PALI | tintamerah.co -, Keputusan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, merelokasi Puskesmas Talang Ubi dari lokasi lama di kawasan Talang Anding (Talang Nanas) ke wilayah Talang Kerangan, Kelurahan Talang Ubi Utara, memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Mengapa fasilitas kesehatan vital di ibu kota kabupaten ini harus berpindah lagi?
Menjawab spekulasi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten PALI, Ristanto Wahyudi, angkat bicara secara gamblang. Menurutnya, pemindahan ini bukan sekadar urusan fisik bangunan, melainkan langkah strategis demi standar pelayanan yang lebih manusiawi dan aksesibel.
Terjebak Lahan Sempit dan ‘Lorong’
Ristanto mengungkapkan bahwa kondisi Puskesmas Talang Ubi yang lama sudah tidak mungkin lagi dikembangkan. Lahan yang sempit membuat fasilitas penunjang seperti area parkir sangat minim, bahkan nyaris tidak memadai untuk mobilitas pasien.
“Kondisi fisik Puskesmas di PALI ini diinginkan Pak Bupati untuk direnovasi secara bertahap agar lebih layak. Untuk Talang Ubi, kalau mau rehabilitasi total di lokasi lama, lahannya sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Posisinya juga berada di akses jalan yang sangat kecil,” ujar Ristanto saat dikonfirmasi tintamerah.co di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).
Ia menegaskan, sebagai puskesmas di ibu kota kabupaten, sudah saatnya fasilitas ini keluar dari “lorong” dan berada di garda terdepan.
“Puskesmas itu harus ada di jalan utama, jangan di dalam lorong. Apalagi ini puskesmas ibu kota, harus jadi ikon pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Strategi Jalur Lintas dan Penanganan Darurat
Salah satu poin paling tajam yang disampaikan Ristanto adalah posisi geografis PALI yang kini menjadi jalur perlintasan utama dari kabupaten tetangga seperti Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Muratara menuju Jakarta.
Tingginya volume kendaraan di jalan lintas meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Dengan memindahkan puskesmas ke pinggir jalan lintas dua arah di Talang Kerangan, pemerintah ingin memastikan pertolongan pertama bisa diberikan secepat mungkin tanpa terhambat kemacetan jalan kecil.
“Jika terjadi kecelakaan dan butuh pertolongan pertama, orang sering tidak tahu lokasi puskesmas kalau di dalam. Sekarang kita pindahkan ke jalan utama agar akses masyarakat jauh lebih mudah dan cepat,” tambahnya.
Fasilitas Mewah Rp6 Miliar Berarsitektur Daerah
Tak tanggung-tanggung, pembangunan tahap pertama gedung baru ini menelan anggaran sebesar Rp6 miliar. Menariknya, gedung ini tidak akan tampil kaku seperti bangunan medis pada umumnya. Atas instruksi Bupati PALI dan Sekda Kartika Yanti, bangunan ini akan menonjolkan arsitektur khas daerah.
Di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektare, puskesmas baru ini dipastikan akan memiliki tata ruang yang jauh lebih terintegrasi sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).
“Gedung lama itu bangunannya terpisah-pisah, ada yang di bawah, ada yang di atas, tidak terintegrasi. Di lokasi baru, semua akan terpadu dalam satu kompleks, lengkap dengan infrastruktur limbah (Ipal) yang mandiri agar ramah lingkungan dan terhindar dari banjir,” jelas Ristanto.
Target Fungsional 2027
Meski saat ini progres fisik di lapangan masih di bawah 10 persen karena baru memulai tahap persiapan, Ristanto optimis proyek ini akan rampung tepat waktu.
“Kontrak berakhir di Desember 2026. Target kita, Januari 2027 Puskesmas Talang Ubi yang baru ini sudah harus berfungsi melayani masyarakat,” katanya.
Relokasi ini juga disebut sebagai proyek percontohan. Meskipun sempat terkendala pemotongan transfer keuangan daerah, Pemkab PALI berkomitmen tetap melanjutkan renovasi dan relokasi puskesmas lain seperti di Simpang Babat dan Tempira secara bertahap.
“Ini bukan sekadar harapan, tapi tugas pemerintah menyiapkan infrastruktur dasar yang layak. Mimpi Pak Bupati adalah memberikan pelayanan prima bagi masyarakat PALI, baik dari sisi medis maupun kenyamanan fasilitasnya,” pungkasnya.
Penulis: ej@ | Editor: efran















