PALI | tintamerah.co -, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan bergerak cepat mempersiapkan strategi berlapis guna mengantisipasi ancaman krisis pangan dan meredam lonjakan harga komoditas strategis sepanjang tahun 2026. Di tengah tantangan fluktuasi harga global dan ancaman cuaca ekstrem, pemerintah daerah berkomitmen memastikan isi piring masyarakat tetap aman dan terjangkau.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, dalam wawancara eksklusif bersama tintamerah.co di ruang kerjanya pada Rabu (17/6/2026). Khairiman memaparkan tiga langkah taktis yang menjadi fokus instansinya, mulai dari stabilitas pasar, kemandirian pangan skala rumah tangga, hingga kesiapan lumbung pangan daerah.
Gerakan Pangan Murah (GPM): Senjata Pamungkas Penjaga Daya Beli
Menjawab tantangan fluktuasi harga yang kerap mencekik kantong masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan PALI memastikan Gerakan Pangan Murah (GPM) tidak sekadar menjadi program seremonial, melainkan agenda rutin yang menyasar momen-momen krusial.
“GPM ini sebenarnya setiap momen tetap kami laksanakan dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat. Kami ingin pangan itu terinstitusi dengan baik dan harganya juga murah,” ujar Khairiman kepada tintamerah.co.
Ia membeberkan bahwa menjelang Idul Fitri lalu, GPM telah sukses digelar sebanyak dua kali, disusul satu kali pelaksanaan menjelang Idul Adha di Kecamatan Penukal. Khairiman menegaskan bahwa aksi pasar murah ini akan terus digulirkan pada momen-momen tertentu saat masyarakat sangat membutuhkan.
“Insya Allah di tahun 2026 ini GPM akan tetap konsisten kita lakukan untuk pengendalian inflasi. Mengenai komoditasnya, baik sebatas beras ataupun ditambah komoditas lain, itu sangat tergantung pada ketersediaan stok kita,” tambahnya.
Gertam Cabai: Sengaja ‘Menggugah’ demi Tekan Inflasi Rumah Tangga
Komoditas cabai selama ini dikenal sebagai salah satu ‘aktor utama’ penyumbang angka inflasi tertinggi di Bumi Serepat Serasan. Sadar akan hal itu, Dinas Ketahanan Pangan PALI terus menggaungkan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) melalui pemanfaatan pekarangan.
Khairiman mengakui, secara regulasi, urusan produksi skala luas bukanlah domain instansinya. Namun, demi kepentingan masyarakat, ego sektoral harus dikesampingkan.
“Kami sengaja melakukan gerakan itu untuk menggugah yang lain. Meskipun sebenarnya bukan kewenangan kita terkait gerakan memproduksi cabai ini, tapi kami membantu mendukung dengan memanfaatkan pekarangan,” lugas Khairiman.
Dinas Ketahanan Pangan secara masif telah membagikan bibit cabai gratis ke rumah-rumah warga hingga kantor-kantor pemerintahan. Dampaknya mulai terasa. Di lingkungan internal, beberapa pegawai negeri sipil (PNS) penerima manfaat melaporkan tanaman cabai mereka sudah berbuah dan siap konsumsi. Bahkan, pekarangan kantor Dinas Ketahanan Pangan sendiri kini sudah aktif berproduksi.
“Memang kami belum mengevaluasi secara menyeluruh ke semua penerima. Namun, untuk tahun anggaran 2027 nanti, kami berkomitmen akan menyokong Dinas Pertanian untuk memperluas produksi cabai ini, minimal di level skala rumah tangga,” cetusnya optimis.
Siaga Krisis: 72 Ton Beras Daerah dan Pasokan Pusat Siap Kucur
Bukan hanya fokus pada stabilitas harga harian, kesiapsiagaan menghadapi bencana tak terduga—seperti ancaman El Nino Godzilla—juga menjadi prioritas utama. Khairiman memastikan bahwa ketahanan pangan Kabupaten PALI saat ini berada dalam kondisi aman berkat adanya dua lapis cadangan pangan.
Lapis pertama bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Pusat. Tercatat ada sekitar 26.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten PALI yang dialokasikan menerima bantuan pangan ini. Setiap penerima akan mendapatkan paket berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
“Berdasarkan koordinasi dengan pihak Bulog, paling lambat tanggal 30 Juni ini bantuan pusat harus sudah didistribusikan ke seluruh wilayah PALI. Kemarin kita baru saja melakukan launching di Kelurahan Talang Ubi Barat, sisanya tinggal menunggu jadwal distribusi resmi dari Bulog,” jelasnya.
Sebagai benteng pertahanan kedua, Pemkab PALI memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) mandiri yang jumlahnya saat ini mencapai 72 ton beras. Stok ini disimpan rapi dan siap dikeluarkan kapan saja jika kondisi darurat mendesak.
“Kalau seandainya memang sangat dibutuhkan, kita siap untuk menyalurkannya segera. Cadangan pangan daerah ini sifatnya standby, kapan pun masyarakat membutuhkan karena situasi krisis atau bencana, kami siap distribusikan,” pungkas Khairiman dengan tegas.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















