PALI | tintamerah.co – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) terus menekan pedal gas dalam melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur di tahun anggaran 2026. Langkah agresif ini diambil demi merealisasikan target konektivitas wilayah yang kokoh sekaligus menjawab langsung aspirasi mendasar masyarakat di berbagai pelosok desa.
Komitmen pembangunan ini ditegaskan secara rinci oleh Sekretaris Dinas PUTR Kabupaten PALI, Hilmansyah, dalam sebuah wawancara eksklusif di ruang kerjanya pada Senin (18/5/2026). Dirinya menyatakan bahwa dinamika pengerjaan fisik tahun ini difokuskan pada penyelesaian sejumlah ruas jalan utama, jembatan strategis, hingga kelanjutan tender ulang demi memastikan seluruh proyek berjalan di atas koridor regulasi yang ketat dan berkualitas tinggi.
Langkah taktis Dinas PUTR PALI sepanjang tahun 2026 ini sejalan dengan laporan mendalam tintamerah.co sebelumnya mengenai bedah roadmap jangka panjang daerah (“Akselerasi Infrastruktur Dinas PUTR PALI Bedah Roadmap PALI Maju Menuju Indonesia Emas 2045”). Dalam blueprint tersebut, penguatan jaringan jalan dan jembatan diposisikan sebagai pilar utama akselerasi ekonomi daerah demi mengeluarkan wilayah terisolasi dan menyongsong integrasi nasional berkelanjutan.
Kukuy Diprioritaskan: Target Rigid Beton Rp1,2 Miliar
Salah satu fokus utama pengerjaan fisik jalan tahun ini adalah koridor strategis yang menghubungkan Dusun Tiga Sungai Langan menuju Desa Kukuy hingga Simpang Rajo, yang memiliki total panjang bentangan mencapai 15 kilometer.
“Tahun ini kita fokus menangani area pangkal sepanjang kurang lebih 4 kilometer lebih dari Dusun Tiga Sungai Langan sampai ke Kukuy. Di area tersebut memang belum ada penanganan cor beton, baru pengerasan, namun kondisi bawahnya sudah mantap dan tidak bergerak lagi karena sudah krokos. Melalui APBD tahun ini, kita kucurkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk peningkatan mutu jalan menggunakan konstruksi rigid beton—wajib beton,” ujar Hilmansyah dengan nada tegas.
Dinas PUTR PALI sengaja menyelesaikan pengerjaan secara bertahap mulai dari bagian pangkal jalan. Pihaknya juga tengah melayangkan usulan taktis melalui dana Bantuan Keuangan Provinsi (BKPK) agar sisa ruas jalan tersebut bisa ditembus hingga ke pusat Desa Kukuy secara menyeluruh.
Menuntaskan PR Perbatasan dan Pemeliharaan Jalur Utama
Tidak hanya bertumpu pada wilayah Kukuy, Dinas PUTR PALI juga bergerak cepat menuntaskan proyek-proyek warisan tahun lalu yang belum rampung secara penuh. Di antaranya adalah jalur penghubung Talang Ritam menuju batas Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
“Untuk Talang Ritam menuju batas Muba, sisa anggaran tahun ini kita fungsikan untuk menuntaskan sepanjang 700 meter lagi. Secara kalkulasi teknis, kami sebenarnya masih membutuhkan sekitar 3 kilometer lagi agar jalur ini benar-benar tuntas terhubung sempurna,” jelas Sekretaris Dinas PUTR tersebut.
Secara paralel, pembangunan berkala pada poros Pengabuan hingga Pengabuan Timur terus digulirkan. Dinas PUTR memproyeksikan target progresif sekitar 500 meter hingga 1 kilometer per tahun pada ruas tersebut. Dengan skema kontinuitas ini, jalur Pengabuan ditargetkan rampung total dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun ke depan.
