PALI | tintamerah.co -, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terus bergerak maju dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM). Di bawah kepemimpinan Rizal Pahlevi, Damkar PALI mencanangkan transformasi besar guna memastikan keselamatan masyarakat terjamin oleh tenaga ahli yang kompeten.
Kepala Damkar PALI, Rizal Pahlevi, mengungkapkan bahwa tahun 2025 menjadi fase evaluasi sekaligus fondasi. Ia mengakui bahwa saat ini pelatihan dasar bagi tenaga kerja lokal masih terbatas dan kepemilikan sertifikasi profesi belum merata di seluruh lini personil.
Lompatan Kompetensi di Tahun 2026
Menyikapi tantangan tersebut, Rizal menetapkan target ambisius untuk tahun mendatang. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2026, Damkar PALI harus diperkuat oleh personil yang tidak hanya berani, tetapi juga teruji secara klinis dan teknis.
“Target kami jelas, di tahun 2026 seluruh personil atau 100% anggota wajib memiliki sertifikasi dasar pemadam dan penyelamatan. Kami tidak ingin hanya sekadar memadamkan api, tapi kami ingin bekerja dengan standar keselamatan internasional,” ujar Rizal Pahlevi dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Kamis (5/3/2026).
Selain sertifikasi dasar, Rizal menambahkan bahwa para personil akan dibekali dengan serangkaian pelatihan khusus yang lebih kompleks, meliputi:
- Fire Rescue: Pendalaman teknik pemadaman pada berbagai medan.
- Evakuasi Bencana: Kesiapsiagaan dalam manajemen kedaruratan skala besar.
- Vertical & Water Rescue: Keahlian khusus penyelamatan di ketinggian serta medan perairan.
Dilema Kesejahteraan di Tengah Efisiensi Anggaran
Meski fokus pada penguatan keahlian, Rizal Pahlevi tidak menampik adanya tantangan di sisi kesejahteraan petugas. Ia memahami harapan para personil di lapangan, namun kondisi fiskal daerah saat ini menuntut kebijakan yang lebih hati-hati.
Terkait peningkatan kesejahteraan, Rizal menjelaskan bahwa pihaknya masih harus menunggu alokasi anggaran lebih lanjut. Hal ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dialami oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI.
“Kami sangat memahami aspirasi rekan-rekan di lapangan. Namun, kita juga harus realistis dengan kondisi efisiensi yang sedang berjalan. Saat ini, fokus utama adalah memaksimalkan apa yang ada sembari memastikan operasional pelayanan publik tidak terganggu,” jelas Rizal.
Komitmen Pelayanan Tetap Utama
Walaupun isu kesejahteraan masih terbentur regulasi anggaran, Rizal memastikan bahwa dedikasi Damkar PALI tidak akan luntur. Baginya, peningkatan kompetensi adalah langkah awal untuk meningkatkan nilai tawar dan profesionalisme lembaga di masa depan.
“Kompetensi adalah investasi. Dengan personil yang ahli, kita meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan memaksimalkan penyelamatan nyawa warga PALI. Itu prioritas utama kami saat ini,” pungkas Rizal.
Editor: Efran















