BI Sumsel Perkuat GNPIP ke Sektor Perikanan di Kota Prabumulih

Kamis, 13 Oktober 2022 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabumulih | Tintamerah.co.id – Sebagai langkah implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Sumatera Selatan, Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan bersinergi dengan Pemerintah Kota Prabumulih mengembangkan budidaya ikan lele kepada 15 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Lele di Kota Prabumulih.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Erwin Soeriadimadja menyerahkan antara lain 257 ribu bibit ikan lele dan 43 ribu kg pakan ikan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Prabumulih, Ir. H. Ridho Yahya, M.M. serta jajaran, langsung bersama Pokdakan penerima bantuan yang berasal dari 15 Kecamatan di Kota Prabumulih.

Sektor perikanan memegang peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta ketahanan pangan di daerah. Di Sumatera Selatan, rata-rata hasil produksi perikanan tangkap dan budidaya di Sumsel sekitar 79 ribu ton, dengan konsumsi rata-rata sekitar 29 ribu ton/hari. Untuk itu, masih terdapat potensi yang dapat dioptimalkan sebagai peluang usaha baik melalui pengembangan UMKM pengolahan hasil budidaya hingga perluasan pasar agar hasil budidaya dapat terserap di masyarakat.

BACA JUGA  Operasi Ketupat Musi 2022, Wujud Sinergi Antara TNI-Polri dan Pemkab Banyuasin Jaga Keamanan Masyarakat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi pengembangan perekonomian di Kota Prabumulih.

“Sektor perikanan, termasuk budidaya ikan lele memiliki potensi untuk dapat terus dikembangkan mengingat modal usaha tidak besar, mudah dikuasai masyarakat dan potensi pemasarannya yang luas. Kami harap pengembangan sektor perikanan ini dapat mendukung pengendalian inflasi pangan (GNPIP) di daerah,” ujar Erwin.

Walikota Prabumulih juga mendukung langkah ini karena bersearah dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan mendorong Prabumulih sebagai kota 1.000 Bioflok. Tidak hanya di sektor perikanan, Bank Indonesia juga memberikan bantuan 6 unit mesin dekortikator atau mesin pengolahan daun nanas kepada kelompok tani di Kota Prabumulih. Sebagaimana diketahui, komoditas nanas merupakan salah satu komoditas unggulan di Kota Prabumulih. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, produksi nanas di Kota Prabumulih mencapai 1968,6 ton. Potensi komoditas nanas tidak hanya sekadar buahnya yang lezat, namun pengolahan daun nanas tersebut juga dapat diolah menjadi benang serat nanas yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku industri tekstil seperti kain, pakaian dan juga sepatu. Peluang ekspor ke negara lain juga terbuka sebagaimana telah dirintis oleh kelompok tani di Prabumulih sejak 2021. Hal ini yang mendorong BI untuk masuk sebagai pendekatan baru dalam memperkuat sumber baru pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA  Gugur Saat Puasa, 3 Polisi Ditembak Mati Kopda Bazarsah: Harapan Buka Bersama Berubah Jadi Duka

Dengan bantuan mesin pengolahan daun nanas yang diberikan Bank Indonesia, diharapkan dapat semakin meningkatkan produksi dan kualitas benang serat daun nanas. Ke depan, Bank Indonesia bersama dengan pemerintah daerah akan terus menjalankan program pengendalian inflasi pangan baik di sektor pertanian maupun perikanan yang diharapkan dapat menekan inflasi pangan.*

Berita Terkait

Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI
Dinilai Berpihak dan Tabrak Permendagri, AMTRB Konsolidasi Gelar ‘Demo Jilid II’: Wang Tempirai Raya Siap Serbu Kantor Bupati PALI!
Terungkap! Pernyataan Mantan Kades Tempirai Selatan Bongkar Borok Tapal Batas, Desak Penyelesaian Lewat Sumpah Saksi Tua dan Perlawanan Sengit Perbup PALI No. 62/2023
AMTRB Tegaskan Pemkab PALI Tidak Netral dalam Kasus Perbup No. 62 Tahun 2023
Gerak Cepat Kawal Hak Rakyat, Bupati Asgianto Perintahkan Bagian Hukum dan Ekonomi Bergerak Taktis: “Kita Tidak Menghalangi Investasi, Tapi Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan!”
“Benar-benar Tidak Imbang, Kasihan Masyarakat!”: Bupati Asgianto Tegas Sambut Pencabutan Pergub 40/2017 Demi Keadilan Warga PALI

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:13 WIB

Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 27 September 2026 - 21:59 WIB

PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif

Minggu, 27 September 2026 - 11:58 WIB

Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Minggu, 27 September 2026 - 11:43 WIB

Dinilai Berpihak dan Tabrak Permendagri, AMTRB Konsolidasi Gelar ‘Demo Jilid II’: Wang Tempirai Raya Siap Serbu Kantor Bupati PALI!

Minggu, 27 September 2026 - 10:58 WIB

Terungkap! Pernyataan Mantan Kades Tempirai Selatan Bongkar Borok Tapal Batas, Desak Penyelesaian Lewat Sumpah Saksi Tua dan Perlawanan Sengit Perbup PALI No. 62/2023

Berita Terbaru