Kejadian Berulang, Anggota Komisi VI DPR RI Desak Pertamina Evaluasi Total Keamanan Pipa di PALI

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VI DPR RI, H. Askweni, angkat bicara secara tegas menyikapi rentetan insiden kebocoran dan ledakan pipa minyak milik Pertamina di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
(Dok/Kuyung Rizal)

Anggota Komisi VI DPR RI, H. Askweni, angkat bicara secara tegas menyikapi rentetan insiden kebocoran dan ledakan pipa minyak milik Pertamina di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. (Dok/Kuyung Rizal)

PALI | tintamerah.co -, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, H. Askweni, angkat bicara secara tegas menyikapi rentetan insiden kebocoran dan ledakan pipa minyak milik Pertamina di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa faktor utama penyebab insiden bukan sekadar masalah korosi alami, melainkan adanya pembiaran terhadap risiko yang membahayakan nyawa warga.

Pipa di Permukaan: Pelanggaran Regulasi dan Prosedur

Askweni menyoroti banyaknya jalur pipa yang muncul di permukaan tanah dan tidak tertanam sesuai standar keamanan. Hal ini, menurutnya, menjadi pemicu utama kerawanan, baik dari sisi teknis maupun potensi gangguan eksternal.

“Secara regulasi sudah jelas, pipa itu harus ditanam. Kalau muncul di permukaan, itu sangat rawan, baik itu risiko sabotase maupun kecelakaan teknis. Kami meminta Pertamina EP untuk segera meninjau kembali seluruh instalasi agar sesuai dengan aturan dan prosedur keamanan, demi keselamatan masyarakat dan aset Pertamina sendiri,” tegas Aswani saat dibincangi tintamerah.co pada momen silaturahmi berbuka puasa ramadhan 1447 H bersama kader PKS Bumi Serepat Serasan di Kantor DPD PKS PALI Talang Kerangan, Pendopo, Talang Ubi, Minggu (8/3/2026).

BACA JUGA  IWO PALI Menyerahkan 7 Piagam Penghargaan di Bidang Pendidikan

Ia menambahkan, alasan bahwa pipa tersebut merupakan peninggalan lama (zaman Stanvac) yang sudah berusia puluhan tahun tidak bisa dijadikan pembenaran atas insiden yang terus berulang.

Kritik Keras: Nyawa Manusia Bukan Komoditas

Lebih jauh, politisi ini menyoroti pola penanganan pasca-insiden yang dinilai tidak memberikan keadilan substansial bagi korban. Ia mencatat sejarah kelam di wilayah tersebut, mulai dari insiden tahun 2016 hingga kejadian di Desa Benuang (lokasi Pertamina EP Adera Field) pada 2021 yang memakan korban jiwa dan luka bakar serius.

“Kami melihat ada kecenderungan warga hanya dijadikan komoditas. Nyawa manusia tidak bisa hanya diganti dengan uang duka atau tawaran pekerjaan bagi keluarga korban. Harus ada pertanggungjawaban hukum dan evaluasi sosial yang mendalam,” ujar H. Askweni.

BACA JUGA  Tak Sampai 24 Jam Polisi Bekuk Pelaku Curas di Pali

Bawa Masalah PALI ke Meja Dirut Pertamina

Sebagai langkah konkret, H. Askweni menyatakan akan membawa isu krusial ini langsung ke tingkat pusat. Kebetulan, pada Rabu, 11 Maret mendatang, dijadwalkan rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Direktur Utama Pertamina.

“Saya akan sampaikan langsung informasi ini di rapat hari Rabu jam 11 siang nanti. Kami ingin menekankan dari parlemen agar Pertamina melakukan evaluasi sosial dan teknis secara menyeluruh di sepanjang jalur pipa wilayah PALI. Warga kita hidup berdampingan dengan jalur pipa tersebut, keamanan mereka adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar,” pungkas H. Askweni.

Aswani mendesak tim teknis Pertamina untuk segera turun ke lapangan guna mengidentifikasi penyebab pasti dari setiap kejadian, agar pola “api yang memicu ledakan” akibat kebocoran pipa tidak menjadi teror berkepanjangan bagi masyarakat setempat.

BACA JUGA  Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto 'Menghilang', Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Sementara, tintamerah.co sudah berupaya mengkonfirmasi PT Pertamina Zona 4 dengan menyampaikan surat wawancara kepada PIC Media terkait persoalan tersebut, Kamis (5/3/2026), namun tintamerah.co belum mendapatkan jawaban.

 

Penulis: ej@ | Editor: Efran

 

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru