Efran: Jurnalis Tak Boleh Netral, Harus Berpihak pada Kebenaran!

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Efran saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Ke-77 (9 Februari 2023) di Kota Medan- Sumatera Utara
(Dok/tintamerah)

Efran saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Ke-77 (9 Februari 2023) di Kota Medan- Sumatera Utara (Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Sosok wartawan asal Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Efran, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi dunia pers saat ini. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa seorang jurnalis tidak boleh bersikap netral, apalagi sampai berpihak pada kepentingan tertentu yang mencederai publik.

Menurut Efran, jurnalis memiliki kewajiban moral “berpihak”, namun keberpihakan tersebut harus ditujukan sepenuhnya kepada kebenaran. Ia mengingatkan bahwa netralitas yang semu seringkali justru mengaburkan fakta yang seharusnya disampaikan kepada masyarakat.

“Jurnalis tidak boleh netral, apalagi berpihak selain pada kebenaran. Jurnalis harus tegak lurus kepada kebenaran,” tegas Efran dalam kesempatan diskusi santai bersama sejumlah awak media Bumi Serepat Serasan, Rabu (25/2/2026).

BACA JUGA  Memperingati HUT RI Ke-77, Pemdes Sungai Ibul Selenggarakan Pembagian Hadiah

Wartawan Bukan Kebal Hukum

Efran juga menyoroti fenomena oknum jurnalis yang merasa dirinya memiliki imunitas hukum. Ia menegaskan bahwa wartawan tidak kebal hukum dan tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya jika melanggar aturan.

Baginya, kontrol sosial dari masyarakat adalah instrumen penting dalam mengawasi kerja-kerja jurnalistik agar tetap berada pada koridornya. Hal ini selaras dengan semangat Kode Etik Jurnalistik yang menuntut profesionalisme di setiap langkah peliputan.

Menghormati Perjuangan Tokoh Pers

Ia mengajak para insan pers saat ini untuk menengok kembali sejarah panjang perjuangan Bapak Pers Indonesia, Tirto Ardhi Soerjo dan para pendahulu dalam membangun peradaban media di tanah air. Efran menyayangkan jika saat ini profesi jurnalis justru tidak digunakan sebagai alat perjuangan untuk membela hak-hak rakyat kecil.

BACA JUGA  Gerak Cepat Pertamina Melakukan Perbaikan Pipa Crossing di Jalan Talang Ojan Tanjung Baru

“Jika para pejuang pers terdahulu bisa hidup kembali, mereka pasti akan menghukum para oknum jurnalis yang hari ini melacurkan profesinya demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” terang Efran.

Masyarakat Sebagai Kontrol Utama

Lebih lanjut, Efran menyebut masyarakat memiliki peran vital sebagai kontrol sosial terhadap kerja-kerja jurnalistik. Dewan Pers menyediakan mekanisme bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh pemberitaan melalui hak jawab dan hak koreksi.

“Masyarakat adalah hakim tertinggi dalam menilai kualitas karya kita. Kontrol masyarakat inilah yang memastikan jurnalis tetap bekerja sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik,” pungkas Efran.

“Selain itu, masyarakat adalah kontrol kerja jurnalistik yang paling efektif. Jika ada pemberitaan yang tidak akurat atau melanggar etika, masyarakat punya hak untuk mengkritik, melakukan koreksi, hingga melaporkannya ke Dewan Pers,” Efran menambahkan.

BACA JUGA  Listrik PLN PALI Lap-Lip Padam, Ini Penyebabnya

Pernyataan keras ini muncul di tengah keprihatinan atas adanya kasus oknum yang mencoreng marwah pers, seperti keterlibatan dalam praktik pemerasan yang belum lama ini sempat menghebohkan di Benakat, Muara Enim.

Bagi Efran, jurnalisme bukan sekadar profesi mencari berita, melainkan panggilan untuk menjadi penyambung lidah masyarakat dan penjaga demokrasi. Dengan integritas yang teguh dan keterbukaan terhadap kritik, pers diharapkan tetap menjadi pilar keempat demokrasi yang kredibel dan dipercaya oleh publik.

 

Laporan: ej@

Berita Terkait

Skandal “Jual Beli” Izin Pabrik Sawit Di PALI Terbongkar, Darmadi Suhaimi: PT Aburahmi Adalah Korban, Saya Akan Buka Siapa Aktornya!
Anggota DPRD PALI Darmadi Suhaimi Sebut Pabrik Sawit PT Aburahmi Tanpa Izin Adalah “Korban”
Semangat Merdeka di Usia Emas: LLI PALI Kobarkan Api Nasionalisme Lewat Olahraga dan Kuliner Tradisional
Semangat Juang LLI PALI: Ubah Ubi Jadi Simbol Cinta Tanah Air di HUT RI ke-81
Gelora Semangat Lansia di PALI: Komunitas LLI Gelar Lomba Senam Meriah, Siapkan Tiket Menuju Kejuaraan Tingkat Sumsel
Dj Gilang Goyang Pengunjung PALI Night Culinary, Ekonomi dan Kreativitas Warga Makin Bergairah
PALI Night Culinary Genap Satu Bulan: Father Cool Band “Panaskan” Panggung, Ekonomi Rakyat Semakin Bergairah
Tinjau PALI Night Culinary, Bupati Asgianto Pastikan Roda Ekonomi Kerakyatan Terus Berputar

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:15 WIB

Skandal “Jual Beli” Izin Pabrik Sawit Di PALI Terbongkar, Darmadi Suhaimi: PT Aburahmi Adalah Korban, Saya Akan Buka Siapa Aktornya!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:51 WIB

Anggota DPRD PALI Darmadi Suhaimi Sebut Pabrik Sawit PT Aburahmi Tanpa Izin Adalah “Korban”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Semangat Merdeka di Usia Emas: LLI PALI Kobarkan Api Nasionalisme Lewat Olahraga dan Kuliner Tradisional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Semangat Juang LLI PALI: Ubah Ubi Jadi Simbol Cinta Tanah Air di HUT RI ke-81

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Gelora Semangat Lansia di PALI: Komunitas LLI Gelar Lomba Senam Meriah, Siapkan Tiket Menuju Kejuaraan Tingkat Sumsel

Berita Terbaru