PALI | tintamerah.co -, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan tengah diuji. Belum usai kegetiran publik pasca ditahannya Wakil Bupati Iwan Tuaji oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan pada Rabu (3/6/2026) lalu, masyarakat kembali dihadapkan pada teka-teki keberadaan sang pucuk pimpinan tertinggi, Bupati Asgianto.
Sebelumnya, teka-teki ini sempat mencuat dan menjadi sorotan tajam. Dalam laporan eksklusif tintamerah.co terdahulu (Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel, Bupati Asgianto “Menghilang”, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta), pihak pemerintah daerah menyebut Bupati tengah menjalankan tugas luar kota. Namun, ketidakhadirannya dalam beberapa agenda penting, termasuk desas-desus absennya beliau di perayaan HUT Kota Palembang, memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.
Hari ini, Jumat (19/6/2026), tabir misteri itu akhirnya tersingkap melalui konfirmasi resmi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda PALI, Firman Irpama, kepada redaksi tintamerah.co.
Kondisi Memburuk Sepulang dari Jakarta
Firman mengungkapkan fakta bahwa kondisi kesehatan Bupati Asgianto mulai menurun justru sesaat setelah beliau mendarat di Palembang usai melakukan perjalanan dinas dari Jakarta. Begitu tiba di kediamannya, tim kesehatan dari RSUD Talang Ubi yang dikomandoi langsung oleh Direktur RSUD, dr. Ronald Aprinaldi, segera melakukan pemeriksaan intensif.
Terkait ketidakhadiran Bupati dalam agenda HUT Kota Palembang, Firman memberikan klarifikasi lugas: “Bapak sejatinya sudah menjadwalkan untuk hadir di HUT Kota Palembang. Namun, karena kondisi kesehatan Bapak tiba-tiba memburuk, maka kehadiran beliau terpaksa dibatalkan,” ujar Firman.
Bukan Tipes, Ini Diagnosis Medis Resminya
Menjawab rumor yang beredar bahwa Bupati menderita tipes, Firman memaparkan detail klinis berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter. Bupati diketahui mengalami demam tinggi dan batuk sejak Sabtu (13/6/2026) dan langsung menjalani perawatan mandiri di kediamannya di Palembang dengan pendampingan ketat tim medis RSUD Talang Ubi.
“Sejak hari Sabtu tanggal 13/06/2026, dilakukan perawatan secara mandiri di kediaman di Palembang oleh dokter dari RSUD Talang Ubi yang diutus Direktur RSUD. Dilakukan pemantauan hingga hari Selasa (16/06/2026), lalu dilakukan pemeriksaan laboratorium dan dikonsulkan ke dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Talang Ubi,” jelas Firman.
Hasil pemeriksaan tersebut menegaskan bahwa Bupati Asgianto didiagnosa mengalami Hiperpireksia karena ISPA dan Pre DM Tipe 2. “Untuk hasil labor dan resume medis, ada dan terlampir. Bapak sedang mulai membaik dan dievaluasi terus setiap harinya,” tambah Firman.
Jadwal Kembali Beraktivitas
Ketegasan mengenai kondisi kesehatan Bupati juga dibarengi dengan optimisme pemulihan. Berdasarkan pemeriksaan terbaru oleh dr. Ronal dan tim pada Kamis (18/6) malam, kondisi Bupati menunjukkan progres positif. Firman menegaskan bahwa Bupati akan kembali beraktivitas pada minggu depan, dengan agenda perdana yang sudah menanti.
“Insyaallah minggu depan Bapak sudah beraktivitas. Bapak sudah dijadwalkan untuk hadir pada acara Pemkab PALI hari Selasa minggu depan,” tegas Firman.
Stabilitas Birokrasi: Sekda Jadi Garda Terdepan
Di tengah badai hukum yang menimpa kursi Wakil Bupati dan kondisi kesehatan Bupati, Firman memastikan bahwa jalannya roda pemerintahan PALI tetap dalam kendali penuh. Tidak ada kevakuman dalam pelayanan publik.
“Alhamdulillah roda pemerintahan tetap berjalan. Ibu Sekda sudah ditugaskan oleh Bapak untuk standby, beserta asisten dan staf ahli yang bergantian apabila ada kegiatan yang ditinggalkan,” pungkas Firman.
Publik PALI kini menaruh harapan besar agar pemulihan Bupati Asgianto berjalan lancar. Di tengah guncangan yang menerpa, stabilitas birokrasi yang terjaga menjadi pertaruhan penting agar pelayanan kepada masyarakat Bumi Serepat Serasan tetap tegak berdiri tanpa kompromi.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















