PALI | tintamerah.co -, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan tengah menjadi sorotan publik atas lompatan eksponensial di sektor kesehatan. Setelah sukses merampungkan pembangunan Gedung A yang kini megah berdiri, RSUD Talang Ubi resmi menatap masa depan sebagai rumah sakit rujukan utama dengan target kenaikan status menjadi Tipe B.
Prestasi gemilang ini tak lepas dari “tangan dingin” Bupati PALI, Asgianto. Politisi muda ini membuktikan kualitas kepemimpinannya dengan melakukan lobi-lobi strategis ke tingkat nasional. Bukan sekadar menunggu APBD yang terbatas, Asgianto justru berhasil “memaksa” pemerintah pusat untuk melirik PALI, hingga sukses menggondol dana segar sebesar Rp121 Miliar—bahkan diproyeksikan mencapai Rp150 Miliar—dari APBN melalui Kemenkes RI.
Direktur RSUD Talang Ubi, dr. Ronald Aprinaldi, dalam wawancara eksklusif bersama tintamerah.co di ruang kerjanya pada Jumat (24/4/2026), menegaskan bahwa rampungnya Gedung A hanyalah permulaan dari visi besar pemerintah daerah.
“Pembangunan Gedung A ini merupakan bagian dari penguatan layanan kesehatan sekaligus mendukung program Public Health Target Center (PHTC). Ini adalah program gerak cepat layanan yang menjadi prioritas kami,” tegas dr. Ronald dengan nada lugas.
Jemput Bola: Strategi Inovatif di Era Baru
Menurut dr. Ronald, transformasi RSUD Talang Ubi adalah hasil dari keberanian inovasi dan kreativitas dalam menjemput bola ke pusat. Pihaknya kini tengah mempersiapkan pembangunan Gedung B yang akan difokuskan untuk layanan spesialis penyakit mematikan.
“Kami sedang menyiapkan layanan KJSU-KIA, yaitu penanganan Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak. Ini adalah layanan besar yang sangat dibutuhkan masyarakat. Insya Allah, akhir Mei ini akan ada titik terang dari Kemenkes RI, dan rencana groundbreaking (peletakan batu pertama) akan dilakukan sekitar bulan Juli mendatang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Ronald menekankan bahwa seluruh pembiayaan pembangunan layanan KJSU ini murni bersumber dari APBN. “Kita tidak mengganggu pos anggaran lain. Kami di RSUD sebagai penerima manfaat (user), tinggal terima kunci. Ini adalah kebanggaan luar biasa karena kita bisa menjembatani komunikasi ke pusat. Sekarang bukan lagi eranya hanya duduk diam menunggu,” tambahnya lagi.
Melanjutkan Cita-Cita, Mengukir Prestasi
Langkah berani Bupati Asgianto ini dinilai sebagai manifestasi nyata dalam menuntaskan cita-cita besar pemimpin sebelumnya, Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM. Sebagaimana dilaporkan dalam opini tintamerah.co, Asgianto kini berada di garda terdepan untuk mewujudkan PALI yang mandiri secara layanan kesehatan.
Keberhasilan meraih anggaran ratusan miliar rupiah di tengah ketatnya persaingan antar daerah membuktikan bahwa Bupati Asgianto memiliki jaringan yang kuat di level pusat. Hal ini selaras dengan laporan sebelumnya mengenai update pembangunan RSUD yang terus dipantau secara ketat, termasuk oleh Kepala Dinas Perkim PALI, Ristanto Wahyudi, guna memastikan proyek Mercusuar Kesehatan ini berjalan sesuai target.
Dengan pembangunan yang terus dikebut, RSUD Talang Ubi tidak hanya akan berubah secara fisik dengan gedung-gedung modern, tetapi juga mengalami transformasi sistem layanan yang lebih responsif dan berstandar nasional.
“Harapan kami besar. Dukungan dari masyarakat dan sinergi lintas sektor, termasuk peran media dalam mengawal transparansi, menjadi energi bagi kami untuk terus berinovasi,” tutup dr. Ronald.
Kini, warga PALI tidak perlu lagi jauh-jauh keluar daerah untuk mendapatkan penanganan medis spesialis. Di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto, RSUD Talang Ubi sedang bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan yang tidak hanya megah secara infrastruktur, tapi juga tangguh secara pelayanan.
Penulis: Alber Irawan | Editor: Efran















