Refleksi 1 Muharam 1448 H: Firdaus Hasbullah Serukan ‘Hijrah’ sebagai Energi Perubahan PALI

Senin, 15 Juni 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politik adalah jalan pengabdian, bukan ruang perebutan. Di momentum 1 Muharram 1448 H, Firdaus Hasbullah menyerukan agar semangat hijrah Nabi Muhammad SAW diimplementasikan dalam kerja-kerja nyata untuk rakyat PALI. (Foto: Dok/FH)

Politik adalah jalan pengabdian, bukan ruang perebutan. Di momentum 1 Muharram 1448 H, Firdaus Hasbullah menyerukan agar semangat hijrah Nabi Muhammad SAW diimplementasikan dalam kerja-kerja nyata untuk rakyat PALI. (Foto: Dok/FH)

PALI | tintamerah.co -, Kalender Hijriah baru saja menapak angka 1448 H. Namun, bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, SH, MH, pergantian tahun ini bukanlah sebuah ritual pergantian angka yang dingin. Ia adalah sebuah “jeda sunyi” yang menuntut keberanian untuk menatap cermin, mengakui kekurangan, dan mengobarkan api perbaikan yang lebih nyata.

Dalam pesan reflektif yang dirilis Senin (15/6/2026), Firdaus melontarkan kritik halus sekaligus tantangan bagi seluruh elemen di Kabupaten PALI. Baginya, Tahun Baru Islam tidak boleh berhenti pada ucapan “Selamat” yang tersebar di ruang digital. Ia menuntut sebuah transisi kesadaran: dari kepasifan menuju tanggung jawab sosial yang kolektif.

Hijrah sebagai Manifesto Perubahan

Firdaus mengingatkan bahwa peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perpindahan geografis. Itu adalah perpindahan filosofis—sebuah eksodus dari keterbelakangan menuju peradaban, dari perpecahan menuju persatuan yang kokoh.

BACA JUGA  Sempat Dinyatakan Hilang, Pria Asal Lampung Ditemukan Sudah Dalam Keadaan Meninggal Dunia

“Hijrah hari ini adalah keberanian untuk menantang status quo. Berani memperbaiki tata kelola, berani mengakui kesalahan, dan berani menempatkan kepentingan rakyat di atas ego sektoral maupun pribadi,” ujar Firdaus.

Di tengah deru tantangan zaman yang kian kompleks—mulai dari disparitas ekonomi hingga tuntutan kualitas pelayanan publik—Firdaus menegaskan bahwa daerah yang tengah tumbuh seperti PALI tidak bisa hanya mengandalkan beton dan semen.

“Pembangunan yang sesungguhnya harus menyentuh jiwa. Kita tidak sedang membangun daerah dengan infrastruktur mati, kita sedang membangun masyarakat dengan akhlak yang hidup,” tambahnya.

Mengikis Budaya Saling Menyalahkan

Dalam bahasa yang tajam, Firdaus menyoroti retaknya solidaritas sosial yang sering kali dipicu oleh perbedaan kepentingan. Ia dengan tegas menyerukan penghentian “budaya saling menyalahkan” yang menurutnya hanya akan menjadi beban sejarah.

BACA JUGA  DPD KNPI dan DPD BADAR Cepat Tangap Berikan Bantuan Kepada 2 Lansia Terlantar di PALI

“Mari kita tinggalkan residu konflik di tahun 1447 H. Tahun 1448 H adalah waktu yang tepat untuk berhijrah dari sikap pesimis menuju optimisme. Dari cara kerja yang penuh sekat menuju kolaborasi yang inklusif,” seru Firdaus.

Ia pun menempatkan dirinya dan jajaran DPRD PALI dalam posisi yang menuntut tanggung jawab moral. Baginya, kursi jabatan bukanlah singgasana kekuasaan, melainkan meja kerja untuk memenuhi amanah rakyat.

“Politik di tahun ini harus menjadi jalan pengabdian. Jika politisi hanya sibuk dengan perebutan kepentingan, maka mereka telah mengkhianati esensi hijrah itu sendiri,” tegasnya.

Seruan untuk Masa Depan

Pesan Firdaus ditutup dengan sebuah ajakan yang menyentuh nurani. Ia berharap setiap warga PALI menjadikan 1 Muharram sebagai momentum “reset” kesadaran. Bahwa setiap tarikan napas dan detik waktu yang tersisa adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih berdaya guna.

BACA JUGA  BPTP Provinsi Sumsel Gelar Bimtek Dan Berikan Bantuan Benih Padi Unggul 1 Ton Kepada Kelompok Tani Kabupaten PALI

Dengan visi PALI yang religius, maju, dan berkeadilan, Firdaus Hasbullah menutup refleksinya dengan sebuah harapan besar: agar semangat hijrah tidak hanya menjadi jargon tahunan, melainkan energi yang menggerakkan setiap sendi kehidupan masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Dinilai Tak Berdasar Hukum, DPRD PALI Inisiasi Pencabutan Total Pergub 40/2017
Sigit Kamseno: HUKe-28, DPD PAN PALI Siapkan Rangkaian Aksi Sosial dan Rakyat untuk Perkuat Basis Masyarakat
Kader PAN PALI Wajib Turun Ke Lapangan: H. Ubaidillah Instruksikan Bakti Sosial Sambut HUT RI Ke-81 Dan HUT PAN Ke-28
Fokus pada Kesiapsiagaan: Damkar PALI Hentikan Operasional Flying Fox demi Tanggulangi Kebakaran Pemukiman
PALI Dikepung Bara Kemarau: Damkar Siaga Penuh, Warga Diminta Jangan Jadi Penonton Bencana
Skandal “Jual Beli” Izin Pabrik Sawit Di PALI Terbongkar, Darmadi Suhaimi: PT Aburahmi Adalah Korban, Saya Akan Buka Siapa Aktornya!
Anggota DPRD PALI Darmadi Suhaimi Sebut Pabrik Sawit PT Aburahmi Tanpa Izin Adalah “Korban”
Semangat Merdeka di Usia Emas: LLI PALI Kobarkan Api Nasionalisme Lewat Olahraga dan Kuliner Tradisional

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Dinilai Tak Berdasar Hukum, DPRD PALI Inisiasi Pencabutan Total Pergub 40/2017

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Sigit Kamseno: HUKe-28, DPD PAN PALI Siapkan Rangkaian Aksi Sosial dan Rakyat untuk Perkuat Basis Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Kader PAN PALI Wajib Turun Ke Lapangan: H. Ubaidillah Instruksikan Bakti Sosial Sambut HUT RI Ke-81 Dan HUT PAN Ke-28

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Fokus pada Kesiapsiagaan: Damkar PALI Hentikan Operasional Flying Fox demi Tanggulangi Kebakaran Pemukiman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:39 WIB

PALI Dikepung Bara Kemarau: Damkar Siaga Penuh, Warga Diminta Jangan Jadi Penonton Bencana

Berita Terbaru