PALI | tintamerah.co -, Langkah tegas diambil oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Damkar PALI secara masif menyalurkan 153 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga instansi vertikal di Bumi Serepat Serasan.
Kepala Damkar PALI, Rizal Pahlefi, AP., M.Si., menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mendesak untuk memperkuat pertahanan dini terhadap potensi ancaman kebakaran pada fasilitas publik dan aset vital negara.
“Penyaluran ini adalah bentuk langkah nyata kita dalam mengantisipasi risiko kebakaran di lingkungan kerja. Berdasarkan data, total ada 153 unit APAR yang didistribusikan, dengan rincian 136 unit berukuran 3 kg dan 17 unit berukuran 6 kg,” ungkap Rizal Pahlefi dalam wawancara di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2026).
Kualitas Standar Industri, Keamanan Prioritas Utama
Rizal menekankan bahwa pemilihan jenis APAR yang disalurkan tidak dilakukan sembarangan. Ia memastikan bahwa peralatan yang disalurkan memiliki standar kualitas yang sama dengan yang digunakan oleh perusahaan migas berskala nasional.
“APAR ini merupakan standar yang dimanfaatkan oleh Pertamina, sehingga kualitas dan efektivitasnya dalam menangani kebakaran tahap awal sangat terjamin dan lebih aman,” ujar Rizal dengan nada tegas.
Merujuk pada dokumen daftar pembagian APAR sebagaimana yang diterima redaksi tintamerah.co, instansi yang menerima bantuan ini meliputi berbagai sektor vital, mulai dari instansi pendidikan, kesehatan seperti RSUD Talang Ubi, hingga instansi keamanan seperti Polres PALI dan Brimob PALI hingga Kejari PALI.
Kesiapan Sumber Daya Manusia: Pelatihan Menjadi Kunci
Tidak hanya fokus pada penyediaan alat, Rizal menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan APAR. Ia memastikan bahwa program ini telah dirancang secara matang sejak jauh hari.
“Kami tidak hanya memberikan alatnya saja. Sebagai langkah persiapan, pada awal April 2026 lalu, kami telah melaksanakan pelatihan penggunaan APAR kepada dua orang perwakilan dari masing-masing OPD penerima. Jadi, setiap instansi kini memiliki personel yang terlatih dan sigap dalam menangani potensi kebakaran awal,” jelas Rizal.
Komitmen Mitigasi Berkelanjutan
Kepala Damkar PALI ini memastikan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada tahap distribusi. Ke depannya, ia berkomitmen untuk terus mengawal pemanfaatan alat tersebut melalui evaluasi dan pemantauan secara berkala.
“Kami berharap dengan adanya APAR ini dan dukungan personel yang sudah terlatih, setiap instansi memiliki pertahanan pertama jika terjadi ancaman kebakaran, sehingga kerugian aset daerah dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkas Rizal.
Langkah inisiatif yang diambil Damkar PALI ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten PALI serius dalam memitigasi risiko kebakaran di lingkungan kerja. Dengan tersedianya alat pemadam standar industri dan personel yang kompeten di setiap instansi, diharapkan tercipta ketenangan bagi seluruh pegawai serta terjaganya aset daerah dari bencana yang tidak diinginkan.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















