Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan tatapan penuh empati, Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi, SE., MM, mengawal langsung penanganan medis warga lansia yang tengah terbaring sakit di Rumah Sakit Mahkota Kabupaten PALI, Kamis (11/6/2026). Aksi cepat tanggap ini merupakan wujud nyata instruksi Bupati PALI Asgianto, ST, agar seluruh aparatur pemerintah selalu hadir memberikan pelayanan yang humanis, tulus, dan meruntuhkan sekat birokrasi demi masyarakat yang membutuhkan. (Foto: Istimewa)

Dengan tatapan penuh empati, Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi, SE., MM, mengawal langsung penanganan medis warga lansia yang tengah terbaring sakit di Rumah Sakit Mahkota Kabupaten PALI, Kamis (11/6/2026). Aksi cepat tanggap ini merupakan wujud nyata instruksi Bupati PALI Asgianto, ST, agar seluruh aparatur pemerintah selalu hadir memberikan pelayanan yang humanis, tulus, dan meruntuhkan sekat birokrasi demi masyarakat yang membutuhkan. (Foto: Istimewa)

PALI | tintamerah -, Hari-hari di usia senja bagi Ibu Asni (72) dan Ibu Zainab (88) belakangan ini tak lagi dihiasi canda tawa hangat bersama cucu. Langkah kaki yang dulu kokoh, kini lumpuh digerogoti usia dan penyakit. Ruang gerak mereka mendadak menyempit, hanya sebatas kasur tipis dan dinding-dinding rumah yang mulai rapuh di RT 02 RW 02 Talang Nanas, Kelurahan Talang Ubi Timur. Di dalam kamar yang sunyi itu, yang terdengar hanyalah rintihan pelan menahan sakit, berkelindan dengan kecemasan pihak keluarga yang didera keterbatasan.

Namun, mendung yang menggelayuti keluarga ini perlahan tersapu. Di saat rasa putus asa nyaris mengendap, pintu rumah mereka diketuk. Bukan oleh kerabat jauh, melainkan oleh kepedulian yang datang dari aparatur negara.

Menerima laporan darurat dari Ketua RT setempat, Pemerintah Kelurahan Talang Ubi Timur menolak untuk menunda waktu atau terjebak dalam sekat-sekat birokrasi yang kaku. Dipimpin langsung oleh Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi, SE., MM, bersama Kasi Kesejahteraan Sosial Milin Herlina, SH, dan staf kelurahan, mereka langsung bergerak cepat ke lapangan.

BACA JUGA  Refleksi 13 Tahun PALI, Firdaus Hasbullah: Bukan Sekadar Angka, Tapi Perjalanan Menuju Kemandirian dan Keadilan

Mereka datang bukan sekadar untuk menengok dan mencatat data di atas kertas, melainkan untuk membawa hadirnya negara di titik paling rapuh kehidupan warganya.

Dari Rumah Warga hingga Bangsal Rumah Sakit

Aksi nyata ini tak berhenti di ruang tamu. Mengetahui kondisi fisik Ibu Zainab dan Ibu Asni yang membutuhkan penanganan medis lebih serius, Lurah Aan Supriadi bersama jajarannya langsung mengawal proses tersebut hingga ke bangsal RSUD Talang Ubi.

Di bawah lampu koridor rumah sakit yang dingin, kehadiran sang lurah di sisi tempat tidur pasien menjadi pemandangan yang menyentuh. Mengenakan seragam batik khas, Aan Supriadi tampak membungkuk, menatap dalam penuh empati, dan menggenggam jemari keriput warganya. Ia memastikan langsung bahwa hak-hak kesehatan kedua lansia tersebut terpenuhi dengan pelayanan medis yang prima, cepat, tanpa hambatan birokrasi.

BACA JUGA  Tak Sampai 24 Jam Polisi Bekuk Pelaku Curas di Pali

“Kami tidak ingin ada warga kami yang merasa berjuang sendirian di kala sakit. Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab mutlak, sebuah komitmen bahwa pemerintah tidak akan pernah membedakan latar belakang warganya. Semua berhak mendapatkan pelukan pelayanan yang sama,” ujar Aan Supriadi dengan nada bergetar namun sarat ketegasan diselah-selah kunjungan, Kamis (11/6/2026).

Mengejawantahkan Instruksi, Menyentuh Akar Rumput

Langkah responsif dan humanis ini bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah pengejawantahan langsung dari visi besar Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Bapak Asgianto, ST. Dalam berbagai kesempatan, Bupati selalu menegaskan bahwa esensi tertinggi dari jabatan publik adalah pengabdian yang tulus dan kehadiran yang nyata di saat masyarakat sedang berada di titik terendah.

“Sebagaimana arahan tegas dari Bupati Kabupaten PALI, Bapak Asgianto, ST, pemerintah harus selalu hadir di tengah masyarakat. Melayani masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang rentan seperti para lansia kita, merupakan tugas mulia dan tanggung jawab penuh kami sebagai aparatur pemerintah. Kami berharap kehadiran ini dapat memompa semangat kesembuhan bagi Ibu Asni dan Ibu Zainab, serta meringankan beban batin keluarga yang merawat,” tambah Aan Supriadi.

BACA JUGA  Pengurus PD IWO PALI Sambangi Kediaman Bupati Heri Amalindo

Wajah Baru Birokrasi yang Memiliki ‘Hati’

Apa yang dipertontonkan oleh Pemerintah Kelurahan Talang Ubi Timur hari ini mematahkan stigma lama tentang birokrasi yang kaku dan berjarak. Ini adalah potret wajah baru pelayanan publik yang memiliki “hati” — sebuah gerakan yang menempatkan empati di atas segalanya.

Bagi keluarga Ibu Asni dan Ibu Zainab, kunjungan ini lebih dari sekadar bantuan medis; ini adalah pengingat bahwa di balik status mereka sebagai warga biasa di sudut Talang Nanas, mereka dianggap, mereka didengar, dan mereka dirawat oleh pemimpinnya. Ketika negara hadir langsung menyeka air mata warganya yang sakit, di situlah pelayanan prima sejati menemukan makna tertingginya.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta
Opini: PALI Diguncang Badai, ke Mana Bupati Asgianto? Jangan Sembunyi di Balik Punggung Kabag Prokopim!
Krisis Gas Melon PALI: Mantan Dirut Pasar Palembang Jaya Desak Disperindag Bersama Satgas Polri Seret Mafia dan Pangkalan Nakal!

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:46 WIB

Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh

Berita Terbaru