PALI | tintamerah.co –, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin menunjukkan taringnya di Bumi Serepat Serasan. Tidak hanya menghentakkan PALI lewat gelaran seni Jaranan Restu Budoyo, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumatera Selatan bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI PALI kembali membuat gebrakan nyata.
Kali ini, momentum sakral peringatan 1 Muharram 1448 H dijadikan panggung untuk memperkuat ikatan emosional dengan akar rumput melalui jalinan silaturahmi bersama ibu-ibu pengajian Mithahul Jannah di Mushola Kebun Buah Simpang, Talang Ubi Timur di Sekretariat PSI PALI, Selasa (16/6/2026).
Langkah strategis ini bukan sekadar seremonial politik, melainkan bukti otentik bahwa PSI hadir, bernafas, dan melebur bersama denyut nadi kehidupan religius dan kultural masyarakat PALI.
Heri Amalindo: PSI Selalu Dekat dan Hadir di Tengah Rakyat
Mantan Bupati PALI dua periode ini, Heri Amalindo, memberikan pernyataan normatif namun sarat makna mendalam. Beliau menegaskan bahwa momentum hari besar Islam seperti 1 Muharram harus menjadi refleksi bagi parpol untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Peringatan 1 Muharram ini menjadi bukti nyata bahwa PSI bukanlah partai yang berjarak dengan umat. PSI selalu dekat dan melebur bersama rakyat dalam setiap momentum, termasuk acara keagamaan seperti ini. Ini adalah wujud komitmen untuk terus merawat nilai-nilai religius dan memperkokoh ukhuwah islamiyah di Kabupaten PALI,” tegas Heri Amalindo saat diwawancarai tintamerah.co diselah-selah kegiatan.
Suara Akar Rumput: Doa Yasin dan Fatihah Mengalir untuk Pemimpin
Peduli Dukungan tulus dan riil terpancar dari kehadiran 35 anggota dari total 50 jamaah Pengajian Miftahul Jannah Talang Ubi Timur. Ketua Pengajian Miftahul Jannah, Yuni Lisiska, dengan lantang menyatakan kekagumannya terhadap kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran PSI serta figur Heri Amalindo dan Iskandar.
“PSI sudah mendukung penuh kegiatan kami. Kami bersama-sama membaca Surat Yasin dan Al-Fatihah, khusus mendoakan agar Bapak Heri Amalindo dan Bapak Iskandar selalu diberikan kesuksesan dalam memimpin dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yuni Lisiska dengan penuh semangat.
Yuni menambahkan, Heri Amalindo selaku pembina pengajian di Mushola Kebun Buah Simpang Raja memiliki rekam jejak yang tidak perlu diragukan lagi dalam memperhatikan urusan umat.
“Bapak Heri Amalindo selalu membantu, meninjau langsung kegiatan keagamaan, penuh perhatian, dan tidak pernah absen memberikan bantuan nyata kepada kami. Setahu saya, PSI sudah mencontohkan sikap yang selalu turun langsung ke masyarakat. Sikap peduli dan merakyat itu sudah sangat tertanam kuat pada diri Bapak Heri Amalindo selama memimpin Kabupaten PALI,” tambah Yuni.
Menyatu dengan Budaya, Melekat dengan Agama: Strategi Dua Sayap PSI PALI
Gebrakan religius menyambut tahun baru Islam 1448 H ini menjadi pelengkap sempurna dari pergerakan masif PSI PALI sebelumnya. Berdasarkan laporan komprehensif tintamerah.co, PSI PALI sebelumnya juga membumikan budaya lokal dengan merangkul komunitas jaranan tradisional
“Restu Budoyo” untuk bersatu memberikan dukungan penuh.
Kolaborasi apik ini menunjukkan pola pergerakan PSI PALI yang sangat komprehensif:
Sayap Kultural: Merangkul pegiat seni, menghidupkan tradisi jaranan, dan menjaga kelestarian budaya lokal agar tetap membumi.
Sayap Religius: Merangkul majelis taklim, mendukung syiar islam, dan memperkuat basis spiritual masyarakat di akar rumput.
Dengan memadukan pelestarian budaya lokal dan penguatan nilai-nilai keagamaan, PSI PALI di bawah naungan DPW PSI Sumsel berhasil membuktikan diri sebagai kekuatan politik baru yang paling dinamis, adaptif, serta dicintai oleh lintas elemen masyarakat di Kabupaten PALI.
Penulis: Efran| Editor: tintamerah.co















