OPINI: Ironi Gedung Rakyat PALI: 30 Kursi Terisi, Mengapa Suaranya Sunyi Sejati?

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Aspirasi Rakyat PALI: Sejumlah warga berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Pali, mendesak wakil rakyat untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi mereka." (Foto:Ilustrasi AI/ tintamerah.co)

tintamerahNEWS -, Gedung DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, seharusnya menjadi dapur tempat kebijakan digodok demi kesejahteraan rakyat. Namun, kenyataannya justru menyesakkan dada. Dari 30 wakil rakyat yang memegang mandat, hanya segelintir yang masih memiliki “taring”. Sisanya? Terjebak dalam ruang kedap suara—atau mungkin sengaja membungkam diri demi zona nyaman.

Ke Mana Perginya Nyali 30 Perwakilan Itu?

Miris adalah kata yang paling tepat. Publik mulai bertanya-tanya dengan nada skeptis yang menyengat:

  • Apakah perut sudah terlalu kenyang dengan fasilitas jabatan?
  • Apakah nyali menciut ketika harus berhadapan dengan kepentingan penguasa?
  • Ataukah moralitas sebagai penyambung lidah rakyat sudah runtuh di bawah kaki pragmatisme?

Sangat aneh jika keberanian baru muncul nanti setelah tidak lagi menjabat (Purnabakti). Lebih memuakkan lagi jika suara lantang itu baru terdengar saat musim kampanye tiba.

BACA JUGA  Klarifikasi "Loncat Media", Etika Komunikasi Diskominfostaper PALI Menuai Kritik Pedas

Sandiwara Musiman: Antara Blusukan dan Resepsi

Jangan terkejut jika nanti, mendekati hari pencoblosan, wajah-wajah yang hari ini membisu akan mendadak muncul di depan pintu rumah warga. Mereka akan kembali “blusukan” dengan wajah paling ramah, seolah-olah paling peduli dengan nasib rakyat.

Mereka yang hari ini bungkam di ruang sidang, kelak akan menjadi orang yang paling takut absen di acara kematian warga atau resepsi pernikahan. Mereka hadir bukan karena empati, tapi demi “investasi” suara. Mereka berteriak lantang meminta dukungan, namun saat rakyat butuh pembelaan atas kebijakan yang timpang hari ini, mereka memilih menjadi penonton yang bisu.

“Kalau sekarang saja diam, jangan harap rakyat percaya di masa depan. Rakyat PALI sudah cerdas; mereka tahu mana ketulusan dan mana sekadar formalitas basa-basi.”

BACA JUGA  Belum Genap Satu Bulan, Kadiskop UMKM PALI Dapat Kujungan Komisi II DPRD Sumsel

Krisis Integritas: Sebuah Cermin Nasional

Keresahan ini sejalan dengan survei Litbang Kompas yang menunjukkan 51% publik menuntut mendengar aspirasi rakyat sebagai perbaikan mendasar pada fungsi representasi dewan. Meskipun ada optimisme (63,8% yakin pada fungsi pengawasan), rakyat mendesak integritas nyata, bukan sekadar keterlibatan seremonial di acara-acara sosial warga demi citra semata.

Apresiasi untuk “Sisa-Sisa Harapan”

Di tengah badai apatisme ini, apresiasi tinggi patut diberikan kepada segelintir anggota dewan yang tetap “waras”. Mereka yang berani bicara lantang meskipun harus berhadapan dengan arus kepentingan yang besar.

Kalian adalah bukti bahwa menjadi wakil rakyat bukan soal mengamankan diri sendiri atau sekadar hadir di kondangan warga, tapi soal menjaga amanah rakyat sampai titik darah penghabisan! Terima kasih untuk kalian yang tetap tegak berdiri di tengah runtuhnya moralitas politik daerah.

BACA JUGA  12 Kepala Desa Terpilih Resmi Dilantik, ini Pesan Bupati PALI

Penutup: Bangun dari Tidur Panjang!

DPRD PALI harus sadar: rakyat tidak butuh wakil yang hanya pandai melayat atau datang ke hajatan. Rakyat butuh wakil yang berani berdebat demi kebijakan yang pro-rakyat di ruang sidang.

Pilihannya hanya dua: Bangkit dan bicara sekarang, atau tetap diam dan tercatat dalam sejarah sebagai pecundang politik yang hanya datang saat butuh suara.

 

Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Kepala Damkar PALI Dijadwalkan Hadir Langsung di Pembukaan NFSC 2026 Palembang
Lepas Tim Uji Skill ke Tingkat Nasional, Rizal Pahlefi Berharap Damkar PALI Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional
PALI Siap Unjuk Gigi di Kompetisi Pemadam Kebakaran Nasional 2026 di Palembang
Gebrakan Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Tipe B, Layanan Cuci Darah Jadi Target Utama di 2027
Besok, DPRD PALI Panggil Dinas Pertanian, LIDIK Ancam Aksi Massa!
Jauh dari Kebisingan, RSUD Talang Ubi Kini Lebih Representatif dan Siap Naik Kelas ke Tipe B
Menggugat “Cetak Sawah di Atas Air Mata”: YKBHN Desak DPRD PALI Bongkar Skandal PCSR Tempirai!
Gebrakan Spektakuler Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Mercusuar Kesehatan Sumsel, Siap Naik Kelas ke Tipe B!

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 22:36 WIB

Kepala Damkar PALI Dijadwalkan Hadir Langsung di Pembukaan NFSC 2026 Palembang

Minggu, 26 April 2026 - 22:07 WIB

Lepas Tim Uji Skill ke Tingkat Nasional, Rizal Pahlefi Berharap Damkar PALI Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional

Minggu, 26 April 2026 - 21:43 WIB

PALI Siap Unjuk Gigi di Kompetisi Pemadam Kebakaran Nasional 2026 di Palembang

Minggu, 26 April 2026 - 19:07 WIB

Gebrakan Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Tipe B, Layanan Cuci Darah Jadi Target Utama di 2027

Minggu, 26 April 2026 - 18:58 WIB

Besok, DPRD PALI Panggil Dinas Pertanian, LIDIK Ancam Aksi Massa!

Berita Terbaru