PALI, tintamerah.co.id – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 menggelar pertemuan khusus bersama puluhan wartawan dari berbagai media di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis, (24 Juli 2024).
Dalam upaya memperkuat sinergi serta meningkatkan pemahaman insan pers terhadap industri hulu minyak dan gas (migas).
Kegiatan ini berlangsung hangat dan interaktif, sekaligus menjadi ruang dialog terbuka antara perusahaan migas negara tersebut dengan jurnalis lokal yang selama ini berperan sebagai penghubung informasi kepada masyarakat.
Pertemuan digelar sebagai bagian dari komitmen PHR Zona 4 dalam menjalankan prinsip keterbukaan informasi serta penguatan literasi energi di daerah operasi.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi santai ini berlangsung di gedung arsendora PT. Pertamina Pendopo. Hadir dalam kesempatan itu jajaran manajemen dari PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4, tim hubungan masyarakat, serta para jurnalis dari media cetak, online, dan elektronik.
Dalam sambutannya, perwakilan manajemen PHR Zona 4 menyampaikan bahwa keberadaan wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan edukatif kepada publik, khususnya terkait kegiatan industri hulu migas yang selama ini masih dianggap eksklusif oleh sebagian kalangan.
“Kami menyadari bahwa kegiatan industri migas kerap kali dinilai tertutup, padahal sejatinya kami sangat terbuka dan siap untuk bersinergi dengan insan media, tentunya dengan koridor yang sesuai,” ujar salah satu perwakilan manajemen PHR dalam sesi pembukaan.
Dialog Terbuka dan Aspirasi Wartawan
Sesi yang paling dinantikan dalam acara tersebut adalah dialog dan tanya jawab antara wartawan dan pihak Pertamina. Dalam sesi ini, sejumlah jurnalis menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan, mulai dari isu lingkungan, keselamatan kerja, hingga persoalan keterbatasan akses informasi dari lapangan operasional.
Salah satu wartawan dari media Tintamerah.com Efran menyoroti masih minimnya informasi yang bisa diakses wartawan mengenai kegiatan operasional PT Pertamina Hulu Rokan di wilayah Kabupaten PALI, terutama terkait pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), rencana pengembangan wilayah kerja, hingga peristiwa yang terjadi di area operasi.
“Kami butuh akses yang lebih terbuka, tidak hanya untuk kebutuhan berita, tetapi juga agar masyarakat mendapat gambaran yang utuh tentang apa yang sedang dilakukan Pertamina di daerah kami,” ungkap Efran.
Menanggapi hal tersebut, pihak PHR Zona 4 menyambut baik masukan yang disampaikan para jurnalis. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme komunikasi eksternal dan membuka peluang lebih luas untuk kerja sama dengan media, termasuk membentuk saluran komunikasi resmi yang mudah diakses oleh wartawan lokal.
“Kami tidak menutup diri. Kritik dan saran dari media, kami juga sedang menyusun strategi komunikasi yang lebih terbuka, termasuk potensi dibuatnya media visit secara berkala ke lapangan produksi agar rekan-rekan jurnalis bisa melihat langsung aktivitas kami,” kata perwakilan Humas PHR Zona 4.
Bangun Pemahaman Bersama
Selain dialog dan sesi tanya jawab, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi terkait industri hulu migas, mulai dari proses eksplorasi dan produksi, sistem kerja di lapangan, hingga peran strategis Kabupaten PALI sebagai salah satu wilayah kerja migas yang cukup signifikan di Sumatera Selatan.
Para wartawan tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan, mengingat sebagian besar dari mereka mengaku masih minim literasi teknis mengenai proses kerja industri migas, meskipun wilayah mereka menjadi salah satu titik operasi utama.
Dalam penutup acara, kedua belah pihak sepakat bahwa sinergi antara perusahaan dan media merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Melalui pemahaman bersama, diharapkan pemberitaan yang muncul di ruang publik mampu mencerminkan situasi yang sebenarnya di lapangan, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai peran penting sektor migas dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Pertemuan ini juga membuka peluang agar komunikasi antara PHR dan jurnalis lokal tidak berhenti pada momen seremonial, melainkan berlanjut pada kegiatan kolaboratif lainnya seperti pelatihan jurnalistik energi, kunjungan lapangan, hingga forum konsultasi reguler.
—
Reporter: Aroel
Editor: Redaksi/Efran















