“Mandul” Dituding Publik, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Akan Ragu Gandeng APH

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disperindag PALI, Ida Martini, gelar pertemuan krusial di kantor dinas, Kamis (9/6/2026), merespons kelangkaan dan mahalnya harga LPG 3 kg yang mencekik rakyat. (Foto: Jery Ardiansyah)

Kepala Disperindag PALI, Ida Martini, gelar pertemuan krusial di kantor dinas, Kamis (9/6/2026), merespons kelangkaan dan mahalnya harga LPG 3 kg yang mencekik rakyat. (Foto: Jery Ardiansyah)

PALI | tintamerah.co -, Jeritan masyarakat dan pelaku UMKM di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan soal kelangkaan akut gas LPG 3 kg akhirnya memantik reaksi. Menghadapi desakan publik atas harga yang melonjak gila-gilaan hingga Rp30.000 – Rp40.000 per tabung, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) PALI, Ida Martini, akhirnya buka suara.

Dalam pertemuan di Kantor Dinas Perindag PALI, Kamis (9/6/2026), Ida Martini dicecar habis-habisan mengenai carut-marut distribusi gas bersubsidi yang kian mencekik ekonomi rakyat kecil.

Misteri Kuota dan ‘Menguapnya’ Gas Subsidi

Saat dikonfrontir mengenai data riil kuota gas LPG 3 kg untuk Kabupaten PALI, Ida Martini terlihat mencoba memberikan klarifikasi terkait alur distribusi yang selama ini menjadi tanda tanya besar. Ketika ditanya apakah kuota dari Pertamina sebenarnya mencukupi atau justru ‘menguap’ di tengah jalan, Ida menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan verifikasi ulang terhadap data yang ada.

“Kami menyadari sepenuhnya keresahan masyarakat. Soal kuota, kita terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina agar alokasi ke PALI bisa terserap maksimal sesuai kebutuhan riil. Kami tidak ingin ada celah di mana gas yang seharusnya menjadi hak warga miskin justru hilang atau diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Ida Martini di sela-sela wawancara.

BACA JUGA  Hasil Audit Inspektorat PALI: Temuan Gudang Pupuk Tempirai Tidak Layak, Mafia Cetak Sawah Diserahkan ke Kementan

Sindiran Pengecer Ilegal dan Pengawasan yang Dipertanyakan

Menanggapi tudingan bahwa Disperindag hanya ‘macan kertas’ yang pengawasannya formalitas belaka, Ida menampik keras anggapan tersebut. Ia menekankan bahwa rantai distribusi yang panjang memang menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya untuk melakukan pengawasan ketat hingga ke tingkat pengecer.

“Pengawasan tetap kami lakukan. Namun, kita tahu sendiri, titik kebocoran sering kali terjadi saat barang sudah keluar dari pangkalan resmi. Kami akan menindak tegas jika ditemukan adanya pangkalan yang sengaja ‘bermain’ dengan menyuplai pengecer ilegal demi margin keuntungan pribadi. Ini bukan sekadar isu, tapi prioritas kami untuk membenahi alur distribusi yang menyimpang,” tegas Ida dengan nada suara meninggi.

Ultimatum untuk Mafia Gas

BACA JUGA  dr Zamir Alvi S.H M.H Kes Mendapatkan Penghargaan dari IWO PALI Sebagai Pengiat Lawan Covid 19

Menanggapi label ‘mandul’ yang disematkan oleh elemen masyarakat dan mahasiswa kepada dinasnya, Ida Martini memberikan jawaban diplomatis namun bernada ultimatum. Ia menyatakan bahwa Disperindag PALI tidak akan menutup mata terhadap siapa pun yang mencoba bermain api dengan distribusi barang bersubsidi.

“Tunggu saja langkah konkret kami. Kami tidak ragu untuk berkoordinasi lebih intensif dengan APH (Aparat Penegak Hukum) jika ditemukan indikasi pidana penimbunan atau pengoplosan. Kelangkaan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika ada pangkalan yang terbukti melanggar aturan main, sanksi pencabutan izin adalah opsi mutlak yang akan kami tempuh,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat PALI masih menanti bukti nyata dari pernyataan Kepala Disperindag tersebut. Rakyat tidak butuh janji manis atau imbauan ‘belanja bijak’, melainkan ketersediaan barang dengan harga yang wajar sesuai HET. Jika Disperindag gagal menekan harga dalam waktu dekat, kepercayaan publik terhadap instansi ini dipastikan akan semakin terpuruk.

Catatan Editorial: Gelombang Protes dan Tuntutan Keadilan

BACA JUGA  Polsek Talang Ubi Laksanakan Pengawalan Pengambilan Surat Suara Pemilihan Kepala Desa Sukamaju

Situasi kelangkaan gas di PALI ini bukanlah masalah baru. Publik telah lama menyuarakan kekecewaan mendalam, mulai dari jeritan emak-emak yang kesulitan mendapatkan gas hingga para pelaku UMKM yang usahanya terancam gulung tikar akibat biaya produksi yang membengkak. Berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat telah berulang kali memberikan ultimatum keras, menuding adanya pembiaran berjamaah oleh berbagai pihak terkait dalam menghadapi gerilya mafia energi yang semakin merajalela.

Kritik tajam yang menyebut instansi terkait kehilangan ‘taji’ dalam pengawasan serta desakan agar segera dilakukan tindakan hukum tegas seperti Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap agen nakal, telah menghiasi ruang publik selama beberapa waktu terakhir. Publik kini menuntut komitmen nyata, bukan sekadar janji atau aksi ‘prank’ yang memicu kemarahan awak media dan masyarakat. Janji untuk memanggil pihak terkait hingga tindakan nyata di lapangan adalah harga mati yang dinantikan oleh rakyat yang sudah lelah menjadi korban.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru