Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenaga medis dari PT Pertamina Gas (Pertagas) Operation South Sumatera Area (OSSA) melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining penyakit dasar kepada warga lanjut usia di Sekolah Lansia Harapan Bunda, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Kegiatan yang diikuti oleh 70 lansia dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ini bertujuan untuk menyediakan akses layanan kesehatan preventif guna mewujudkan masa tua yang sehat, mandiri, dan produktif. (Foto: Dok/Pertagas)

Tenaga medis dari PT Pertamina Gas (Pertagas) Operation South Sumatera Area (OSSA) melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining penyakit dasar kepada warga lanjut usia di Sekolah Lansia Harapan Bunda, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Kegiatan yang diikuti oleh 70 lansia dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ini bertujuan untuk menyediakan akses layanan kesehatan preventif guna mewujudkan masa tua yang sehat, mandiri, dan produktif. (Foto: Dok/Pertagas)

tintamerahNEWS -, Menua adalah kepastian, namun tetap berdaya dan merdeka dari belenggu penyakit di masa tua adalah sebuah perjuangan. Di balik dinding Sekolah Lansia Harapan Bunda, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, gurat-gurat keriput di wajah puluhan lanjut usia (lansia) tak mampu menyembunyikan binar kepedulian yang selama ini mereka rindukan.

Kamis pagi yang bening (29/5), sebanyak 70 jiwa yang telah kenyang makan asam garam kehidupan berkumpul. Mereka bukan sekadar datang untuk menimbang berat badan atau mengulurkan lengan untuk dililit manset tensimeter. Kehadiran mereka di sana—dalam rangka menyemarakkan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN)—adalah wujud dari sebuah kesadaran tinggi: menolak untuk pasrah pada rapuhnya usia ringkih.

Program pemeriksaan kesehatan gratis yang diinisiasi oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) melalui unit operasinya, Operation South Sumatera Area (OSSA), hadir sebagai jawaban konkret atas senyapnya jeritan kebutuhan preventif di tingkat tapak. Melalui serangkaian skrining medis menyeluruh dan konsultasi klinis, para lansia diajak mengenali musuh tak tampak di dalam tubuh mereka lebih dini—mulai dari hipertensi, diabetes, hingga gangguan metabolik lainnya.

BACA JUGA  Kucurkan Ratusan Miliar Tangani COVID-19, Dodi Reza Jadi Bupati Terpopuler di Indonesia

Lusi Lestriani, seorang Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Desa Pangkul sekaligus motor penggerak Sekolah Lansia Harapan Bunda, menatap haru antrean yang tertib tersebut. Baginya, intervensi medis jemput bola seperti ini bukan sekadar rutinitas formalitas korporasi, melainkan oase yang sangat dinantikan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kegiatan ini membantu para lansia mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, sekaligus memberikan semangat baru karena mereka merasa benar-benar diperhatikan, tidak dilupakan oleh zaman,” ujar Lusi dengan nada tegas namun penuh haru.

Lebih dari sekadar ruang klinis, tenda dan ruangan pemeriksaan hari itu mendadak menjelma menjadi ruang sosial yang hangat. Riuh rendah tawa, saling tukar cerita tentang cucu, hingga saling menyemangati untuk mengurangi konsumsi garam dan gula, mengalir natural. Kualitas hidup di masa tua nyatanya tidak hanya dibangun dari obat-obatan, melainkan dari interaksi sosial yang memanusiakan mereka.

BACA JUGA  Meskipun Dihari Libur, Polsek Tanah Abang Selalu Menjaga Situasi Kamtibmas dalam Wilayah Hukumnya

Momentum Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini menyoroti potret krusial: mengabaikan kesehatan lansia berarti menimbun bom waktu sosial dan ekonomi di masa depan. Menjaga mereka tetap sehat, aktif, dan mandiri secara preventif adalah investasi kemanusiaan yang mutlak dipenuhi demi mewujudkan ketahanan masyarakat yang sejahtera secara komprehensif.

Komitmen tajam inilah yang ditegaskan oleh Manager Communication, Relations & CSR Pertagas, Imam Rismanto. Menurutnya, payung program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Pertagas tidak dirancang untuk sekadar memberi bantuan karitatif sekali habis, melainkan bentuk penghormatan struktural atas dedikasi para lansia terhadap pembangunan bangsa selama ini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para lansia dapat terus menjalani masa tua dengan sehat, produktif, dan bahagia. Kami ingin memastikan akses layanan kesehatan preventif menyentuh kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk bergerak bersama, lebih peduli, dan memastikan mereka menua dengan bermakna dan mandiri,” tegas Imam Rismanto.

BACA JUGA  POSE RI Gelar Aksi Besar di Mapolda Sumsel, Desak Penindakan Mafia Minyak Ilegal di Bayung Lencir

Ketika senja mulai turun di Desa Pangkul, para lansia pulang dengan langkah yang lebih mantap. Di tangan mereka, bukan hanya rekam medis yang kini mereka pahami, melainkan sebuah keyakinan baru bahwa di sisa usia, mereka tidak berjalan sendirian.

 

Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!
Gas Pol! Pasca Dilantik, Kadis PU Lahat Jefran Azsyapputra Langsung Kawal MoU Strategis Perbaikan Jalan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru