PALI | tintamerah.co -, Jeritan para guru, anak sekolah, dan masyarakat yang saban hari harus bergulat dengan kubangan lumpur di sepanjang jalan Dusun IV Kampai, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, akhirnya mendapat jawaban resmi dari Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten PALI memastikan bahwa penanganan jalan vital tersebut menjadi prioritas dan dipastikan pembangunannya berjalan pada tahun anggaran 2026 ini.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Sekretaris Dinas PUTR PALI, Hilmansyah, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Senin (18/5/2026). Langkah taktis ini sekaligus menjawab polemik dan perdebatan hangat di media sosial terkait simpang siurnya informasi mengenai kepastian pembangunan jalan tersebut.
“Terkait dengan peningkatan jalan Benuang-Kampai lanjutan, pertama kami jelaskan bahwa jalan ini memang statusnya jalan Kabupaten. Namun, di dalamnya ada jalur rig Pertamina. Ini yang menjadi pertimbangan matang kami. Kami harus mendesain jalan dengan sangat cermat agar tepat peruntukan,” ujar Hilmansyah membuka penjelasan.
Menurut Hilmansyah, jika mutu beton dibuat terlalu tinggi (over-spesifikasi), maka akan memakan anggaran yang jauh lebih besar. Sebaliknya, jika mutu beton terlalu rendah, dikhawatirkan jalan akan cepat hancur akibat mobilitas kendaraan berat.
Proses Lelang APBD 2026 Sedang Dievaluasi
Menjawab keraguan netizen yang sempat memeriksa situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Hilmansyah membeberkan data konkret bahwa proyek tersebut saat ini sudah memasuki tahapan krusial dalam proses tender.
“Kebetulan tahun ini ada anggaran sebesar Rp1,2 miliar di APBD 2026 untuk jalan Benuang-Kampai. Tendernya sudah dimulai sejak tanggal 8 Mei kemarin. Hari ini (Senin, 18/5/2026), posisinya sudah penutupan dan pengumuman kualifikasi,” terangnya.
Ia menambahkan, tepat hari ini pukul 11.00 WIB, tim sudah mulai melakukan evaluasi yang dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 20 Mei. “Kami harapkan paling cepat tanggal 26 Mei 2026 nanti sudah didapatkan pemenang kontraknya,” tegasnya lugas.
Dengan dana stimulan Rp1,2 miliar tersebut, Dinas PUTR akan membangun jalan dengan spesifikasi cor beton sepanjang kurang lebih 200 meter. Fokus utamanya adalah menyisir dan memperbaiki titik-titik kerusakan yang paling parah terlebih dahulu.
Kejar Dana Banggub Rp15 Miliar untuk Tuntaskan Kerusakan
Dinas PUTR PALI menyadari bahwa anggaran Rp1,2 miliar belum mampu mengover seluruh kerusakan. Pasalnya, dari total panjang ruas jalan 3,9 kilometer, terdapat sekitar 2 kilometer jalan yang kondisinya rusak parah dan belum tersentuh beton.
Secara hitungan teknis, pembangunan jalan dengan spesifikasi mutu beton K300, ketebalan 20 cm, serta menggunakan dowel tie-bar dan beton kurus (lantai kerja) 10 cm, membutuhkan biaya berkisar antara Rp5,5 hingga Rp6 miliar per kilometer. Artinya, butuh total dana sekitar Rp10 miliar lebih untuk menuntaskan sisa kerusakan.
Untuk menyiasati keterbatasan APBD Kabupaten, Hilmansyah mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak agresif menjemput bola ke pemerintah provinsi.
“Kami tidak tinggal diam. Saat ini kami sedang mengajukan usulan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) atau dana Banggub senilai kurang lebih Rp15 miliar. Jika usulan ini disetujui, Insya Allah sebagian besar ruas jalan yang rusak itu sudah bisa kita tangani total,” ungkapnya optimistis.
Hasil dari usulan dana BKBK tersebut diprediksi akan keluar paling lambat pada bulan Juni 2026 mendatang. “Kalau nanti diterima, akan langsung kami sampaikan kepada masyarakat untuk penyelesaian total jalan tersebut,” imbuhnya.
Menjawab Ironi dan Jeritan di Akar Rumput
Komitmen yang dikeluarkan Dinas PUTR PALI ini diharapkan menjadi oase di tengah rentetan fakta pilu yang sebelumnya terus disuarakan oleh media ini. Berdasarkan catatan laporan berantai tintamerah.co, kondisi jalan Benuang-Kampai ini memang sudah berada pada titik yang sangat memprihatinkan:
- Tragedi Guru Berkubang Lumpur: Berawal dari viralnya video perjuangan guru SDN 43 Talang Ubi yang harus berjibaku di dalam lumpur demi bisa mengajar anak-anak di pelosok PALI (“Viral di Facebook, Perjuangan Guru SDN 43 Talang Ubi Berjibaku Dalam Lumpur Demi Mengajar di Pelosok PALI”).
- Kritik Keras Legislator: Kondisi ini sempat memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat dan politisi Firdaus Hasbullah yang menyemprot pihak eksekutif karena dinilai abai, mengingat jalan ini adalah urat nadi warga mencari nafkah dan masa depan anak sekolah (“Jalan Benuang Kampai Rusak Parah, Firdaus Hasbullah Semprot Eksekutif, Warga Butuh Nafkah, Guru dan Anak Sekolah Butuh Masa Depan”).
- Kronologi Kecelakaan Guru: Tak berselang lama, publik kembali dihentak oleh kronologi jatuhnya sang guru yang tergelincir di kubangan lumpur hingga pakaian dinasnya kotor demi menembus akses Benuang-Kampai (“Viral di Medsos, Ini Kronologi Guru SDN 43 Talang Ubi Tergelincir di Jalan Lumpur Benuang Kampai”).
- Ironi Anggaran Daerah: Kondisi makin memanas tatkala publik mengontraskan penderitaan para guru dengan kebijakan daerah yang menggelontorkan dana fantastis Rp42 miliar demi pengadaan mobil dinas baru para pejabat PALI (“Kontras, Insting Penguasa PALI Rp42 Miliar untuk Kenyamanan Bokong Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang”).
Pesan untuk Masyarakat Desa Benuang dan Kampai
Menutup wawancara, Hilmansyah menyampaikan pesan khusus kepada seluruh elemen masyarakat, terutama warga Desa Benuang dan Dusun IV Kampai yang berada di ujung daerah perbatasan Muara Enim.
“Kami sangat memahami bahwa jalan ini adalah akses vital. Pesan kami kepada masyarakat, mohon dukungannya. Dengan anggaran Rp1,2 miliar yang ada saat ini, kita maksimalkan dulu di titik-titik paling parah. Sembari kita berdoa dan mengawal bersama agar dana Banggub tahun 2026 di BKBK yang sedang kita usulkan bisa gol, sehingga persoalan jalan ini bisa selesai sepenuhnya,” pungkas Sekretaris Dinas PUTR PALI ini secara tegas.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















