“Dinas Perindag PALI ‘Teriak’ ke Pertamina: Laporan ke Call Center 135 Cuma Angin Lalu!”

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadisperindag PALI, Ida Martini, dalam pertemuan di Kantor Disperindag PALI, Kamis (9/6/2026), mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sistem Call Center 135 Pertamina yang tidak pernah merespons maupun menindaklanjuti laporan resmi terkait carut-marut distribusi gas elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten PALI.  (Foto ilustrasi AI Dok/tintamerah.co)

Kadisperindag PALI, Ida Martini, dalam pertemuan di Kantor Disperindag PALI, Kamis (9/6/2026), mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sistem Call Center 135 Pertamina yang tidak pernah merespons maupun menindaklanjuti laporan resmi terkait carut-marut distribusi gas elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten PALI. (Foto ilustrasi AI Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Jeritan rakyat Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan soal kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji tiga kilogram tampaknya masih jauh dari penyelesaian. Di saat masyarakat terus dicekik oleh harga yang meroket, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten PALI akhirnya buka suara mengenai tembok tebal birokrasi yang mereka hadapi dari pihak Pertamina.

Kepala Dinas Perindag PALI, Ida Martini, dalam wawancara eksklusif di kantornya pada Kamis (9/6/2026), secara tegas mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem pengaduan resmi Pertamina. Ida mengaku bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan telah berupaya menempuh jalur resmi dengan melaporkan carut-marut distribusi gas bersubsidi tersebut ke Call Center 135 Pertamina Patra Niaga.

Namun, alih-alih mendapatkan solusi konkret, Ida justru menegaskan bahwa laporan yang dikirimkan melalui kanal resmi tersebut seolah tidak pernah dianggap ada.

“Kami sudah melaporkan persoalan carut-marut elpiji tiga kilogram ini ke Call Center 135 Pertamina Patra Niaga. Tapi kenyataannya apa? Tidak pernah ada respons, tidak ada tindak lanjut. Kami seperti berteriak di ruang hampa,” tegas Ida Martini saat diwawancarai awak media.

BACA JUGA  Tim UKL lll Polres PALI Gelar Razia Kendaraan Bermotor yang Melintas

Pernyataan ini seolah menjadi konfirmasi atas mandulnya sistem pengawasan yang selama ini digadang-gadang oleh pihak Pertamina dalam merespons keluhan di lapangan. Ketidakpedulian pihak penyedia energi ini pun semakin memperparah kondisi di PALI, di mana masyarakat dan pelaku UMKM menjadi pihak yang paling dirugikan.

Catatan Redaksi:

Ketidakmampuan Pertamina merespons laporan resmi pemerintah daerah ini hanyalah satu dari sekian banyak rentetan kegagalan dalam menjaga ketersediaan energi bagi rakyat kecil, yang dimulai dari jeritan rakyat miskin PALI saat harga elpiji tiga kilogram menembus harga tidak wajar dan memicu pertanyaan ke mana peran eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Kondisi harga yang terus mencekik ini menuntut kepedulian para pemangku kebijakan yang dianggap abai, hingga muncul tuduhan serius terhadap Pemda, DPRD, Polres, dan Kejari PALI yang dianggap melakukan pembiaran berjamaah terhadap mafia gas. Situasi ini memicu ultimatum keras dari berbagai elemen aktivis seperti PGK, PMII, dan Tokoh Masyarakat Tanah Abang yang menyebut Disperindag mandul dan menuntut aparat penegak hukum menyeret agen nakal, ditambah jeritan perih warga Simpang Raja yang menuntut penegakan hukum tegas terhadap oknum yang bermain di balik kelangkaan.

BACA JUGA  Bupati Asgianto Dijadwalkan Sholat Idul Adha di Masjid Al-Ihsan, Lurah Talang Ubi Timur: Suatu Kebanggaan Bagi Warga

Keluhan ini juga dirasakan oleh pelaku UMKM yang turut menjerit karena operasional mereka terganggu akibat harga yang tidak masuk akal, yang diperparah dengan aksi “prank” oknum pejabat Disperindag yang memicu amarah wartawan di tengah krisis energi, serta dalih klasik dinas luar di saat rakyat membutuhkan aksi nyata dari para pengambil keputusan. Tokoh masyarakat pun menuding eksekutif hingga aparat hukum gagal menghadapi gerilya mafia energi, senada dengan pernyataan jujur pimpinan Disperindag yang mengaku tidak punya taji di hadapan mafia, sementara pihak legislatif meradang dan menjadwalkan pemanggilan pihak terkait.

Kondisi ini diperburuk dengan temuan peredaran tabung dengan segel rusak yang membahayakan konsumen, terbongkarnya modus pangkalan di Pendopo yang diduga menjual hak rakyat PALI ke Musi Banyuasin dan Musi Rawas, serta ironi tingginya kuota tabung yang tersedia namun tetap langka dan mahal di pasaran.

BACA JUGA  Polres PALI Melalui Polsek Talang Ubi Menghadiri Panen Padi Organik Binaan PT. Pertamina EP Pendopo Field

Upaya Konfirmasi

Tintamerah.co telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pertamina Patra Niaga Sumbagsel pada Rabu, 17 Juni 2026, terkait laporan Disperindag PALI ke Call Center 135 yang tidak mendapatkan respons dan tindak lanjut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban resmi yang diterima dari pihak terkait. Tintamerah.co akan segera menerbitkan hak jawab apabila telah mendapatkan keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga Sumbagsel.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

PALI Kian Tercekik: Bukan Sekadar Langka dan Mahal, Tabung Gas 3 Kg Diduga “Disunat”
“Cuci Tangan” di Atas Penderitaan Rakyat PALI: Kala Pertamina Patra Niaga Bicara Normatif, Emak-Emak Menjerit di Bawah Harga Mencekik
Kuota 5.129 Tabung Gas Melon Per Hari di PALI Langka dan Mahal, H. Husni Thamrin Meradang: Rakyat Menjerit, Kalian Tidur?!
Skandal Pengurasan Gas Melon Terbongkar: Pangkalan di Pendopo Diduga “Jual” Hak Rakyat PALI ke Luar Daerah, Pimpinan DPRD Meradang!
Setelah Jaranan Kini Majelis Taklim, PSI PALI Kian Membumi Bersama Heri Amalindo di Momentum 1 Muharram
Hentakkan Bumi Serepat Serasan, Jaranan Restu Budoyo Bersatu Dukung Penuh PSI PALI di Momentum 1 Muharram!
Segel Gas LPG 3Kg Rusak Beredar di PALI, Disperindag: Konsumen Berhak Menolak!
Elpiji 3Kg Langka dan Mahal di PALI, Kadisperindag Ida Martini: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:40 WIB

PALI Kian Tercekik: Bukan Sekadar Langka dan Mahal, Tabung Gas 3 Kg Diduga “Disunat”

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:50 WIB

“Dinas Perindag PALI ‘Teriak’ ke Pertamina: Laporan ke Call Center 135 Cuma Angin Lalu!”

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:39 WIB

“Cuci Tangan” di Atas Penderitaan Rakyat PALI: Kala Pertamina Patra Niaga Bicara Normatif, Emak-Emak Menjerit di Bawah Harga Mencekik

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Kuota 5.129 Tabung Gas Melon Per Hari di PALI Langka dan Mahal, H. Husni Thamrin Meradang: Rakyat Menjerit, Kalian Tidur?!

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:36 WIB

Skandal Pengurasan Gas Melon Terbongkar: Pangkalan di Pendopo Diduga “Jual” Hak Rakyat PALI ke Luar Daerah, Pimpinan DPRD Meradang!

Berita Terbaru