MUARA ENIM | tintamerah.co -, Di bawah guyuran hujan deras yang membasuh Bumi Serasan Sekundang, sebuah instruksi tegas lahir dari komitmen terhadap pendidikan dan kemanusiaan. Bupati Muara Enim, Edison, memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bappeda untuk segera menganggarkan perbaikan akses jalan sepanjang 120 meter menuju Pondok Pesantren (Ponpes) Laa Roiba.
Langkah ini diambil bukan sekadar urusan infrastruktur semata, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap satu-satunya institusi pendidikan di wilayah tersebut yang mendedikasikan diri sepenuhnya bagi anak yatim dan kaum dhuafa secara gratis.
Perintah Tegas di Tengah Hujan
Momen tersebut terjadi saat perayaan Milad ke-7 dan Haflatul Wada’ ke-5 Ponpes Laa Roiba, Kamis (7/5/2026). Meski cuaca ekstrem memaksa 500 lebih tamu undangan berlindung di bawah tenda, Edison tetap hadir memberikan kepastian bagi para santri.
“Akses jalan ini menyangkut kenyamanan santri, wali santri, dan masyarakat. Saya minta Dinas PU dan Bappeda segera mencatat dan memasukkan perbaikan jalan ini dalam perencanaan anggaran. Jangan sampai aktivitas pendidikan di sini terhambat karena kendala fisik,” tegas Edison dalam sambutannya.
Jalan yang mulai tergerus usia dan cuaca tersebut direncanakan akan diperbaiki dengan lebar 4 meter, memastikan mobilitas di lingkungan pondok kembali prima.
Laa Roiba: Manifestasi “Islam Pembebas”
Di balik instruksi bupati tersebut, terselip kisah haru tentang pendirian Ponpes Laa Roiba. KH Taufik Hidayat, sang pendiri, menceritakan bahwa pondok yang berdiri sejak 2018 ini adalah buah dari “kegelisahan sosial” masa mudanya.
Pernah menjadi penjual roti di rumah susun hingga pedagang sapu keliling, Taufik melihat langsung pahitnya kehidupan anak-anak yang terpaksa putus sekolah demi menyambung hidup. “Laa Roiba berarti tidak ada keraguan. Tidak ragu membela yatim, tidak ragu memperjuangkan dhuafa,” ungkap Taufik mengenang skripsi yang ia tulis tentang pemikiran Ali Syariati.
Hingga saat ini, Ponpes Laa Roiba konsisten menerapkan kebijakan “Nol Rupiah” bagi seluruh santrinya melalui seleksi ketat dan survei lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Komitmen di Tengah Efisiensi
Instruksi perbaikan jalan ini menjadi oase di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Bupati Edison menegaskan bahwa sektor pendidikan keagamaan tetap menjadi prioritas Pemkab Muara Enim. Ia juga mengajak para ASN dan masyarakat luas untuk menjadikan dukungan terhadap Ponpes Laa Roiba sebagai ladang amal jariyah.
Kehadiran unsur Forkopimda, tokoh agama, hingga perwakilan dunia usaha dalam acara tersebut seolah mempertegas satu pesan: bahwa perjuangan memuliakan anak yatim adalah tanggung jawab kolektif yang tak boleh terhenti, bahkan oleh derasnya hujan sekalipun.
Sumber: Imron Supriyadi | Editor: Efran















