OPINI: Ironi Gedung Rakyat PALI: 30 Kursi Terisi, Mengapa Suaranya Sunyi Sejati?

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Aspirasi Rakyat PALI: Sejumlah warga berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Pali, mendesak wakil rakyat untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi mereka." (Foto:Ilustrasi AI/ tintamerah.co)

tintamerahNEWS -, Gedung DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, seharusnya menjadi dapur tempat kebijakan digodok demi kesejahteraan rakyat. Namun, kenyataannya justru menyesakkan dada. Dari 30 wakil rakyat yang memegang mandat, hanya segelintir yang masih memiliki “taring”. Sisanya? Terjebak dalam ruang kedap suara—atau mungkin sengaja membungkam diri demi zona nyaman.

Ke Mana Perginya Nyali 30 Perwakilan Itu?

Miris adalah kata yang paling tepat. Publik mulai bertanya-tanya dengan nada skeptis yang menyengat:

  • Apakah perut sudah terlalu kenyang dengan fasilitas jabatan?
  • Apakah nyali menciut ketika harus berhadapan dengan kepentingan penguasa?
  • Ataukah moralitas sebagai penyambung lidah rakyat sudah runtuh di bawah kaki pragmatisme?

Sangat aneh jika keberanian baru muncul nanti setelah tidak lagi menjabat (Purnabakti). Lebih memuakkan lagi jika suara lantang itu baru terdengar saat musim kampanye tiba.

BACA JUGA  Pemdes Sungai Ibul Gelar Upacara HUT RI ke-77 Tahun

Sandiwara Musiman: Antara Blusukan dan Resepsi

Jangan terkejut jika nanti, mendekati hari pencoblosan, wajah-wajah yang hari ini membisu akan mendadak muncul di depan pintu rumah warga. Mereka akan kembali “blusukan” dengan wajah paling ramah, seolah-olah paling peduli dengan nasib rakyat.

Mereka yang hari ini bungkam di ruang sidang, kelak akan menjadi orang yang paling takut absen di acara kematian warga atau resepsi pernikahan. Mereka hadir bukan karena empati, tapi demi “investasi” suara. Mereka berteriak lantang meminta dukungan, namun saat rakyat butuh pembelaan atas kebijakan yang timpang hari ini, mereka memilih menjadi penonton yang bisu.

“Kalau sekarang saja diam, jangan harap rakyat percaya di masa depan. Rakyat PALI sudah cerdas; mereka tahu mana ketulusan dan mana sekadar formalitas basa-basi.”

BACA JUGA  Polsek Talang Ubi Mengelar Jum'at Curhat di Desa Talang Bulang

Krisis Integritas: Sebuah Cermin Nasional

Keresahan ini sejalan dengan survei Litbang Kompas yang menunjukkan 51% publik menuntut mendengar aspirasi rakyat sebagai perbaikan mendasar pada fungsi representasi dewan. Meskipun ada optimisme (63,8% yakin pada fungsi pengawasan), rakyat mendesak integritas nyata, bukan sekadar keterlibatan seremonial di acara-acara sosial warga demi citra semata.

Apresiasi untuk “Sisa-Sisa Harapan”

Di tengah badai apatisme ini, apresiasi tinggi patut diberikan kepada segelintir anggota dewan yang tetap “waras”. Mereka yang berani bicara lantang meskipun harus berhadapan dengan arus kepentingan yang besar.

Kalian adalah bukti bahwa menjadi wakil rakyat bukan soal mengamankan diri sendiri atau sekadar hadir di kondangan warga, tapi soal menjaga amanah rakyat sampai titik darah penghabisan! Terima kasih untuk kalian yang tetap tegak berdiri di tengah runtuhnya moralitas politik daerah.

BACA JUGA  Kapolsek Penukal Utara Menyampaikan Imbauan Kepada Warga Desa Tambak

Penutup: Bangun dari Tidur Panjang!

DPRD PALI harus sadar: rakyat tidak butuh wakil yang hanya pandai melayat atau datang ke hajatan. Rakyat butuh wakil yang berani berdebat demi kebijakan yang pro-rakyat di ruang sidang.

Pilihannya hanya dua: Bangkit dan bicara sekarang, atau tetap diam dan tercatat dalam sejarah sebagai pecundang politik yang hanya datang saat butuh suara.

 

Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Dinilai Tak Berdasar Hukum, DPRD PALI Inisiasi Pencabutan Total Pergub 40/2017
Sigit Kamseno: HUKe-28, DPD PAN PALI Siapkan Rangkaian Aksi Sosial dan Rakyat untuk Perkuat Basis Masyarakat
Kader PAN PALI Wajib Turun Ke Lapangan: H. Ubaidillah Instruksikan Bakti Sosial Sambut HUT RI Ke-81 Dan HUT PAN Ke-28
Fokus pada Kesiapsiagaan: Damkar PALI Hentikan Operasional Flying Fox demi Tanggulangi Kebakaran Pemukiman
PALI Dikepung Bara Kemarau: Damkar Siaga Penuh, Warga Diminta Jangan Jadi Penonton Bencana
Skandal “Jual Beli” Izin Pabrik Sawit Di PALI Terbongkar, Darmadi Suhaimi: PT Aburahmi Adalah Korban, Saya Akan Buka Siapa Aktornya!
Anggota DPRD PALI Darmadi Suhaimi Sebut Pabrik Sawit PT Aburahmi Tanpa Izin Adalah “Korban”
Semangat Merdeka di Usia Emas: LLI PALI Kobarkan Api Nasionalisme Lewat Olahraga dan Kuliner Tradisional

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Dinilai Tak Berdasar Hukum, DPRD PALI Inisiasi Pencabutan Total Pergub 40/2017

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Sigit Kamseno: HUKe-28, DPD PAN PALI Siapkan Rangkaian Aksi Sosial dan Rakyat untuk Perkuat Basis Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Kader PAN PALI Wajib Turun Ke Lapangan: H. Ubaidillah Instruksikan Bakti Sosial Sambut HUT RI Ke-81 Dan HUT PAN Ke-28

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Fokus pada Kesiapsiagaan: Damkar PALI Hentikan Operasional Flying Fox demi Tanggulangi Kebakaran Pemukiman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:39 WIB

PALI Dikepung Bara Kemarau: Damkar Siaga Penuh, Warga Diminta Jangan Jadi Penonton Bencana

Berita Terbaru