PALI | tintamerah.co -, Bau menyengat dugaan praktik kotor di tubuh Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Adera Field kian menusuk hidung. Tak lagi sekadar kritik di atas kertas, Lembaga Swadaya Masyarakat Laporan Informasi Dokumentasi Korupsi (LSM LIDIK) Kabupaten PALI kini resmi “menabuh genderang perang” terhadap gurita nepotisme yang diduga kuat telah mengakar.
Ketua LSM LIDIK PALI, Dedi Handayani, dengan nada lugas, tegas, dan berapi-api, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat PALI untuk tidak lagi diam. Ia mendesak semua pihak yang merasa haknya dirampas oleh praktik “titipan orang dalam” untuk bersuara keras dan merapatkan barisan.
“Jangan Membungkam atau Kami Anggap Benar!”
Dedi Handayani menyoroti bungkamnya manajemen Pertamina terkait karut-marut lelang proyek dan proses rekrutmen karyawan. Menurutnya, sikap diam korporasi adalah bentuk pengakuan secara tidak langsung atas bobroknya sistem internal mereka.
“Kami dari LSM LIDIK mendesak pihak Pertamina Adera untuk segera buka suara. Jangan membungkam! Jika terus diam, maka disinyalir kuat bahwa dugaan praktik kotor lelang proyek dan rekrutmen karyawan titipan di PHR Zona 4 Adera Field itu memang benar-benar ada dan nyata,” tegas Dedi dengan raut wajah serius kepada tintamerah.co, Sabtu (28/3/2026).
Konsolidasi Besar: LIDIK, PP, dan Rakyat PALI Bersatu
Kemarahan LSM LIDIK kini bertransformasi menjadi aksi nyata. Dedi menyatakan pihaknya tengah membangun komunikasi intensif dengan ormas Pemuda Pancasila (PP) serta mengajak tokoh pemuda, mahasiswa, dan buruh lokal untuk bergabung dalam satu barisan perjuangan.
“Saya serukan kepada seluruh elemen masyarakat PALI, para pemuda, dan pejuang keadilan: jangan jadi penonton di tanah sendiri! Mari rapatkan barisan, satukan kekuatan. LSM LIDIK siap memimpin gerakan bersama Pemuda Pancasila untuk mengepung Kantor Pertamina Adera dan SKK Migas Sumbagsel,” cetus Dedi dengan nada tinggi.
Rencana aksi demo besar-besaran ini menjadi puncak akumulasi kekecewaan masyarakat Bumi Serepat Serasan yang merasa hanya mendapatkan “asap dan debu”, sementara kue pembangunan dan lapangan kerja hanya dinikmati segelintir elite dan vendor luar yang memiliki “akses khusus”.
Konfirmasi Berujung Jalan Buntu
Tim redaksi tintamerah.co telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PHR Zona 4 dan SKK Migas Sumbagsel pada Jumat (27/3/2026). Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi yang mampu mengklarifikasi sengkarut rekrutmen dan monopoli proyek yang terus menggelinding liar.
Ketertutupan informasi ini seolah mengonfirmasi investigasi tintamerah.co sebelumnya mengenai “Borok di Tubuh Pertamina Adera” yang mengupas tuntas dominasi vendor luar dan pengabaian terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan serta hak-hak masyarakat lokal.
Kini, bola panas ada di tangan manajemen Pertamina. Apakah mereka akan terus memilih bungkam di balik tembok keamanan, atau berani menghadapi gelombang massa yang kian membesar? Satu yang pasti, bagi LSM LIDIK dan rakyat PALI, waktu untuk berdialog telah usai, kini saatnya perlawanan nyata.
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















