tintamerahNEWS -, Menua adalah kepastian, namun tetap berdaya dan merdeka dari belenggu penyakit di masa tua adalah sebuah perjuangan. Di balik dinding Sekolah Lansia Harapan Bunda, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, gurat-gurat keriput di wajah puluhan lanjut usia (lansia) tak mampu menyembunyikan binar kepedulian yang selama ini mereka rindukan.
Kamis pagi yang bening (29/5), sebanyak 70 jiwa yang telah kenyang makan asam garam kehidupan berkumpul. Mereka bukan sekadar datang untuk menimbang berat badan atau mengulurkan lengan untuk dililit manset tensimeter. Kehadiran mereka di sana—dalam rangka menyemarakkan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN)—adalah wujud dari sebuah kesadaran tinggi: menolak untuk pasrah pada rapuhnya usia ringkih.
Program pemeriksaan kesehatan gratis yang diinisiasi oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) melalui unit operasinya, Operation South Sumatera Area (OSSA), hadir sebagai jawaban konkret atas senyapnya jeritan kebutuhan preventif di tingkat tapak. Melalui serangkaian skrining medis menyeluruh dan konsultasi klinis, para lansia diajak mengenali musuh tak tampak di dalam tubuh mereka lebih dini—mulai dari hipertensi, diabetes, hingga gangguan metabolik lainnya.
Lusi Lestriani, seorang Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Desa Pangkul sekaligus motor penggerak Sekolah Lansia Harapan Bunda, menatap haru antrean yang tertib tersebut. Baginya, intervensi medis jemput bola seperti ini bukan sekadar rutinitas formalitas korporasi, melainkan oase yang sangat dinantikan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kegiatan ini membantu para lansia mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, sekaligus memberikan semangat baru karena mereka merasa benar-benar diperhatikan, tidak dilupakan oleh zaman,” ujar Lusi dengan nada tegas namun penuh haru.
Lebih dari sekadar ruang klinis, tenda dan ruangan pemeriksaan hari itu mendadak menjelma menjadi ruang sosial yang hangat. Riuh rendah tawa, saling tukar cerita tentang cucu, hingga saling menyemangati untuk mengurangi konsumsi garam dan gula, mengalir natural. Kualitas hidup di masa tua nyatanya tidak hanya dibangun dari obat-obatan, melainkan dari interaksi sosial yang memanusiakan mereka.
Momentum Hari Lanjut Usia Nasional tahun ini menyoroti potret krusial: mengabaikan kesehatan lansia berarti menimbun bom waktu sosial dan ekonomi di masa depan. Menjaga mereka tetap sehat, aktif, dan mandiri secara preventif adalah investasi kemanusiaan yang mutlak dipenuhi demi mewujudkan ketahanan masyarakat yang sejahtera secara komprehensif.
Komitmen tajam inilah yang ditegaskan oleh Manager Communication, Relations & CSR Pertagas, Imam Rismanto. Menurutnya, payung program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Pertagas tidak dirancang untuk sekadar memberi bantuan karitatif sekali habis, melainkan bentuk penghormatan struktural atas dedikasi para lansia terhadap pembangunan bangsa selama ini.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para lansia dapat terus menjalani masa tua dengan sehat, produktif, dan bahagia. Kami ingin memastikan akses layanan kesehatan preventif menyentuh kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk bergerak bersama, lebih peduli, dan memastikan mereka menua dengan bermakna dan mandiri,” tegas Imam Rismanto.
Ketika senja mulai turun di Desa Pangkul, para lansia pulang dengan langkah yang lebih mantap. Di tangan mereka, bukan hanya rekam medis yang kini mereka pahami, melainkan sebuah keyakinan baru bahwa di sisa usia, mereka tidak berjalan sendirian.
Editor: tintamerah.co















