Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Penukal Kering Kerontang: Warga Dusun IV/Talang Gas, Desa Suka Maju, Kecamatan Talang Ubi bersama jurnalis tintamerah.co meninjau langsung kondisi Sungai Penukal yang mengering total akibat disedot mesin pompa Rig TMMJ/Pertamina EP Pendopo Field selama tiga hari tiga malam, Jumat (18/9/2026). Akibat lemahnya mitigasi perusahaan di tengah kemarau panjang, warga meradang dan menuntut pertanggungjawaban serius. (Foto: Dok/tintamerah.co)

Sungai Penukal Kering Kerontang: Warga Dusun IV/Talang Gas, Desa Suka Maju, Kecamatan Talang Ubi bersama jurnalis tintamerah.co meninjau langsung kondisi Sungai Penukal yang mengering total akibat disedot mesin pompa Rig TMMJ/Pertamina EP Pendopo Field selama tiga hari tiga malam, Jumat (18/9/2026). Akibat lemahnya mitigasi perusahaan di tengah kemarau panjang, warga meradang dan menuntut pertanggungjawaban serius. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Kemarahan besar melanda warga Dusun IV/Talang Gas, Desa Suka Maju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Pasalnya, aktivitas penyedotan air menggunakan mesin pompa berukuran pipa 6 inci di Sungai Penukal oleh Rig TMMJ #05 yang bermitra dengan PT Pertamina EP Pendopo Field telah membuat aliran sungai kering kerontang sejak tiga hari tiga malam terakhir untuk kebutuhan operasional pengeboran lokasi BKT-AW2.

Di tengah hantaman musim kemarau panjang tahun ini, Sungai Penukal merupakan satu-satunya urat nadi dan tumpuan hidup warga Talang Gas dan sekitar untuk keperluan mandi dan MCK. Akibat keserakahan operasional perusahaan yang menyedot air tanpa ampun, warga kini menderita dan kesulitan air bersih, bahkan terpaksa harus membeli air seharga Rp15.000 per drum demi bertahan hidup.

“Kan ini kan tempat pemandian warga… Semenjak ada pompa (mesin sedot), jadi warga itu susah hendak mandi ke mana… Kurang lebih mereka ini menyedot, mengisap… Tiga hari… Tidak beroperasi lagi karena air sungai kering,” keluh warga saat diwawancarai langsung di lokasi Sungai Penukal, Jumat (18/9/2026).

Ironisnya, warga menegaskan bahwa pemasangan mesin pompa penghisap air tersebut dilakukan secara sepihak tanpa ada sosialisasi maupun koordinasi sama sekali dengan masyarakat Dusun Talang Gas. Warga menyebut pihak desa dan oknum perangkat desa terkesan bermain mata serta hanya mementingkan kelompok atau kroni-kroninya sendiri, tanpa mempedulikan penderitaan masyarakat luas yang menjadi korban langsung.

BACA JUGA  Kapolsek Penukal Utara Terima Silaturahmi Wartawan

“Tidak ada koordinasi dengan masyarakat. Tidak ada sama sekali,” ungkap warga dengan nada geram. Selain masalah krisis air, warga juga memprotes penggusuran lahan warga (seperti lahan milik Abu Matsri) yang hingga kini proses ganti ruginya diabaikan perusahaan, serta rekrutmen tenaga kerja lokal yang dinilai tertutup dan tidak transparan.

Dalih Lempar Tanggung Jawab Perusahaan: Pengakuan Rigsup Puji Prajoko dan Company Man Faturahman

Menanggapi gelombang protes keras yang didampingi oleh Koordinator Rumah Singgah Aktivis (RSA) PALI dan jurnalis tintamerah.co, Rig Superintendent (Rigsup) Rig TMMJ, Puji Prajoko, bersama Company Man (Coman) Faturahman, akhirnya menemui warga di lokasi pada Jumat sore (18/9/2026).

