PALI Kian Tercekik: Bukan Sekadar Langka dan Mahal, Tabung Gas 3 Kg Diduga “Disunat”

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim investigasi tintamerah.co menemukan tabung gas elpiji 3 kg dengan segel rusak di wilayah PALI. Dari hasil pengecekan lapangan, segel tabung tersebut sangat mudah dilepas dengan tangan kosong, menguatkan dugaan adanya praktik

Tim investigasi tintamerah.co menemukan tabung gas elpiji 3 kg dengan segel rusak di wilayah PALI. Dari hasil pengecekan lapangan, segel tabung tersebut sangat mudah dilepas dengan tangan kosong, menguatkan dugaan adanya praktik "pengoplosan" isi tabung gas subsidi yang merugikan konsumen. Kasus ini saat ini sedang dalam penanganan pihak berwajib untuk penyelidikan lebih lanjut. (Foto ilustrasi AI Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Krisis gas elpiji 3 kg di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan bukan lagi sekadar persoalan kelangkaan atau harga yang mencekik leher. Investigasi lapangan tim tintamerah.co terbaru mengungkap fakta mengejutkan sekaligus meresahkan: beredarnya tabung gas bersubsidi dengan segel rusak di beberapa titik, termasuk wilayah Talang Ubi Bawah (Kelurahan Talang Ubi Timur) dan Rejosari (Kelurahan Talang Ubi Utara).

Praktik Curang di Tingkat Pangkalan

Di wilayah Rejosari, praktik penjualan gas jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah menjadi rahasia umum. Narasumber di lapangan menyebutkan, “Ngambilnya dengan siapa, Pak? Ini agen (IW) yang di Kalimacala. Harga belinya selawi (Rp25.000), jualnya Rp30.000.”

Temuan ini diperparah dengan kondisi fisik tabung yang mencurigakan. Segel pada tabung-tabung tersebut ditemukan sudah tidak utuh. “Yang jadi masalah, segelnya ini kita buka, nah lah rusak,” jelas narasumber sambil menunjukkan bukti segel yang lepas.

Jeritan Warga Talang Ubi Bawah

Keresahan serupa juga dirasakan oleh para pedagang dan konsumen di Talang Ubi Bawah. Seorang pemilik warung di wilayah tersebut mengungkapkan bahwa mereka sering menerima kiriman tabung yang segelnya sudah rusak atau bahkan tidak disegel sama sekali.

BACA JUGA  DISKOPUKM PALI Mengajak Para Pelaku Usaha untuk Mendaftarkan Usahanya

“Kami ini pedagang pusing, Pak. Kadang pas datang, segelnya sudah terbuka. Kami takut kalau isinya sudah dikurangi, tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak dijual warga tidak bisa masak. Kami ini hanya pengecer, tapi kalau isinya tidak penuh, kami yang disalahkan pembeli,” ungkap pemilik warung tersebut dengan nada kesal. Ia menambahkan bahwa kondisi segel yang rusak ini sudah sering dilaporkan namun belum ada solusi konkret di lapangan.

Sorotan juga tertuju pada segel pada tabung elpiji yang diduga dioplos. Saat dilakukan pengecekan, terlihat bahwa segel tabung tersebut sangat mudah dibuka dan dipasang kembali, yang mengindikasikan adanya celah bagi oknum untuk melakukan pengoplosan isi tabung.

Pedagang tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa segel yang rusak atau tidak sesuai seharusnya tidak diterima, karena keterbatasan informasi mengenai standar keamanan tabung yang sah.

BACA JUGA  Polsek Penukal Abab Hadiri Giat Karnaval Dan Pawai Di Kecamatan Penukal

Indikasi Kuat “Disunat”

Kondisi segel yang sudah rusak ini memunculkan kecurigaan bahwa isi gas telah berkurang. Narasumber di Rejosari bahkan menunjukkan betapa mudahnya tabung tersebut dibuka. “Dan ini pun juga bisa dibuka. Nah, galo-galo nah. Nah, itu terbuka galo segelnya nah,” ungkapnya.

“Ini indikasi kuat, dugaan kuat bahwa isinya lah bukan 3 kilo lagi karena inilah dio rusak. Ini dicuri isinya,” tegasnya.

Mendesak Aparat Penegak Hukum

Menanggapi praktik yang merugikan masyarakat ini, narasumber mendesak aparat untuk tidak tinggal diam. “Kita minta ini aparat penegak hukum untuk mengungkap ini,” ujar narasumber. Ia menegaskan bahwa distribusi gas dengan segel rusak tidak boleh dibiarkan.

“Nah harusnya Pak, kalau dio segelnya rusak ini jangan diambil, jangan diterima, tukar,” sarannya, sembari mengakui posisi sulit masyarakat. “Ya, kita kan make di rumah. Nah ini kan merugikan kita dewek. Ndak mungkin kita masak pakai kayu,” pungkasnya.

BACA JUGA  Gebrakan Investasi 2026: Kepala DPMPTSP PALI Siap Kawal Lonjakan PAD 400% dan Perketat Pengawasan Perusahaan Besar

Mengingatkan Kembali: Konsumen Berhak Menolak

Kondisi ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap distribusi elpiji 3 kg di PALI. Sebelumnya, tintamerah.co telah menerbitkan laporan berjudul “Segel Gas LPG 3kg Rusak Beredar di PALI, Disperindag: Konsumen Berhak Menolak.”

Dalam laporan tersebut, pihak terkait sudah memberikan peringatan tegas bahwa masyarakat memiliki hak penuh untuk menolak tabung gas dengan segel rusak. Namun, di lapangan, warga dan pemilik warung sering kali berada dalam posisi terjepit: menolak berarti tidak ada stok untuk dijual atau dipakai, menerima berarti menanggung kerugian karena potensi isi yang tidak sesuai.

Masyarakat PALI sudah cukup terbebani dengan harga yang mahal dan sulitnya mendapatkan stok. Jangan biarkan hak rakyat kembali dirampas oleh oknum-oknum yang bermain dengan takaran gas subsidi demi keuntungan pribadi.

Segera usut, tindak tegas, dan kembalikan hak rakyat!

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru