PALI | tintamerah.co -, Rentetan insiden maut akibat kebocoran dan ledakan pipa migas di wilayah Bumi Serepat Serasan akhirnya mencapai titik puncak. Anggota DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sarnubi, menegaskan bahwa pihaknya secara resmi telah melayangkan panggilan kepada pihak manajemen Pertamina untuk hadir di Kantor DPRD PALI pada Senin, 9 Maret 2026, pukul 14.00 WIB.
Panggilan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya meminta pertanggungjawaban nyata atas hilangnya nyawa warga dan hancurnya ekosistem lingkungan akibat kelalaian infrastruktur.
Fakta Pahit: Dari Talang Akar hingga Desa Benuang
Sarnubi menyoroti kondisi lapangan yang kian mengkhawatirkan. Menurut data yang dihimpun, wilayah Talang Akar dan Desa Benuang menjadi titik merah yang paling sering terdampak.
Di Bumi Serepat Serasan, warga harus hidup di bawah bayang-bayang pipa tua yang rawan meledak, di mana insiden api yang menyambar permukiman telah mengakibatkan kerugian material yang besar. Sementara itu, di Desa Benuang (lokasi Pertamina Adera Field), kebocoran line pipa telah menyebabkan pencemaran sungai dan lahan pertanian, hingga memakan korban jiwa akibat paparan langsung maupun insiden fatal di area operasional.
“Kita tidak bisa lagi menutup mata. Di Talang Akar dan Benuang, warga kita sudah ada yang luka-luka, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Ini fakta lapangan yang pahit dan harus dijawab langsung oleh Pertamina,” tegas Sarnubi kepada tintamerah.co saat silaturahmi puasa ramadhan 1447 H di Kantor DPD PKS Kabupaten PALI, Minggu (8/3/2026).
Media Diminta Kawal Fakta Lapangan
Dalam keterangannya, legislator PKS ini juga secara khusus mengundang rekan-rekan media yang telah berhadir dan memantau kondisi di lapangan untuk mengawal rapat besok.
“Kami sangat berharap kehadiran kawan-kawan media. Jangan sampai fungsi pengawasan di lapangan dan apa yang terjadi di pintu-pintu kejadian kemarin terlupakan. Fakta-fakta yang kalian temukan di lapangan harus disampaikan langsung ke pihak Pertamina besok jam 2 siang,” tambah Sarnubi.
Tuntut Perbaikan Total dan Kompensasi
Sarnubi menegaskan bahwa Komisi di DPRD PALI akan mendesak Pertamina untuk melakukan audit menyeluruh terhadap jalur pipa yang sudah usang dan memastikan kompensasi yang adil bagi keluarga korban serta pemulihan lingkungan yang terdampak.
“Masyarakat PALI sudah cukup bersabar. Besok kita akan duduk bersama di Kantor DPRD. Kita ingin solusi konkret, bukan sekadar janji-janji teknis di atas kertas,” pungkas Sarnubi.
Agenda Rapat Dengar Pendapat:
- Waktu: Senin, 9 Maret 2026, Jam 14.00 WIB (Siang Ini)
- Lokasi: Kantor DPRD PALI
- Fokus Utama: Pertanggungjawaban insiden pipa di Talang Akar & Desa Benuang, Standar Keamanan Infrastruktur, dan Penanganan Korban.
Penulis: ej@ | Editor: Efran















