PALI | tintamerah.co -,
Langkah taktis dan visioner dari Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, dalam mengeksplorasi potensi daerah yang selama ini tersembunyi kini mulai membuahkan hasil nyata. Strategi senyap sang Bupati terbukti bukan sebuah pelarian dari dinamika daerah, melainkan sebuah gerakan bawah tanah yang terukur demi menjemput komitmen bernilai ratusan miliar rupiah untuk kemajuan Bumi Serepat Serasan.
Keberhasilan ini semakin dipertegas oleh performa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI, Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Aryansyah. Dinas LH PALI terbukti tidak sekadar melontarkan janji manis atau terjebak dalam retorika normatif. Di bawah komando Aryansyah, instansi ini bergerak lugas dan berhasil merealisasikan kontrak kerja sama pengelolaan sumur minyak idle (sumur tua tidak aktif) milik Pertamina.
Langkah ini menjadi lompatan besar sekaligus tonggak sejarah baru bagi daerah dalam mengoptimalkan sumber daya energi lokal demi kepentingan masyarakat luas.
Saat dihubungi oleh redaksi tintamerah.co pada Kamis (18/7/2026), Kepala Dinas Lingkungan Hidup PALI, Aryansyah, membeberkan secara blak-blakan mengenai proyeksi pendapatan, validasi angka, hingga dampak nyata dari kerja sama strategis ini bagi masyarakat PALI.
Validasi Angka Ratusan Miliar: Berdasarkan Hitungan Riil dan Forecast Terukur
Menanggapi pertanyaan terkait proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sempat disebut-sebut bernilai fantastis hingga ratusan miliar rupiah, Aryansyah menegaskan bahwa angka tersebut bukanlah klaim tanpa dasar. Pihaknya bersama jajaran terkait telah melakukan kalkulasi teknis berdasarkan potensi riil di lapangan.
“Prediksi atau forecast penerimaan kita yang berada di kisaran puluhan hingga ratusan miliar rupiah itu dihitung berdasarkan hasil akumulasi jumlah sumur minyak yang kita miliki dikalikan dengan proyeksi produksi harian. Kami sengaja mengambil angka minimal dari rata-rata produksi per hari untuk menjaga kalkulasi ini tetap realistis. Jadi, secara garis besar, estimasi itu memang merupakan sebuah forecast yang terukur,” ujar Aryansyah dengan lugas kepada tintamerah.co.
Meski demikian, Aryansyah menambahkan bahwa Pemkab PALI tidak mau gegabah dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta akuntabilitas yang tinggi. Proses validasi lanjutan akan segera dilakukan melalui mekanisme bisnis yang profesional setelah penandatanganan kesepakatan kontrak.
“Untuk memastikan validasi angka ini jauh lebih akurat, langkah berikutnya setelah contract agreement selesai adalah menugaskan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menyusun Renbis atau Rencana Bisnis. Penyusunan Renbis ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan wajib melibatkan konsultan-konsultan profesional yang kompetensinya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan teknis,” jelasnya.
Melalui dokumen Renbis tersebut, seluruh komponen pendapatan akan dibedah secara komprehensif. “Dari sana akan ketahuan secara rinci: berapa potensi yang bisa didapatkan dari satu sumur, berapa total pendapatan kotornya, serta berapa nilai bersihnya setelah dikurangi kewajiban potongan pajak dan biaya operasional lainnya. Dari dokumen Renbis inilah baru akan keluar angka final yang sesungguhnya. Namun, sebagai gambaran awal dari asumsi kasar hitungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), potensi pendapatan yang bisa kita kejar berada di angka puluhan hingga ratusan miliar rupiah,” urai Aryansyah optimis.
Dampak Nyata bagi Masyarakat: Kontrak Rampung Akhir Tahun, Perputaran Ekonomi Mulai Awal 2027
Keberhasilan negosiasi yang dirintis oleh Bupati Asgianto bersama Dinas LH PALI ini tentu memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: Kapan dampak nyata dari pengelolaan sumur minyak ini bisa langsung dirasakan oleh warga PALI?
Aryansyah menjawab pertanyaan tersebut dengan memaparkan lini masa (timeline) kerja yang jelas dan terstruktur. Dirinya memastikan bahwa proses administrasi ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini, sehingga operasional fisik dapat segera berjalan pada tahun berikutnya.
“Kami sudah sepakat dan menargetkan paling lambat sekitar bulan Oktober atau November tahun ini seluruh proses contract agreement sudah selesai ditandatangani. Begitu penandatanganan kontrak rampung, artinya pada bulan Desember kita sudah bisa mulai melakukan persiapan dan pergerakan di lapangan (running),” kata Aryansyah.
Memasuki awal tahun depan, aktivitas di area sumur minyak diproyeksikan akan langsung memberikan dampak ekonomi instan bagi masyarakat lokal, terutama dari sektor lapangan kerja.
“Mulai bulan Desember dan berlanjut ke bulan Januari, aktivitas di lapangan dipastikan berjalan. Pada momen itulah proses perekrutan tenaga kerja lokal akan mulai dibuka dan berjalan. Perlu kami tegaskan bahwa operasional ini mutlak memerlukan penyerapan tenaga kerja dari daerah kita sendiri,” tegas Kadis LH PALI ini.
Lebih lanjut, Aryansyah memberikan angin segar mengenai kepastian masuknya aliran dana segar tersebut ke dalam kas daerah Kabupaten PALI. Proses kontribusi langsung terhadap peningkatan PAD diproyeksikan terealisasi pada paruh pertama tahun depan.
“Terkait kontribusi langsung berupa pembiayaan yang masuk ke kas daerah, kami memproyeksikan hal itu akan mulai terealisasi pada triwulan pertama atau triwulan kedua tahun depan. Target besar kami, pada tahun depan, porsi pendapatan dari sektor ini sudah harus mulai masuk ke kas daerah kita. Jadi, jika tahun ini menjadi fase krusial untuk menyelesaikan seluruh urusan administrasi dan legalitas kontrak, maka tahun depan menjadi fase pembuktian di mana program ini sudah berjalan penuh, menyerap tenaga kerja lokal, sekaligus mendatangkan pendapatan bagi daerah,” pungkas Aryansyah menyudahi wawancara.
Keberhasilan Dinas LH PALI di bawah arahan Bupati Asgianto ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan potensi daerah yang dilakukan dengan komitmen penuh, fokus, dan tanpa kegaduhan mampu menghasilkan lompatan ekonomi yang signifikan. Kerja sama pengelolaan sumur minyak Pertamina ini dipastikan menjadi mesin baru bagi peningkatan PAD yang akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten PALI di masa depan.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















