Indralaya | Tintamerah.co.id – Universitas Sriwijaya Palembang kembali menggelar wisuda ke 167 sebanyak 2498 wisudawan/ti yang diwisuda. Wisuda kali ini memecahkan rekor selama sejarah UNSRI.
Dalam kesempatan ini, Rektor UNSRI Prof Dr Ir Aniss Saggaff, MSCE., IPU., MKU., ASEAN.Eng., ApEC.Eng mengatakan, hari ini wisuda ke- 167 UNSRI yang merupakan wisuda diakhir jabatan dirinya sebagai Rektor UNSRI 2 periode.
“Ada yang menarik disini yang pertama adalah jumlah mahasiswa itu 2498 wisudawan rekor selama sejarah UNSRI,” katanya
Kenapa ini bisa terjadi, lanjut Anis, karena sejak 2017 pihaknya mendesign di system UNSRI ini yang disebut dengan proses pendidikan, itu tidak boleh lagi berlama-lama, semuanya mengupgrade mulai dari dosen, tendik, sampai kepada mahasiswanya, paripurnanya adalah wisuda hari ini.
“Dimana pada hari ini hampir mayoritas mendapatkan lulusan terbaik, yang hukum laut itu 51,6 persen luar biasa itu lebih dari setengah. Ini menunjukkan bahwa yang kita buat selama ini up dating proses akademik itu berjalan dengan sukses,” ucapnya.
Anis menambahkan, dirinya pernah bicara dahulu kalau ingin menjadi perguruan tinggi maju kejarlah dahulu masa studi dengan tanpa menampilkan kualifikasi dan tepat sasaran. Makanya UNSRI memakai istilah dengan cepat, tepat, dan qualified, bukan di cepat-cepat kan.
“Jadi akademik yang kita proses sedemikian rupa sehingga waktunya efektif, dimana anak-anak Sarjana Strata Satu cukup 7 semester selesai tidak perlu 7 tahun terlalu lama, setengahnya kita pangkas, dan alhamdulillah ini sukses. Kemudian juga kalau dia cepat sudah pasti tepat sasaran, tidak mungkin mereka itu dapat hukum laut kalau dia tidak tepat mata kuliah yang diambil, materi yang diberikan tepat. Sehingga anak-anak kita memang dari sejak akademik sudah bagus,” imbuhnya.
Anis berharap, kedepannya UNSRI ini akan menelurkan sarjana-sarjana yang proses pendidikan yang cepat, tepat, pintar-pintar, qualified dan berakhlak mulia. Kalau ini memang dipegang oleh UNSRI, Insya Allah akan Linding UNSRI kedepannya.
“Mengenai persentase mahasiswa kalau ingin Internasionalisasi perguruan tinggi itu hukum lautnya minimal 60 persen, kenapa perguruan tinggi World Class itu tidak lagi cerita masa studi, sudah pasti anak-anak itu tamat tepat waktu semua,” bebernya.
(AS)















