Tindakan Separatisme yang Dilakukan Papua Sangat Merugikan, Berbagai Upaya Harus Dilakukan

Sabtu, 25 Februari 2023 - 01:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua | Tintamerah.co.id – Tindakan separatisme oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua terus berlanjut. Terbaru Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar rumah di samping Tower Telkom Kampung Kago, Papua Sabtu (18/2).

Selain itu kelompok tersebut juga melakukan penyerangan kepada aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (Polri) di kampung Nipuralome Distrik Ilaga Kabupaten Puncak, demikian diutarakan Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Golongan Karya (Golkar) H Bobby Adhityo Rizaldi.

Dikatakan H Bobby, dengan menyikapi peristiwa tersebut, saya meminta pemerintah untuk menindak tegas semua pihak yang melakukan aksi rasialisme dan separatis di Papua. Menurut saya, selain tindakan tegas, dialog yang setara dan partisipatif antara pusat dan daerah harus terus dilakukan secara intensif.

BACA JUGA  Dorong Penetrasi Pasar Ekspor Global melalui Keuangan Inklusif, OJK Sumsel Bersama Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi Pembiayaan Produktif Komoditas Kopi

“Selain itu, saya juga meminta pemerintah mengintensifkan dialog yang setara dan partisipatif antara pusat dengan daerah,” ujarnya.

Kemudian, terkhusus dengan para pemangku kepentingan atau kebijakan yang berada di wilayah Papua. Dimana saya yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Selatan (Sumsel) ini meyakini, dengan dialog akan ditemukan persoalan – persoalan mendasar yang dituntut oleh sebagian masyarakat Papua terkhusus mereka yang masih bergabung dalam KKB.

“Siapa tau dengan dialog masyarakat adat Papua memiliki usulan terkait pembangunan. Sehingga, pembangunan yang diupayakan pemerintah bersifat bottom-up,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, karena mungkin mereka di sana ada beberapa unsur-unsur usulan pembangunan yang sifatnya bottom-up. Selama ini karena memang ada kesulitan untuk bersinergi dalam kesetaraan, itu semua program pembangunan itu adalah top-down.

BACA JUGA  Update Covid-19 Muba: Bertambah 16 Kasus Sembuh,4 Positif

“Saya mengakui bahwa secara keseluruhan dalam pemerintahan Presiden RI Ir H Joko Widodo Papua semakin maju melalui berbagai program yang dicanangkannya,” katanya.

Masih dilanjutkannya, namun demikian pintu dialog diharapkan dapat mencari jalan keluar terhadap persoalan – persoalan yang selama ini belum tersentuh. Tindakan separatisme oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua itu sangat merugikan serta meresahkan bagi masyarakat atau warga yang berada di wilayah Papua tersebut.

“Keberadaan KKB Papua sudah menjadi kelompok separatis yang mengancam keutuhan negara. Bahkan merunut sejarahnya, gerakan separatis ini sudah ada sejak tahun 1963,” imbuhnya.

Ditambahkannya, dimana untuk selalu membuat kekacauan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya. Gerakan KKB biasa disebut juga KKSB dan KSTP (singkatan dari Kelompok Kriminal Bersenjata, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata, dan Kelompok Separatis Teroris Papua).

BACA JUGA  Korupsi Dana Desa, Kades Di Bengkulu Utara Dijebloskan Ke Penjara

“KKB atau dahulu dikenal dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan kelompok yang ingin Papua melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). KKB Papua sudah ditetapkan sebagai kelompok teroris sejak tahun 2021,” bebernya.(DNL)

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru