PALI | tintamerah.co -, Suasana khidmat Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-13, Rabu (22/4/2026), mendadak bergetar. Gubernur Sumatera Selatan memberikan sambutan yang tak sekadar seremonial, melainkan sebuah refleksi tajam mengenai dedikasi, ekonomi migas, dan keberpihakan pada “rakyat kecil”.
Menakar Kekuatan Migas dan Doa untuk PALI
Dalam orasinya, Gubernur secara tegas menyoroti potensi vital Kabupaten PALI sebagai lumbung energi. Ia menekankan bahwa penentuan skala industri minyak dan gas (migas) di daerah ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan menyangkut masa depan ekonomi masyarakat.
“Kita semua berdoa agar skala minyak dan gas kita segera menemui titik yang menentukan bagi kesejahteraan. Ini adalah janji masa depan yang harus kita kawal bersama,” tegas Gubernur di hadapan jajaran pimpinan dan anggota DPRD PALI.
Sentilan Tajam: “Hari ini Hanya Tetamu Tuhan yang Membuat Kita Eksis”
Ada yang menarik dari gestur sang Gubernur. Di tengah sapaan hangat kepada para tokoh—mulai dari Ketua Timur Tengah PKP 98 hingga jajaran organisasi wanita (Bhayangkari, Persit, Adhyaksa Dharmakarini)—ia menyelipkan pesan filosofis yang lugas bagi para pejabat yang hadir.
Ia mengingatkan bahwa jabatan hanyalah amanah sementara.
“Percayalah, hanya tetamu Tuhanlah yang bisa menjadikan kita tetap eksis berdiri sebagai pelayan. Tidak ada yang tidak mempunyai tujuan aktif sebagai yang besar, tapi ingatlah siapa yang kita layani.”
Keberpihakan pada “Rakyat Kecil” dan Dana Desa
Gubernur juga menyinggung dinamika politik dan ekonomi yang seringkali mengabaikan lapisan bawah. Ia mengenang bagaimana istilah “rakyat kecil” muncul dari interaksi di warung-warung hingga pelosok desa.
Lebih jauh, ia membedah sejarah regulasi, mulai dari UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan angin segar bagi pembangunan daerah. Ia membandingkan masa-masa sulit saat dana desa dimulai dari angka ratusan juta hingga mencapai miliaran rupiah saat ini.
“Dulu desa membangun dengan Rp263 juta, tapi mereka bertahan. Sekarang, dengan APBD dan dukungan pusat, tidak ada alasan bagi desa untuk tidak bergerak maju,” ujarnya dengan nada tegas.
Hadirnya Para Tokoh dan Nostalgia Pembangunan
Acara ini juga menjadi ajang reuni bagi para tokoh penting yang pernah mengabdi di Bumi Serepat Serasan. Gubernur mengabsen satu per satu kolega lama, asisten, hingga kepala dinas yang kini menduduki posisi strategis, menekankan bahwa sinergi lintas generasi adalah kunci percepatan pembangunan di PALI.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintah di PALI untuk tidak sekadar “tampil” di podium, melainkan benar-benar hadir di tengah kesulitan rakyat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang kian dinamis.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















