PALI | tintamerah.co -, Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Bumi Serepat Serasan. Mantan Bupati PALI, Heri Amalindo, melakukan peninjauan langsung ke gedung sekolah bekas kantor KPU PALI yang diproyeksikan menjadi cikal bakal kampus Politeknik PALI. Langkah ini diambil untuk menjawab keresahan masyarakat mengenai tingginya biaya pendidikan tinggi yang memaksa anak muda harus merantau ke luar kota.
Dalam kunjungannya pada Minggu (8/3/2026), Heri Amalindo menegaskan bahwa persiapan fisik bangunan akan menjadi prioritas utama sebelum penerimaan mahasiswa baru dimulai.
Rehabilitasi Total dan Standar Akademik
Meskipun gedung yang akan digunakan sudah tersedia, Heri mengakui masih banyak aspek yang perlu diperbaiki agar layak menjadi pusat perkuliahan yang representatif.
“Kita lihat kondisi gedung ini baru saja habis masa sewanya. Masih ada sekitar 50% bagian yang perlu direhabilitasi, mulai dari pengecatan, pembersihan lingkungan, hingga penataan ulang tata letak ruangan sesuai standar LLDIKTI,” ujar Heri Amalindo di sela-sela peninjauannya kepada tintamerah.co.
Ia menambahkan, saat ini baru tersedia dua ruang kelas, sementara kebutuhan minimal untuk operasional awal adalah lima hingga enam kelas. “Kami targetkan dalam 4-5 bulan ke depan, proses upgrade ini selesai dan Politeknik PALI siap beroperasi,” tambahnya optimis.
Efisiensi Biaya: Pendidikan Berkualitas, Dompet Tetap Terjaga
Salah satu poin paling tajam yang disampaikan Heri Amalindo adalah aspek ekonomi pendidikan. Ia menyoroti betapa besarnya beban finansial orang tua jika harus menguliahkan anak ke kota besar seperti Palembang.
“Kalau kuliah di luar kota, orang tua harus memikirkan uang kontrakan, makan sehari-hari, hingga transportasi. Di sini, anak-anak PALI bisa pulang ke rumah, makan di rumah, tidak perlu kontrak. Biayanya mungkin tidak sampai 30% dari biaya kuliah di luar kota,” tegasnya.
Heri ingin mematahkan stigma bahwa pendidikan berkualitas harus mahal dan jauh. Dengan adanya Politeknik PALI, ia berharap akses pendidikan tinggi menjadi lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pesan Moral: Menuntut Ilmu adalah Ibadah
Menutup kunjungannya, tokoh yang dikenal dekat dengan masyarakat ini memberikan pesan moral yang menyentuh. Mengutip nilai-nilai agama, ia mengingatkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban seumur hidup.
“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, dan carilah ilmu hingga ke liang lahat. Kami menyiapkan fasilitas ini agar anak-anak kita di PALI punya masa depan yang kompetitif. Grand desain kami adalah menjadikan Politeknik PALI mampu bersaing dengan Politeknik lain di wilayah Selatan,” pungkasnya.
Hadirnya Politeknik PALI diharapkan tidak hanya menjadi mercusuar pendidikan, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal dengan mencetak sumber daya manusia yang siap kerja tanpa harus meninggalkan tanah kelahiran.
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















