Menembus Batas Keterbatasan: Jurus Kolaborasi DPPKB PALI Jinakkan Risiko Stunting dan Bangun Ketahanan Keluarga Berkelanjutan

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPPKB Kabupaten PALI beserta jajaran pengurus TP PKK berfoto bersama para wisudawan dan wisudawati dalam prosesi kelulusan Sekolah Lansia. Program unggulan ini merupakan langkah taktis DPPKB PALI untuk mewujudkan kelompok lanjut usia yang tetap produktif, aktif, bahagia, dan mandiri di masa tua. (Foto: Dok/ DPPKB PALI)

Kepala DPPKB Kabupaten PALI beserta jajaran pengurus TP PKK berfoto bersama para wisudawan dan wisudawati dalam prosesi kelulusan Sekolah Lansia. Program unggulan ini merupakan langkah taktis DPPKB PALI untuk mewujudkan kelompok lanjut usia yang tetap produktif, aktif, bahagia, dan mandiri di masa tua. (Foto: Dok/ DPPKB PALI)

PALI | tintamerah.co -, Di tengah hantaman keterbatasan anggaran dan tantangan geografis, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan menolak untuk menyerah pada keadaan. Alih-alih menjadikan keterbatasan fiskal sebagai pembenaran atas stagnasi, instansi ini justru melahirkan daya dobrak luar biasa melalui strategi penguatan ketahanan keluarga dan pengendalian penduduk yang agresif.

Komitmen membaja ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas DPPKB PALI, Maryono, saat dikonfirmasi secara eksklusif oleh tintamerah.co di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026). Dalam perbincangan yang berlangsung lugas dan tajam, Maryono mengupas tuntas peta jalan dinasnya yang fokus memaksimalkan potensi lokal guna melindungi masa depan generasi Bumi Serepat Serasan.

Memutus Rantai Stunting Melalui Kerja Keroyokan

Menjawab persoalan krusial mengenai intervensi stunting, Maryono secara jujur mengakui bahwa stunting merupakan dinamika sosial yang terus berkembang di tengah kehidupan masyarakat, sehingga mustahil untuk benar-benar dihilangkan sama sekali. Namun, menurunkan dan meminimalisasi angka serta dampaknya adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Menurut Maryono, faktor pemicu stunting bersifat multidimensi, mulai dari kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, rumah tidak layak huni, hingga tingginya angka pernikahan dini. Sadar bahwa DPPKB tidak bisa berjalan sendiri dalam menyelesaikan persoalan kompleks ini, jurus kolaborasi lintas sektor pun diaktifkan.

BACA JUGA  Gandeng IWO PALI, Medco E&P Gelar Sosialisasi Usaha Hulu Migas di Talang Ubi

“Kami bergerak dengan sistem kemitraan yang luas. Di lapangan, kami merangkul pemerintah desa yang kini telah mengalokasikan anggaran khusus stunting. Kami juga menggerakkan kepedulian dunia usaha melalui perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN yang beroperasi di wilayah PALI untuk ikut menyalurkan bantuan secara berkesinambungan setiap tahunnya,” tegas Maryono dengan nada optimistis.

Tak hanya eksternal, sinergi internal antar-perangkat daerah juga diperketat. DPPKB PALI bertindak sebagai penyedia data valid hasil verifikasi dan validasi di lapangan yang dihimpun oleh para penyuluh. Data keluarga berisiko tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk intervensi bedah rumah tidak layak huni dan perbaikan sanitasi.

Sementara untuk memantau kesehatan balita secara berkala, pihaknya menggandeng Dinas Kesehatan lewat optimalisasi Posyandu. Gerakan ini diperkuat di lini terbawah oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK)—sebuah tim sinergis yang mengombinasikan kekuatan kader Keluarga Berencana, kader PKK, dan tenaga kesehatan Puskesmas—untuk mendeteksi serta mengawal ketat setiap keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.

Mengisi Jiwa dan Raganya Keluarga: Dari Balita hingga Lansia

Strategi DPPKB PALI tidak berhenti pada urusan fisik dan nutrisi semata. Melalui program Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL), instansi ini menyentuh aspek fundamental manusia: pola asuh dan mentalitas.

BACA JUGA  Skandal Cetak Sawah di Tempirai-PALI: Lahan Warga Digusur Tanpa Permisi, Diduga Kuat Fiktif Ratusan Hektar!

Maryono menjelaskan bahwa lewat program Bina Keluarga Balita yang diintegrasikan dengan Posyandu dan lembaga pendidikan anak usia dini, pihaknya melakukan edukasi intensif kepada para ibu. Fokus utamanya adalah mengubah perilaku dan memperbaiki pola asuh, karena kesalahan pola asuh berdampak fatal pada tumbuh kembang anak. Ibu-ibu dibina saat anak-anak mereka menempuh pendidikan di taman kanak-kanak.

Bagi generasi muda, program Bina Keluarga Remaja disebarluaskan hingga ke sekolah-sekolah melalui wadah Sekolah Siaga Keluarga serta wadah khusus “Rumah Cinta”. Program ini menjadi tameng utama dalam mengedukasi remaja agar terhindar dari pernikahan dini dan perilaku negatif lainnya.

Menariknya, perhatian DPPKB PALI juga menyentuh para lanjut usia. Melalui Sekolah Lansia, instansi ini berhasil mencetak para lansia berprestasi yang bahkan telah diwisuda hingga jenjang lanjut di beberapa kecamatan pada tahun sebelumnya.

“Kami ingin para lansia di Kabupaten PALI tetap produktif, ceria, dan menikmati masa tuanya dengan penuh kebahagiaan tanpa menjadi beban psikologis bagi diri mereka sendiri. Dengan bersekolah dan berkegiatan, hidup mereka menjadi jauh lebih berkualitas,” urai Maryono.

BACA JUGA  Kapolsek Tanah Abang Beserta Personil Melakukan Pengamanan Pemungutan Suara BPD

Menyiasati Badai Fiskas: Fokus Pengendalian dan Ketahanan

Langkah taktis yang dijabarkan Maryono ini selaras dengan laporan tintamerah.co sebelumnya yang menyoroti kepemimpinan dinamis di DPPKB PALI dalam menghadapi badai keterbatasan. Dinamika pemotongan anggaran yang sempat membayangi daerah tidak serta-merta melumpuhkan pelayanan publik. Sebaliknya, kondisi tersebut memicu lahirnya “jurus jitu” berupa efisiensi internal yang ketat dan penajaman skala prioritas program.

Alih-alih memaksakan program berskala besar yang memakan biaya tinggi, DPPKB PALI memilih berfokus pada penguatan akar rumput. Penurunan stunting, optimalisasi Kampung KB, dan penguatan fungsi ketahanan keluarga dijadikan sebagai pilar utama pertahanan daerah. Dengan memangkas birokrasi operasional dan mengalihkan daya dukung langsung ke pos-pos lini lapangan, aktivitas penyuluhan dan pendampingan keluarga tetap dapat bergerak masif tanpa kehilangan taji.

Melalui langkah jitu yang komprehensif ini, DPPKB PALI membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah tembok penghalang yang mematikan langkah, melainkan jembatan kreativitas untuk melahirkan inovasi demi mewujudkan keluarga di Kabupaten PALI yang mandiri, sehat, sejahtera, dan bebas dari ancaman stunting.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru