PALI | tintamerah.co -, Krisis gas elpiji 3 kg di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan bukan lagi sekadar persoalan kelangkaan atau harga yang mencekik leher. Investigasi lapangan tim tintamerah.co terbaru mengungkap fakta mengejutkan sekaligus meresahkan: beredarnya tabung gas bersubsidi dengan segel rusak di beberapa titik, termasuk wilayah Talang Ubi Bawah (Kelurahan Talang Ubi Timur) dan Rejosari (Kelurahan Talang Ubi Utara).
Praktik Curang di Tingkat Pangkalan
Di wilayah Rejosari, praktik penjualan gas jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah menjadi rahasia umum. Narasumber di lapangan menyebutkan, “Ngambilnya dengan siapa, Pak? Ini agen (IW) yang di Kalimacala. Harga belinya selawi (Rp25.000), jualnya Rp30.000.”
Temuan ini diperparah dengan kondisi fisik tabung yang mencurigakan. Segel pada tabung-tabung tersebut ditemukan sudah tidak utuh. “Yang jadi masalah, segelnya ini kita buka, nah lah rusak,” jelas narasumber sambil menunjukkan bukti segel yang lepas.
Jeritan Warga Talang Ubi Bawah
Keresahan serupa juga dirasakan oleh para pedagang dan konsumen di Talang Ubi Bawah. Seorang pemilik warung di wilayah tersebut mengungkapkan bahwa mereka sering menerima kiriman tabung yang segelnya sudah rusak atau bahkan tidak disegel sama sekali.
“Kami ini pedagang pusing, Pak. Kadang pas datang, segelnya sudah terbuka. Kami takut kalau isinya sudah dikurangi, tapi mau bagaimana lagi, kalau tidak dijual warga tidak bisa masak. Kami ini hanya pengecer, tapi kalau isinya tidak penuh, kami yang disalahkan pembeli,” ungkap pemilik warung tersebut dengan nada kesal. Ia menambahkan bahwa kondisi segel yang rusak ini sudah sering dilaporkan namun belum ada solusi konkret di lapangan.
Sorotan juga tertuju pada segel pada tabung elpiji yang diduga dioplos. Saat dilakukan pengecekan, terlihat bahwa segel tabung tersebut sangat mudah dibuka dan dipasang kembali, yang mengindikasikan adanya celah bagi oknum untuk melakukan pengoplosan isi tabung.
Pedagang tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa segel yang rusak atau tidak sesuai seharusnya tidak diterima, karena keterbatasan informasi mengenai standar keamanan tabung yang sah.
Indikasi Kuat “Disunat”
Kondisi segel yang sudah rusak ini memunculkan kecurigaan bahwa isi gas telah berkurang. Narasumber di Rejosari bahkan menunjukkan betapa mudahnya tabung tersebut dibuka. “Dan ini pun juga bisa dibuka. Nah, galo-galo nah. Nah, itu terbuka galo segelnya nah,” ungkapnya.
“Ini indikasi kuat, dugaan kuat bahwa isinya lah bukan 3 kilo lagi karena inilah dio rusak. Ini dicuri isinya,” tegasnya.
Mendesak Aparat Penegak Hukum
Menanggapi praktik yang merugikan masyarakat ini, narasumber mendesak aparat untuk tidak tinggal diam. “Kita minta ini aparat penegak hukum untuk mengungkap ini,” ujar narasumber. Ia menegaskan bahwa distribusi gas dengan segel rusak tidak boleh dibiarkan.
“Nah harusnya Pak, kalau dio segelnya rusak ini jangan diambil, jangan diterima, tukar,” sarannya, sembari mengakui posisi sulit masyarakat. “Ya, kita kan make di rumah. Nah ini kan merugikan kita dewek. Ndak mungkin kita masak pakai kayu,” pungkasnya.
Mengingatkan Kembali: Konsumen Berhak Menolak
Kondisi ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap distribusi elpiji 3 kg di PALI. Sebelumnya, tintamerah.co telah menerbitkan laporan berjudul “Segel Gas LPG 3kg Rusak Beredar di PALI, Disperindag: Konsumen Berhak Menolak.”
Dalam laporan tersebut, pihak terkait sudah memberikan peringatan tegas bahwa masyarakat memiliki hak penuh untuk menolak tabung gas dengan segel rusak. Namun, di lapangan, warga dan pemilik warung sering kali berada dalam posisi terjepit: menolak berarti tidak ada stok untuk dijual atau dipakai, menerima berarti menanggung kerugian karena potensi isi yang tidak sesuai.
Masyarakat PALI sudah cukup terbebani dengan harga yang mahal dan sulitnya mendapatkan stok. Jangan biarkan hak rakyat kembali dirampas oleh oknum-oknum yang bermain dengan takaran gas subsidi demi keuntungan pribadi.
Segera usut, tindak tegas, dan kembalikan hak rakyat!
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















