PALI | tintamerah.co -, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, H. Askweni, angkat bicara secara tegas menyikapi rentetan insiden kebocoran dan ledakan pipa minyak milik Pertamina di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa faktor utama penyebab insiden bukan sekadar masalah korosi alami, melainkan adanya pembiaran terhadap risiko yang membahayakan nyawa warga.
Pipa di Permukaan: Pelanggaran Regulasi dan Prosedur
Askweni menyoroti banyaknya jalur pipa yang muncul di permukaan tanah dan tidak tertanam sesuai standar keamanan. Hal ini, menurutnya, menjadi pemicu utama kerawanan, baik dari sisi teknis maupun potensi gangguan eksternal.
“Secara regulasi sudah jelas, pipa itu harus ditanam. Kalau muncul di permukaan, itu sangat rawan, baik itu risiko sabotase maupun kecelakaan teknis. Kami meminta Pertamina EP untuk segera meninjau kembali seluruh instalasi agar sesuai dengan aturan dan prosedur keamanan, demi keselamatan masyarakat dan aset Pertamina sendiri,” tegas Aswani saat dibincangi tintamerah.co pada momen silaturahmi berbuka puasa ramadhan 1447 H bersama kader PKS Bumi Serepat Serasan di Kantor DPD PKS PALI Talang Kerangan, Pendopo, Talang Ubi, Minggu (8/3/2026).
Ia menambahkan, alasan bahwa pipa tersebut merupakan peninggalan lama (zaman Stanvac) yang sudah berusia puluhan tahun tidak bisa dijadikan pembenaran atas insiden yang terus berulang.
Kritik Keras: Nyawa Manusia Bukan Komoditas
Lebih jauh, politisi ini menyoroti pola penanganan pasca-insiden yang dinilai tidak memberikan keadilan substansial bagi korban. Ia mencatat sejarah kelam di wilayah tersebut, mulai dari insiden tahun 2016 hingga kejadian di Desa Benuang (lokasi Pertamina EP Adera Field) pada 2021 yang memakan korban jiwa dan luka bakar serius.
“Kami melihat ada kecenderungan warga hanya dijadikan komoditas. Nyawa manusia tidak bisa hanya diganti dengan uang duka atau tawaran pekerjaan bagi keluarga korban. Harus ada pertanggungjawaban hukum dan evaluasi sosial yang mendalam,” ujar H. Askweni.
Bawa Masalah PALI ke Meja Dirut Pertamina
Sebagai langkah konkret, H. Askweni menyatakan akan membawa isu krusial ini langsung ke tingkat pusat. Kebetulan, pada Rabu, 11 Maret mendatang, dijadwalkan rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama Pertamina.
“Saya akan sampaikan langsung informasi ini di rapat hari Rabu jam 11 siang nanti. Kami ingin menekankan dari parlemen agar Pertamina melakukan evaluasi sosial dan teknis secara menyeluruh di sepanjang jalur pipa wilayah PALI. Warga kita hidup berdampingan dengan jalur pipa tersebut, keamanan mereka adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar,” pungkas H. Askweni.
Aswani mendesak tim teknis Pertamina untuk segera turun ke lapangan guna mengidentifikasi penyebab pasti dari setiap kejadian, agar pola “api yang memicu ledakan” akibat kebocoran pipa tidak menjadi teror berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Sementara, tintamerah.co sudah berupaya mengkonfirmasi PT Pertamina Zona 4 dengan menyampaikan surat wawancara kepada PIC Media terkait persoalan tersebut, Kamis (5/3/2026), namun tintamerah.co belum mendapatkan jawaban.
Penulis: ej@ | Editor: Efran















