PALI | tintamerah.co -, Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Jumat, 5 Juni 2026, menjadi panggung penegasan komitmen total dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Tidak ingin terjebak dalam pusaran seremonial tahunan yang minim dampak, Kepala Dinas LH PALI, Dr. Aryansyah, S.T., M.T., menyerukan gerakan radikal yang menyentuh akar rumput, sekaligus menantang media massa untuk menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran ekologis.
Saat dihubungi oleh redaksi tintamerah.co pada Jumat (5/6/2026), Aryansyah secara khusus menyoroti pentingnya fungsi pers sebagai akselerator perubahan. Ia menegaskan bahwa perang melawan degradasi lingkungan tidak akan pernah menang jika dilakukan dalam ruang hampa tanpa transparansi publik.
Media Siber Sebagai ‘Alarm’ Ekologis dan Penyambung Lidah Fakta
Membuka ruang komunikasi dengan tintamerah.co, Aryansyah memaparkan ekspektasi besarnya terhadap peran media massa, khususnya media siber lokal. Bagi DLH PALI, media bukanlah sekadar mitra publikasi kegiatan, melainkan instrumen pengawasan yang tajam.
“Kami sangat berharap media siber seperti tintamerah.co memosisikan diri sebagai ‘alarm’ pengingat yang konsisten. Media harus menjadi jembatan edukasi yang mengikis ketidakpedulian publik, sekaligus menjadi kontrol sosial yang objektif,” ujar Aryansyah tegas.
Ia menambahkan bahwa jurnalisme investigatif yang berani mengungkap fakta di lapangan sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi pelanggaran lingkungan yang kerap tersembunyi dari radar pengawasan formal.
Target Jelas: Dari Pulihkan Lahan Kritis hingga Zero Emisi
Bukan sekadar retorika, Aryansyah membeberkan peta jalan (roadmap) lingkungan hidup Kabupaten PALI yang berbasis pada target-target terukur.
- Target Jangka Pendek: DLH PALI fokus pada penegakan hukum yang rigid, penyelesaian konflik limbah, serta optimalisasi pengelolaan sampah domestik dan industri melalui penguatan regulasi di tingkat tapak.
- Target Jangka Panjang: Mewujudkan pemulihan kawasan hutan yang terdegradasi, memastikan indeks kualitas kualitas air dan udara di PALI melampaui standar nasional, serta membangun infrastruktur daerah yang ramah lingkungan menuju target net-zero emission
“Kita tidak sedang menanam pohon untuk ditebang besok pagi. Kita sedang mendesain masa depan PALI agar tetap layak huni bagi anak cucu kita 50 tahun ke depan,” imbuhnya dengan nada lugas.
Pesan Menohok: “Lestarikan Bumi, Wariskan Hijau untuk Generasi Depan!”
Menutup wawancara, Kadis LH PALI ini menyampaikan pesan mendalam yang menggugah kesadaran kolektif masyarakat dan pelaku usaha di Bumi Serepat Serasan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan hidup tidak mengenal batas administrasi maupun status sosial; dampaknya akan memukul semua pihak tanpa pandang bulu.
“Pesannya sederhana namun mutlak: Lestarikan Bumi, Wariskan Hijau untuk Generasi Depan! Stop berpikir bahwa bumi ini adalah warisan yang bisa kita habiskan sekarang. Bumi ini adalah titipan masa depan. Saya mengimbau seluruh pembaca tintamerah.co dan masyarakat PALI, mari ubah perilaku dari hal kecil—kurangi plastik, kelola sampah rumah tangga, dan awasi lingkungan sekitar kita dari tangan-tangan serakah,” pungkas Aryansyah.
Kelanjutan Genderang Perang Melawan Korporasi Nakal
Pernyataan tegas Aryansyah hari ini merupakan kelanjutan dari sikap konsisten DLH PALI yang sebelumnya telah dilaporkan oleh tintamerah.co. Dalam laporan terdahulu, DLH PALI secara resmi telah ‘menabuh genderang perang’ melawan segala bentuk degradasi ekologi dan tantangan lapangan yang menghambat pelestarian alam.
Lebih dari itu, ketegasan ini memperkuat komitmen DLH PALI bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini sama sekali bukan sekadar ajang seremonial bagi-bagi bibit pohon semata. Pemerintah daerah telah mempertegas komitmennya untuk menjatuhkan sanksi administratif hingga pembekuan izin operasi bagi korporasi-korporasi nakal yang masih nekat merusak ekosistem PALI demi keuntungan sepihak. Sinergi antara ketegasan regulasi, pengawasan media, dan aksi nyata masyarakat kini menjadi pilar utama PALI dalam menjaga kedaulatan ekologisnya.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















