Krisis Gas Melon PALI: Mantan Dirut Pasar Palembang Jaya Desak Disperindag Bersama Satgas Polri Seret Mafia dan Pangkalan Nakal!

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Dirut Perumda Pasar Palembang Jaya, Abdul Rizal, memberikan pernyataan tegas terkait kelangkaan Elpiji 3 kg di PALI. Ia mendesak Disperindag dan DPRD segera turun ke lapangan bersama Satgas Polri untuk menindak tegas pangkalan nakal demi menyelamatkan hajat hidup rakyat miskin. (Foto: Dok/Pribadi)

Mantan Dirut Perumda Pasar Palembang Jaya, Abdul Rizal, memberikan pernyataan tegas terkait kelangkaan Elpiji 3 kg di PALI. Ia mendesak Disperindag dan DPRD segera turun ke lapangan bersama Satgas Polri untuk menindak tegas pangkalan nakal demi menyelamatkan hajat hidup rakyat miskin. (Foto: Dok/Pribadi)

PALI | tintamerah.co -, Jeritan perih emak-emak dan pelaku UMKM di Bumi Serepat Serasan akibat langka dan melambungnya harga gas Elpiji 3 kg akhirnya memantik reaksi keras dari berbagai tokoh penting. Kali ini, sorotan tajam datang dari Abdul Rizal, seorang pemerhati bidang perdagangan sekaligus mantan Direktur Utama Perumda Pasar Palembang Jaya asal Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, PALI.

Pria yang menjabat sebagai orang nomor satu di perusahaan daerah pasar Kota Palembang hingga akhir masa kepemimpinannya pada November 2024 ini, blak-blakan menyayangkan lambannya respons para pemangku kebijakan di Kabupaten PALI dalam mengatasi kesengsaraan rakyat kecil.

Kepada redaksi tintamerah.co, Selasa (9/6/2026), Abdul Rizal menegaskan bahwa komoditas subsidi seperti gas melon adalah program mutlak pemerintah. Oleh karena itu, eksekutif memiliki kewenangan penuh untuk mengendalikan situasi, sangat berbeda dengan fluktuasi harga minyak goreng yang kadang dipengaruhi mekanisme pasar global.

“Kalau hal-hal yang berhubungan dengan program pemerintah, seperti gas melon itu, Disperindag harusnya bekerja sama dengan Polri melalui Satgas-nya. Segera sidak ke lapangan, cari tahu apa penyebab utamanya, baru undang wartawan untuk menjelaskan masalahnya ada di mana,” ujar Abdul Rizal dengan nada tegas.

BACA JUGA  BPTP Provinsi Sumsel Gelar Bimtek Dan Berikan Bantuan Benih Padi Unggul 1 Ton Kepada Kelompok Tani Kabupaten PALI

Pernyataan lugas ini seakan menampar kinerja Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) PALI yang belakangan ini dinilai jalan di tempat. Berdasarkan catatan laporan tintamerah.co sebelumnya, kekecewaan publik terhadap instansi ini sudah berada di titik nadir. Mulai dari tudingan kemandulan dinas terkait, aksi “prank” atau penghindaran dari pejabat Disperindag saat hendak dikonfirmasi wartawan dengan dalih dinas luar ke Palembang, hingga lahirnya mosi tidak percaya dari berbagai elemen pemuda seperti Kader PMII dan PGK. Mereka menilai Pemda, DPRD, dan Aparat Penegak Hukum (APH) terkesan melakukan pembiaran berjamaah di tengah penderitaan rakyat.

Lebih lanjut, Abdul Rizal yang kenyang pengalaman dalam mengelola tata niaga dan pasar ini menekankan bahwa pemerintah memiliki instrumen sanksi yang sangat kuat. Jika dari hasil sidak ditemukan ada pangkalan atau agen resmi yang bermain curang, pemerintah daerah jangan ragu untuk bertindak eksekusi.

BACA JUGA  Tiga Desa di PALI Jadi Sasaran Jumat Curhat Polsek Penukal Abab

“Kalau ditemukan pangkalan yang nakal, Disperindag bisa langsung memberikan usulan tegas ke Pertamina untuk menutup pangkalan tersebut! Begitu prosedurnya,” cetus tokoh asal Kecamatan Abab ini.

Ia juga mengingatkan lembaga legislatif agar tidak ikut-ikutan pasif. Janji-janji politik dan fungsi pengawasan harus dibuktikan secara nyata di lapangan, bukan sekadar pemanggilan formalitas di atas kertas yang memperpanjang birokrasi di saat dapur warga sudah tidak bisa mengepul.

“Tapi kalau seandainya pemerintah lambat, mitra pemerintah sebagai pengawas kan ada, yaitu DPRD. Komisi yang bermitra silakan saja turun langsung ke lapangan bersama pimpinan dan Satgas dari Kepolisian. Sama-sama bergerak demi rakyat, jangan sama-sama menunggu! Tidak bisa memasak kalau model begini, kayu api sudah habis, lahan tempat mencari kayu pun sudah berubah jadi kebun sawit semua, praktis hanya gas itulah tumpuan masyarakat untuk memasak,” tukasnya menggunakan tamsil lokal yang mendalam.

BACA JUGA  Akselerasi Pembangunan 2026, Bappeda PALI Fokus pada Penguatan Ekonomi Terpadu dan Infrastruktur Strategis

Desakan Abdul Rizal ini semakin memperkuat gelombang tuntutan masyarakat PALI sebelumnya. Melalui serangkaian laporan tintamerah.co, warga dan pelaku usaha mikro telah berulang kali mendesak agar APH—baik Polres maupun Kejari PALI—segera turun tangan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menyeret oknum mafia serta agen nakal ke jalur hukum.

Kini, bola panas berada di tangan Disperindag, DPRD, dan aparat penegak hukum Kabupaten PALI. Akankah ketegasan dari seorang mantan Dirut Pasar ini mampu mengetuk hati nurani para pemangku kebijakan, ataukah jeritan rakyat miskin Bumi Serepat Serasan akan terus menguap begitu saja tanpa tindakan konkret? Kita tunggu aksi nyata mereka.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru