua DPRD PALI, H. ubaidillah saat dikonfirmasi via telepon pada Minggu sore (26/4/2026), membenarkan adanya agenda pertemuan tersebut. Meski terkesan berhati-hati, ia memastikan bahwa pihak eksekutif, khususnya Dinas Pertanian, akan dimintai keterangan terkait kisruh ini.

“Iya, (terkait surat Lidik) besok. Yang dipanggil itu Komisi III, kemudian Dinas (Pertanian). Pokoknya orang-orang masyarakat itulah,” ungkap Ubaidillah melalui sambungan telepon.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai keterlibatan pihak kontraktor dan kelompok tani, ia mengisyaratkan bahwa fokus utama adalah mendengar keterangan dari dinas terkait dan perwakilan masyarakat terlebih dahulu guna mengurai benang kusut yang dilaporkan oleh LSM LIDIK.

BACA JUGA  Polres PALI Musnahkan Ratusan Petasan Hasil Operasi Pekat 1 Musi 2023

Rentetan Skandal: Dari Tanah Waris hingga Dugaan Proyek Fiktif

Langkah tegas DPRD PALI dan ancaman aksi LIDIK ini merupakan puncak dari rentetan temuan yang sebelumnya telah dilaporkan secara eksklusif oleh tintamerah.co. Kasus ini bermula dari jeritan Suparin, warga Tempirai yang lahan warisnya digusur tanpa permisi demi proyek cetak sawah yang diduga kuat melanggar prosedur.

Berdasarkan laporan sebelumnya:

  1. Skandal Lahan Fiktif: Diduga kuat ada ratusan hektar lahan yang diklaim masuk program PCSR namun secara fisik dipertanyakan keberadaannya atau tumpang tindih dengan hak milik warga (co/skandal-cetak-sawah-tempirai).
  2. Perlawanan Hukum Suparin: Upaya hukum dan perlawanan fisik yang dilakukan Suparin atas tanah warisnya menunjukkan adanya “kedzaliman” birokrasi yang mematung melihat rakyatnya ditindas (co/menggugat-diamnya-birokrasi).
  3. Cetak Sawah di Atas Air Mata: Proyek yang seharusnya menyejahterakan justru menjadi alat bagi oknum untuk “menjarah” tanah rakyat tanpa koordinasi yang sah (co/menggugat-cetak-sawah-di-atas-air-mata).
BACA JUGA  PD IWO PALI Berikan Piagam Penghargaan Kepada Disdukcapil Atas Pelayanan Terbaik Tahun 2021

Kini, publik PALI menanti: Apakah DPRD benar-benar berani menyeret oknum penjarah tanah waris Suparin dan membongkar siapa aktor intelektual di balik “proyek air mata” ini? Ataukah besok hanya akan menjadi drama politik tanpa solusi?

Rakyat Tempirai menunggu bukti, bukan sekadar janji di atas meja rapat.

Ahmad Jhoni Masih Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni, tetap memilih membisu. Surat wawancara resmi yang dilayangkan redaksi tintamerah.co pada Rabu (18/3/2026) belum mendapatkan respons sedikit pun.

Sikap diamnya pemegang otoritas ini semakin memperkuat dugaan adanya upaya sistematis untuk menutupi borok di balik proyek Cetak Sawah Rakyat yang kini berubah menjadi “Sawah Sengketa” bagi rakyat Tempirai.

Bagaimana nasib tuntutan Suparin? Dan siapa sebenarnya aktor intelektual di balik pemaksaan proyek yang cacat koordinasi ini? tintamerah.co akan terus mengawal hingga ke akar.

 

Penulis: Alber Irawan | Editor: Efran

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru