Strategi Jitu Dinas Ketahanan Pangan PALI Redam Inflasi: Dari GPM Kontinu, Gertam Cabai, hingga Amankan Puluhan Ton Beras Siaga Bencana

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, saat memaparkan program kerja strategis 2026 terkait pengendalian inflasi dan kesiapan cadangan pangan daerah di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026). (Foto: Dok/ Anies)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, saat memaparkan program kerja strategis 2026 terkait pengendalian inflasi dan kesiapan cadangan pangan daerah di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026). (Foto: Dok/ Anies)

PALI | tintamerah.co -, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan bergerak cepat mempersiapkan strategi berlapis guna mengantisipasi ancaman krisis pangan dan meredam lonjakan harga komoditas strategis sepanjang tahun 2026. Di tengah tantangan fluktuasi harga global dan ancaman cuaca ekstrem, pemerintah daerah berkomitmen memastikan isi piring masyarakat tetap aman dan terjangkau.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, dalam wawancara eksklusif bersama tintamerah.co di ruang kerjanya pada Rabu (17/6/2026). Khairiman memaparkan tiga langkah taktis yang menjadi fokus instansinya, mulai dari stabilitas pasar, kemandirian pangan skala rumah tangga, hingga kesiapan lumbung pangan daerah.

Gerakan Pangan Murah (GPM): Senjata Pamungkas Penjaga Daya Beli

Menjawab tantangan fluktuasi harga yang kerap mencekik kantong masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan PALI memastikan Gerakan Pangan Murah (GPM) tidak sekadar menjadi program seremonial, melainkan agenda rutin yang menyasar momen-momen krusial.

“GPM ini sebenarnya setiap momen tetap kami laksanakan dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat. Kami ingin pangan itu terinstitusi dengan baik dan harganya juga murah,” ujar Khairiman kepada tintamerah.co.

Ia membeberkan bahwa menjelang Idul Fitri lalu, GPM telah sukses digelar sebanyak dua kali, disusul satu kali pelaksanaan menjelang Idul Adha di Kecamatan Penukal. Khairiman menegaskan bahwa aksi pasar murah ini akan terus digulirkan pada momen-momen tertentu saat masyarakat sangat membutuhkan.

BACA JUGA  Kapolres Pali Menjalin Kerjasama dengan Bapas kelas II Lahat

“Insya Allah di tahun 2026 ini GPM akan tetap konsisten kita lakukan untuk pengendalian inflasi. Mengenai komoditasnya, baik sebatas beras ataupun ditambah komoditas lain, itu sangat tergantung pada ketersediaan stok kita,” tambahnya.

Gertam Cabai: Sengaja ‘Menggugah’ demi Tekan Inflasi Rumah Tangga

Komoditas cabai selama ini dikenal sebagai salah satu ‘aktor utama’ penyumbang angka inflasi tertinggi di Bumi Serepat Serasan. Sadar akan hal itu, Dinas Ketahanan Pangan PALI terus menggaungkan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) melalui pemanfaatan pekarangan.

Khairiman mengakui, secara regulasi, urusan produksi skala luas bukanlah domain instansinya. Namun, demi kepentingan masyarakat, ego sektoral harus dikesampingkan.

“Kami sengaja melakukan gerakan itu untuk menggugah yang lain. Meskipun sebenarnya bukan kewenangan kita terkait gerakan memproduksi cabai ini, tapi kami membantu mendukung dengan memanfaatkan pekarangan,” lugas Khairiman.

BACA JUGA  Pihak Perusahaan SLR Berikan Alat Kesehatan Untuk Polindes Desa Lunas Jaya

Dinas Ketahanan Pangan secara masif telah membagikan bibit cabai gratis ke rumah-rumah warga hingga kantor-kantor pemerintahan. Dampaknya mulai terasa. Di lingkungan internal, beberapa pegawai negeri sipil (PNS) penerima manfaat melaporkan tanaman cabai mereka sudah berbuah dan siap konsumsi. Bahkan, pekarangan kantor Dinas Ketahanan Pangan sendiri kini sudah aktif berproduksi.

“Memang kami belum mengevaluasi secara menyeluruh ke semua penerima. Namun, untuk tahun anggaran 2027 nanti, kami berkomitmen akan menyokong Dinas Pertanian untuk memperluas produksi cabai ini, minimal di level skala rumah tangga,” cetusnya optimis.

Siaga Krisis: 72 Ton Beras Daerah dan Pasokan Pusat Siap Kucur

Bukan hanya fokus pada stabilitas harga harian, kesiapsiagaan menghadapi bencana tak terduga—seperti ancaman El Nino Godzilla—juga menjadi prioritas utama. Khairiman memastikan bahwa ketahanan pangan Kabupaten PALI saat ini berada dalam kondisi aman berkat adanya dua lapis cadangan pangan.

BACA JUGA  Mahasiswa Aktivis Desa PALI Gelar Audensi dengan Ketua IWO PALI

Lapis pertama bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Pusat. Tercatat ada sekitar 26.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten PALI yang dialokasikan menerima bantuan pangan ini. Setiap penerima akan mendapatkan paket berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

“Berdasarkan koordinasi dengan pihak Bulog, paling lambat tanggal 30 Juni ini bantuan pusat harus sudah didistribusikan ke seluruh wilayah PALI. Kemarin kita baru saja melakukan launching di Kelurahan Talang Ubi Barat, sisanya tinggal menunggu jadwal distribusi resmi dari Bulog,” jelasnya.

Sebagai benteng pertahanan kedua, Pemkab PALI memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) mandiri yang jumlahnya saat ini mencapai 72 ton beras. Stok ini disimpan rapi dan siap dikeluarkan kapan saja jika kondisi darurat mendesak.

“Kalau seandainya memang sangat dibutuhkan, kita siap untuk menyalurkannya segera. Cadangan pangan daerah ini sifatnya standby, kapan pun masyarakat membutuhkan karena situasi krisis atau bencana, kami siap distribusikan,” pungkas Khairiman dengan tegas.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Bidik Kemiskinan Ekstrem: Dinsos PALI Siap Tempel Stiker KPM Pasca-Pemutakhiran Data Tunggal dan Pacu Kemandirian Ekonomi
Bidik Kesejahteraan Merata, Dinsos PALI Perkuat Jaminan Sosial dan Akurasi Data di Tahun 2026
Menembus Batas Transparansi: FKS PALI Gandeng PGRI Wujudkan Pendidikan Bebas Alergi Kritik
Pangkas Tengkulak Lewat Digitalisasi dan Beras Analog: Terobosan Berani Dinas Ketahanan Pangan PALI Mandirikan Petani
Menembus Batas Keterbatasan: Jurus Kolaborasi DPPKB PALI Jinakkan Risiko Stunting dan Bangun Ketahanan Keluarga Berkelanjutan
DPPKB PALI 2026: Jurus Jitu Hadapi Keterbatasan, Fokus Pengendalian Penduduk dan Ketahanan Keluarga
PALI Kian Tercekik: Bukan Sekadar Langka dan Mahal, Tabung Gas 3 Kg Diduga “Disunat”
“Dinas Perindag PALI ‘Teriak’ ke Pertamina: Laporan ke Call Center 135 Cuma Angin Lalu!”

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:33 WIB

Bidik Kemiskinan Ekstrem: Dinsos PALI Siap Tempel Stiker KPM Pasca-Pemutakhiran Data Tunggal dan Pacu Kemandirian Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:15 WIB

Bidik Kesejahteraan Merata, Dinsos PALI Perkuat Jaminan Sosial dan Akurasi Data di Tahun 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:56 WIB

Menembus Batas Transparansi: FKS PALI Gandeng PGRI Wujudkan Pendidikan Bebas Alergi Kritik

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:57 WIB

Pangkas Tengkulak Lewat Digitalisasi dan Beras Analog: Terobosan Berani Dinas Ketahanan Pangan PALI Mandirikan Petani

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:36 WIB

Strategi Jitu Dinas Ketahanan Pangan PALI Redam Inflasi: Dari GPM Kontinu, Gertam Cabai, hingga Amankan Puluhan Ton Beras Siaga Bencana

Berita Terbaru