PALI | Tintamerah.co.id – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Staf Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengikuti Swab metode Test Antigent di Aula Dinas Pendidikan, Senin (02/08/21).
Pelaksana Tugas Disdik PALI Kamriadi, S.Pd, M.Si, menyampaikan, instansinya termasuk salah satu yang rawan terpapar COVID-19, karena keberadaan pelayanan yang tetap harus diberikan kepada masyarakat dan Guru Tenaga Kependidikan (GTK) SMA/SMK/SLB dari seluruh wilayah kabupaten.
“Kami sudah berusaha menerapkan protokol kesehatan termasuk dengan membuka loket pelayanan di bagian depan kantor untuk menghindari kontak langsung dengan masyarakat atau GTK yang mengurus administrasi, namun tetap saja potensi kerawanan masih ada,” katanya.
Kamriadi menekankan, untuk menjaga kewaspadaan dan mengantisipasi penyebaran virus ini, Disdik PALI melakukan screening rapid antigen secara rutin kepada pimpinan dan beberapa jajaran secara berkala. Tidak hanya itu, tracking juga dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai Disdik PALI tidak terpapar Covid – 19, upaya ini sebagai langkah untuk memastikan tidak tercipta klaster baru.
“Swab Antigen itu sebagai upaya untuk mencegah Covid-19 agar tidak muncul dari klaster perkantoran, kita tentunya tidak tahu apakah orang sudah terkena atau belum. Bisa jadi orang yang kelihatan sehat seperti kita malah menjadi OTG atau carrier. Makanya, kita ingin meminimalisir resiko penyebaran,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan swab tersebut, Kamriadi mengaku sebanyak 30 pegawai Disdik PALI dinyatakan negatif Covid-19.
“Sudah keluar (hasil swab-nya), dan Alhamdulillah negatif,” tutupnya.
Laporan : Efran