Sejumlah titik krusial yang selama ini menjadi catatan dan Pekerjaan Rumah (PR) besar dinas juga mulai dieksekusi. Ruas jalan di Simpang Solar dan Curup Tanabang dipastikan mendapat sentuhan perbaikan tahun ini. “Untuk ruas Curup Tanabang, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar guna menangani jalan sepanjang kurang lebih 1,3 kilometer secara bertahap,” tambahnya.
Suntikan Dana BKPK dan Proyek Jembatan Bernilai Miliaran Rupiah
Guna menyiasati keterbatasan postur APBD, Dinas PUTR Kabupaten PALI bergerak agresif melayangkan usulan dana eksternal melalui mekanisme BKPK. Salah satu usulan prioritas berbiaya besar adalah pembangunan jembatan pipa di dalam Desa Sungai Ibul yang membelah Sungai Ibul dengan estimasi usulan anggaran mencapai Rp5 miliar. Jembatan ini dinilai vital karena jalur alternatif kiri dan kanannya sempat diupayakan melalui program CSR namun membutuhkan penanganan permanen.
Di sisi lain, Hilmansyah tidak menampik adanya dinamika teknis di lapangan, termasuk proses lelang ulang pada beberapa paket pengerjaan strategis. “Ada beberapa kegiatan kami yang harus masuk proses tender ulang, termasuk proyek di kawasan perlambatan dan jalur Talang Akar. Untuk Talang Akar saat ini statusnya masih dalam proses lelang ulang,” ungkapnya lugas.
Namun demikian, kabar baik datang dari proyek infrastruktur bentang panjang di wilayah Tempirai. Pembangunan Jembatan Tempirai yang berlokasi di Dusun VIII Tempirai dipastikan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Proyek bernilai fantastis sebesar Rp7 miliar ini telah resmi berkontrak dengan pihak ketiga, yaitu PT Perteksindo.
Terkait usulan pembangunan di Dusun VII Tempirai yang sempat diwacanakan melintasi jalur Tenggara, Hilmansyah menegaskan skema prioritasnya. “Prinsipnya kita selesaikan jembatannya terlebih dahulu karena itu merupakan akses penyeberangan yang sangat krusial bagi masyarakat sekitar. Setelah jembatan selesai, kelanjutan akses jalan sepanjang 1 kilometer akan kita upayakan masuk di APBD Perubahan, atau opsi paling rasional sudah kita plot masuk perencanaan tahun 2027. Kebutuhan anggarannya berkisar Rp5 milar karena spesifikasinya wajib menggunakan standar cor beton kualitas tinggi K250,” terangnya secara detail.
Pemerataan Jalan Setapak dan Pemetaan Aspirasi Perkotaan
Menjawab pertanyaan mengenai proyek peningkatan asfal dan jalan setapak, Hilmansyah menjelaskan bahwa porsi pengaspalan tahun ini akan sangat bergantung pada realisasi dana BKPK, utamanya untuk melanjutkan pengaspalan di wilayah dalam kota yang masih menyisakan banyak titik, seperti kawasan Talang Kemang serta jalur Jalan 2 yang saat ini kondisinya sudah mulai aus.
Sementara untuk infrastruktur skala lingkungan atau jalan setapak, Dinas PUTR melakukan pembatasan volume pengerjaan. Berdasarkan pembagian tupoksi terbaru, jalan lingkungan yang memiliki spesifikasi lebar kurang lebih 2 meter dialihkan pengerjaannya ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) PALI.
“Di Dinas PUTR porsi jalan setapak tahun ini ada, tapi jumlahnya tidak banyak. Pengerjaannya tersebar di beberapa titik strategis, antara lain di kawasan Handayani, Talang Akar, Semangos, dan wilayah Betung. Seluruh data permintaan masyarakat, termasuk dari pihak Muhammadiyah, arah Talang Mering, hingga wilayah yang cukup jauh seperti Sungai Baung, sudah kami himpun ke dalam pangkalan data dinas untuk intervensi pembangunan berkelanjutan,” pungkas Hilmansyah menutup wawancara.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















