PALI, tintamerah.co – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan mengambil langkah krusial di tengah memuncaknya ancaman musim kemarau. Wahana Flying Fox yang kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat pada agenda Sunday Morning di Gelora November, kini resmi dihentikan operasionalnya untuk waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat atas meningkatnya intensitas kejadian kebakaran pemukiman yang mulai menghantui wilayah PALI belakangan ini. Pihak Damkar memilih untuk memprioritaskan keselamatan warga di atas aktivitas rekreasi demi memastikan kesiapan penuh seluruh personel dan armada dalam menghadapi situasi darurat.
Prioritas Mutlak: Menyelamatkan Pemukiman dari Bara Api
Kepala Damkar PALI, Rizal Pahlevi, AP., M.Si., saat memberikan keterangan kepada tintamerah.co pada Senin (10/8/2026), menegaskan bahwa keputusan ini murni didasari oleh kebutuhan mendesak untuk menjaga keamanan wilayah.
“Kami memutuskan untuk menghentikan sementara operasional wahana Flying Fox di Gelora November. Keputusan ini diambil sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen kami dalam memfokuskan seluruh kekuatan personel serta peralatan pada penanganan kebakaran pemukiman yang frekuensinya meningkat signifikan selama musim kemarau saat ini,” ujar Rizal Pahlevi.
Rizal menambahkan bahwa setiap detik sangat berharga dalam operasi pemadaman. “Kami memohon pengertian masyarakat. Kehadiran tim rescue di lapangan adalah kunci untuk merespons setiap laporan bencana dengan cepat. Mengingat ancaman bahaya api sudah berada pada level yang menuntut kesiapsiagaan penuh, kami harus memastikan tidak ada sumber daya yang terpecah,” tegasnya.
Sinergi dengan Status Siaga Penuh
Langkah tegas ini menjadi bentuk nyata dari upaya Damkar PALI dalam merespons kondisi wilayah yang sedang dikepung bara kemarau. Sebelumnya, dalam laporan tintamerah.co mengenai situasi terkini, Damkar PALI telah menetapkan status siaga penuh dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Pihak Damkar secara konsisten mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menjadi penonton bencana. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing, mengawasi potensi titik api, serta segera melapor jika menemukan indikasi bahaya. Penghentian wahana Flying Fox ini merupakan bagian dari strategi besar instansi tersebut untuk memastikan bahwa seluruh tim rescue selalu dalam kondisi siap tempur, kapan pun dan di mana pun ancaman kebakaran muncul di pemukiman.
Dengan langkah ini, Dinas Damkar PALI membuktikan bahwa keselamatan nyawa dan aset warga adalah prioritas tertinggi yang melampaui segala bentuk aktivitas lainnya. Masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi ini demi terciptanya keamanan bersama di tengah tantangan musim kemarau yang sedang dihadapi.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