Di hadapan warga dan pendamping, Puji Prajoko berdalih bahwa pihak operasional rig tidak mengetahui urusan penempatan mesin pompa. Ia mengklaim bahwa posisi penempatan alat sepenuhnya diatur berdasarkan hasil koordinasi pihak Humas Pertamina, yakni Yanti dan Sukeri, bersama Kepala Desa.

BACA JUGA  Diduga Dengan Sengaja Menerima Gadai Hasil Tindak Pidana Pencurian, Warga Dusun IV Desa Tempirai Ditangkap Satreskrim Polres PALI

“Jadi dari awalnya, kita kan cuma menaruh alat saja. Masalah penempatan dari pihak Humas yang menentukan. Jadi kami cuma menyediakan alat saja. Jika ditujuk tempatnya di situ, ya kita taruh di situ,” kilah Puji Prajoko di lokasi.

Meski demikian, Puji Prajoko mengakui bahwa pihaknya merasa terpukul dan prihatin atas keluhan warga. Ia berjanji akan segera meneruskan aspirasi tersebut kepada manajemen Humas dan pihak Pertamina EP Pendopo Field.

Sementara itu, Company Man Faturahman yang turut disorot atas lemahnya sistem mitigasi sosial perusahaan, dinilai gagal mengantisipasi dampak lingkungan. Lemahnya mitigasi dari tim Pertamina dan TMMJ ini memperlihatkan abainya perusahaan terhadap kondisi warga sekitar yang tengah menjerit kekurangan air di tengah kemarau panjang. Perusahaan terkesan hanya mengeruk hasil bumi tanpa memikirkan dampak sosial dan hak-hak dasar masyarakat di sekitar wilayah kerja migas.

Ultimatum Warga: Selesaikan Masalah atau Stop Operasional!

Mendengar jawaban berputar-putar dari pihak manajemen lapangan, warga dan tim pendamping menolak mentah-mentah alasan klasik perusahaan yang saling lempar tanggung jawab antara operasional dan bagian humas.

BACA JUGA  Mahasiswa KKN STIT MH PALI Gotong Royong Bersama Warga Desa Spantan Jaya

Warga memberikan ultimatum tegas dan keras kepada pihak Pertamina EP Pendopo Field dan TMMJ. Jika hak-hak masyarakat—terutama pemulihan sumber air bersih, penyelesaian ganti rugi lahan warga, dan transparansi tenaga kerja—tidak segera dipenuhi, warga mendesak agar seluruh aktivitas operasional rig dihentikan total!

“Kamu jangan-jangan operasi. Kalau segala persoalan yang merugikan masyarakat ini, yang merugikan segala masyarakat ini, belum terselesaikan. Jadi warga sini ngomong stop operasional. Karena perusahaan tidak ada kepedulian. Tidak tahu itu tempat air, tempat orang mandi, jalan terakhir warga di sini,” tegas perwakilan pendamping saat mendesak manajemen perusahaan.

Mendapat tekanan telak tersebut, pihak perwakilan perusahaan akhirnya sepakat untuk menampung seluruh tuntutan warga dalam tiga poin utama: pemulihan atau penyediaan sumber air bersih/MCK bagi warga, penyelesaian pengukuran dan ganti rugi lahan warga, serta evaluasi transparansi tenaga kerja lokal sesuai aturan yang berlaku. Faturahman meminta agar aspirasi warga Talang Gas tersebut disampaikan secara tertulis. Warga berharap pihak manajemen puncak Pertamina (termasuk Humas Yanti dan Sukeri) bisa langsung turun tangan dan tidak berlindung di balik kebijakan sepihak pemerintah desa.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau
Pemprov Sumsel Ungkap Skema Baru Ganti Rugi Seismik: Libatkan KJPP Demi Keadilan Warga & Kepastian Hukum Usai Pergub 40/2017 Didesak Cabut Total

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru