MERCUSUAR KESEHATAN PALI DIMULAI: Eksekusi RSUD Talang Ubi Lantai 4 Rp 121 Miliar Menjawab Tangan Dingin Bupati Asgianto

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak gedung RSUD Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pasca-pelaksanaan Aanwijzing, lokasi ini segera dieksekusi menjadi rumah sakit modern 4 lantai dengan investasi pusat senilai Rp 121 Miliar yang ditargetkan rampung dalam 7 bulan. (Foto: Dok/Alber Irawan)

Tampak gedung RSUD Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pasca-pelaksanaan Aanwijzing, lokasi ini segera dieksekusi menjadi rumah sakit modern 4 lantai dengan investasi pusat senilai Rp 121 Miliar yang ditargetkan rampung dalam 7 bulan. (Foto: Dok/Alber Irawan)

PALI | tintamerah.co -, Sejarah baru layanan kesehatan di Bumi Serepat Serasan resmi ditorehkan secara agresif. Penyerahan lokasi pekerjaan (Aanwijzing) proyek strategis nasional Pembangunan dan Peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi senilai Rp 121 Miliar menjadi genderang perang melawan ketertinggalan infrastruktur medis. Langkah monumental ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan konklusi nyata dari rangkaian lobi politik tingkat tinggi yang dipaksa tembus oleh kepemimpinan daerah ke jantung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Gedung megah berlantai empat dengan total luas bangunan mencapai 7.800 meter persegi ini dirancang untuk menyulap wajah layanan kesehatan PALI menjadi berstandar nasional. Masuk dalam lokus elite PHTC (Public Health Center) Group 4 Tahun 2026, proyek vital ini langsung dikawal ketat oleh perwakilan Kemenkes RI, Bapak Subhan, bersama jajaran Asisten II Setda PALI serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Langkah ini menandai dimulainya lompatan besar untuk mewujudkan rumah sakit tipe C yang representatif dan berwibawa di wilayah Sumatera Selatan.

Benang Merah Investigasi: Ketukan Palu Pusat yang Dinanti

Mundur ke belakang, realisasi fisik hari ini adalah jawaban tuntas atas investigasi dan laporan berkala yang terus disuarakan oleh tintamerah.co. Beberapa waktu lalu, publik sempat dihentak oleh dinamika ketidakpastian birokrasi dalam laporan bertajuk “Update Pembangunan RSUD Talang Ubi Menanti Ketukan Palu Lelang Kemenkes RI”. Saat itu, Kepala Dinas PU Perkim PALI, Ristanto Wahyudi, sempat membuka suara secara hati-hati mengenai proses administrasi yang sempat tertahan di meja pelelangan pusat. Publik dibuat bertanya-tanya, kapan komitmen tersebut benar-benar mewujud di lapangan.

BACA JUGA  OPINI: Cita-Cita Heri Amalindo Bakal Dituntaskan Bupati Asgianto

Namun, kepastian yang ditunggu akhirnya pecah. Acara Aanwijzing yang dipimpin langsung oleh Kepala Konsultan Konstruksi ini menegaskan bahwa segala sumbatan teknis dan administratif telah dibersihkan secara total. Target waktu yang dipatok pun tergolong sangat berani dan tanpa ampun: kontraktor pelaksana diwajibkan menyelesaikan seluruh tahapan fisik serta instalasi medis mutakhir hanya dalam kurun waktu maksimal 7 (tujuh) bulan. Sebuah pembuktian bahwa akselerasi tidak boleh mengorbankan mutu baku nasional yang telah digariskan.

Dari Estafet Cita-Cita Heri Amalindo hingga Tangan Dingin Asgianto

Pembangunan RSUD Talang Ubi dengan cetak biru modern ini tidak lahir dari ruang hampa. Proyek megah ini memiliki akar ideologis yang kuat dari visi peletakan dasar pembangunan Kabupaten PALI. Sebagaimana diulas dalam kolom opini mendalam “Cita-Cita Heri Amalindo Bakal Dituntaskan Bupati Asgianto”, proyek ini adalah manifestasi konkret dari estafet kepemimpinan yang berjalan linier, tajam, dan visioner. Apa yang dahulu menjadi mimpi besar Heri Amalindo,  untuk menghadirkan fasilitas kesehatan rujukan tanpa perlu membebani rakyat untuk berobat ke luar daerah, kini dieksekusi tanpa ragu di era Bupati Asgianto.

BACA JUGA  Kapolres PALI dan Ketua Bhayangkari Bagikan 56 Paket Bansos untuk Warga Terdampak Banjir

Gebrakan monumental senilai total rencana Rp 150 Miliar yang digagas sejak awal kepemimpinannya terbukti ampuh memaksa Jakarta melirik potensi strategis PALI. Melalui tulisan legendaris “Gebrakan Rp150 Miliar Asgianto Memaksa Pusat Melirik PALI, Menyulap RSUD Talang Ubi Jadi Mercusuar Kesehatan”, publik diyakinkan bahwa PALI mampu keluar dari bayang-bayang daerah otonomi baru yang lamban. Hasilnya terpampang nyata hari ini: kucuran Rp 121 Miliar murni dana pusat sukses digondol ke daerah, sebuah pembuktian sahih atas artikel “Prestasi Gemilang Bupati Asgianto Buktikan Tangan Dingin Sukses Gondol Dana Pusat Rp121 Miliar untuk RSUD Talang Ubi”.

Keberhasilan mengunci angka Rp 121 Miliar dari pusat di tengah ketatnya rasionalisasi anggaran nasional adalah anomali prestasi. Ini membuktikan bahwa komunikasi politik Bupati Asgianto tidak lagi menggunakan pola konvensional “meminta”, melainkan “memaksa” pusat melihat urgensi riil di lapangan melalui kematangan data makro.

BACA JUGA  Giat Rutin Binrohtal Polres PALI Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Anggota

Investasi Nyata Nyawa dan Keselamatan Rakyat

Apresiasi luar biasa pun datang langsung dari perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Bapak Subhan. Dalam pidato resminya di hadapan para pemangku kebijakan PALI, ia menegaskan bahwa komitmen anggaran yang dialokasikan bukan sekadar urusan mendirikan dinding beton dan estetika arsitektur semata.

“Pembangunan RSUD Talang Ubi ini bukan hanya soal bangunan, melainkan investasi nyata untuk kesejahteraan dan keselamatan masyarakat PALI. Kami harap proyek ini dapat berjalan sesuai target kualitas dan waktu yang telah ditetapkan,” tegas Subhan saat diwawancarai tintamerah.co, Kamis (7/5/2026).

Dengan dimulainya pengerjaan fisik di lapangan, pandangan publik kini tertuju pada ketepatan waktu 7 bulan ke depan. Akankah konsultan dan kontraktor mampu menjawab target agresif ini? Satu hal yang pasti, dengan total luas bangunan 7.800 meter persegi yang terbagi dalam 4 lantai modern, RSUD Talang Ubi siap berdiri tegak sebagai mercusuar pelayanan medis yang humanis, cepat, dan berkelas, sekaligus mematri nama PALI sebagai kabupaten baru dengan daya saing infrastruktur yang patut diperhitungkan di kancah nasional.

 

Penulis: Alber Irawan | Editor: Efran

 

Berita Terkait

Wabup PALI Iwan Tuaji: Pancasila Jangan Cuma Jadi Hiasan Dinding Kantor dan Buku Sejarah!
Membumikan Pancasila di Bumi Serepat Serasan: Kaban Kesbangpol PALI Ajak ASN dan Pemuda Jadi Agen Perdamaian
Raih Gelar Magister Hukum di Tengah Kesibukan Wakil Rakyat, Muhammad Budi Hoiru Tegaskan Komitmen Kawal Regulasi PALI
Hari Lahir Pancasila, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Generasi Muda: Rawat Nilai Kebangsaan, Jangan Hanya Jadi Slogan!
Jeritan Warga Ring 1 Diabaikan! APMAB Kutuk Sikap Eksklusif Pertamina Field Adera, Desak DPRD PALI Jangan Mandul!
Respons Cepat Bencana, Pemkab PALI Kirim Bantuan Pangan untuk Korban Kebakaran Mesin Cuci
Lilin di Atas Mesin Cuci Hanguskan Rumah Warga, Camat dan Lurah Talang Ubi Timur Tinjau Langsung Lokasi Bencana
Kutukan atau Berkah? Wabup PALI Iwan Tuaji Menggelegar di Pengabuan Timur: “Jangan Pernah Lawan Orang Tua, Itu Sumber Utama Ridho Allah!”

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:11 WIB

Wabup PALI Iwan Tuaji: Pancasila Jangan Cuma Jadi Hiasan Dinding Kantor dan Buku Sejarah!

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:54 WIB

Membumikan Pancasila di Bumi Serepat Serasan: Kaban Kesbangpol PALI Ajak ASN dan Pemuda Jadi Agen Perdamaian

Senin, 1 Juni 2026 - 08:35 WIB

Raih Gelar Magister Hukum di Tengah Kesibukan Wakil Rakyat, Muhammad Budi Hoiru Tegaskan Komitmen Kawal Regulasi PALI

Senin, 1 Juni 2026 - 08:14 WIB

Hari Lahir Pancasila, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Generasi Muda: Rawat Nilai Kebangsaan, Jangan Hanya Jadi Slogan!

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:42 WIB

Jeritan Warga Ring 1 Diabaikan! APMAB Kutuk Sikap Eksklusif Pertamina Field Adera, Desak DPRD PALI Jangan Mandul!

Berita Terbaru