PALI | tintamerah.co -, Gerakan reformasi dan keterbukaan di sektor pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan terus bergerak cepat tanpa kompromi. Setelah sukses meyakinkan berbagai lini penting di Bumi Serepat Serasan, pemegang mandat Forum Komite Sekolah (FKS) Kabupaten PALI sekaligus jurnalis Tintamerah.co, Efran, secara resmi melakukan audiensi tatap muka dengan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten PALI yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Negeri Dua Talang Ubi, Irwansyah. Pertemuan strategis ini berlangsung hangat namun sarat substansi di ruang kerja Kepala Sekolah pada Rabu (17/6/2026).
Langkah taktis yang diambil Efran ini merupakan kelanjutan dari komitmen besar “tancap gas” yang ia canangkan sejak awal menerima mandat resmi dari Ketua Umum FKS Sumatera Selatan, Suparman Romans. Sebelum melangkah ke PGRI, rekam jejak perjuangan Efran telah lebih dulu menembus dinding-dinding birokrasi vital, mulai dari koordinasi ke Dinas Pendidikan PALI, membangun kesepahaman dengan Sekretariat Dewan Pendidikan, hingga menemui langsung Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI. Dalam rangkaian safari tersebut, Ketua DPRD PALI secara tegas memberikan kepercayaan penuh kepada Efran dan menilai latar belakangnya sebagai wartawan senior justru menjadi modal strategis dan kekuatan utama dalam mengawal transparansi sekolah, agar komite tidak lagi sekadar menjadi stempel legalisasi pungutan liar.
Dalam audiensi tersebut, Irwansyah selaku pucuk pimpinan organisasi profesi guru di PALI menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran FKS di bawah nakhoda seorang jurnalis. Irwansyah menegaskan bahwa PGRI PALI sangat mendukung setiap upaya sinergitas yang bertujuan membangun dunia pendidikan dari segala aspek. Menurutnya, di era modern saat ini, dukungan serta keterlibatan aktif media massa sangat krusial dalam menyokong program-program positif yang ada di lembaga sekolah.
Irwansyah juga menyampaikan pandangan moral yang sangat mendalam terkait anggapan sebagian pihak yang meragukan latar belakang wartawan dalam mengurus komite sekolah. Berdasarkan rekaman pernyataan resminya, Irwansyah secara blak-blakan meminta semua pihak di lingkungan pendidikan untuk membuang jauh-jauh sikap antipati dan alergi terhadap elemen-elemen di luar sekolah, termasuk media dan lembaga independen seperti FKS.
“Jangan pula alergi dengan hal-hal di luar sekolah, karena kita ini kadang-kadang melihat diri kita sudah ada sesuatu yang pas, padahal orang lain melihat mungkin masih ada perlu perbaikan-perbaikan,” ujar Irwansyah secara lugas dan terbuka.
Lebih lanjut, Ketua PGRI PALI ini menegaskan bahwa latar belakang profesi seseorang bukanlah hambatan, sepanjang niat dan kerja yang dilakukan didasari oleh sikap profesional demi kemajuan anak bangsa. Baginya, perspektif atau kacamata tajam seorang wartawan jika digabungkan dengan semangat pembenahan pendidikan justru akan melahirkan sinergi luar biasa untuk menutup celah-celah kekurangan yang selama ini mungkin tidak terlihat oleh pihak internal sekolah.
Di akhir pertemuan, Irwansyah menitipkan pesan moral yang kuat kepada pengurus FKS dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Bumi Serepat Serasan. Ia mengingatkan kembali bahwa tanggung jawab mendidik anak bangsa bukanlah beban tunggal yang dipikul oleh pihak sekolah saja, melainkan investasi jangka panjang bersama yang melibatkan orang tua, masyarakat, dan seluruh elemen daerah. Kehadiran FKS PALI diharapkan mampu menjadi jembatan kokoh yang menghubungkan ekspektasi wali murid dengan transparansi tata kelola sekolah, demi melahirkan generasi muda PALI yang berdaya saing tinggi.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















