Eksklusif: Gebrakan Sektor Pajak PALI Melejit Target, Sentuhan Dingin Bapenda di Era Baru Kepemimpinan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di area kantor Bapenda Kabupaten PALI. Di bawah kepemimpinan Dr. Aryansyah,  instansi ini terus menggenjot efektivitas penyerapan pajak dan retribusi daerah guna menyokong kemandirian fiskal Bumi Serepat Serasan. (Foto: Dok/Efran)

Suasana di area kantor Bapenda Kabupaten PALI. Di bawah kepemimpinan Dr. Aryansyah, instansi ini terus menggenjot efektivitas penyerapan pajak dan retribusi daerah guna menyokong kemandirian fiskal Bumi Serepat Serasan. (Foto: Dok/Efran)

PALI | tintamerah.co -, Angin perubahan positif berembus kencang di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Di bawah kendali kepemimpinan daerah yang baru, sektor finansial fiskal menunjukkan taji yang signifikan. Data terbaru Laporan Pertanggungjawaban (SPJ) Fungsional Perbandingan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencatat lonjakan dramatis pada realisasi penerimaan pajak daerah di awal tahun 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY).

Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi visi politik kepemimpinan daerah Asgianto-Iwan Tuaji yang diterjemahkan secara taktis, cerdas, dan lugas oleh Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten PALI, Dr. Aryansyah. Sentuhan manajerial yang presisi berhasil memetakan potensi dan menutup celah kebocoran, menghasilkan peningkatan realisasi kas daerah yang menggugah optimisme pembangunan fiskal PALI.

Lompatan Signifikan YoY: Pajak Daerah Tumbuh 39,39%

Berdasarkan dokumen resmi Bapenda PALI per April 2026 , performa sektor Pajak Daerah (Kode Rekening 4.1.01) menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat sehat.

Pada Januari 2025, realisasi penerimaan pajak daerah berada di angka Rp1.937.133.251,00. Namun, di bawah strategi pengawasan yang lebih ketat pada Januari 2026, angka tersebut meroket menjadi Rp2.700.217.392,00.

BACA JUGA  Satuan Samapta Polres PALI Melakukan Patroli Dalam Mengantisipasi Terjadinya Ganguan Kamtibmas

Terjadi selisih kenaikan penerimaan bersih sebesar Rp763.084.141,00 dalam satu bulan saja, atau tumbuh tajam sebesar 39,39% (YoY).

Secara keseluruhan, total realisasi PAD Kabupaten PALI pada Januari 2026 menyentuh Rp6.026.232.610,13, tumbuh 45,29% dari Januari 2025 yang hanya bernilai Rp4.147.790.882,26.

Bedah Sektor: Dari Mana Saja Pundi-Pundi Pajak Melejit?

Ketegasan Bapenda dalam melakukan intensifikasi pajak membuahkan hasil di berbagai sektor hilir. Berikut adalah rincian capaian realisasi penerimaan pajak dan restribusi daerah per Januari 2026:

  1. Sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT)
  • PBJT Penyedia Jasa Boga atau Katering: Menjadi primadona pertumbuhan terbesar. Realisasinya melonjak dari Rp141.251.505,00 (Januari 2025) menjadi Rp537.121.796,00 (Januari 2026), atau tumbuh fantastis 280,26%.
  • PBJT Tenaga Listrik: Menyumbang angka terbesar secara nominal di sektor pajak, yakni Rp880.495.304,00 (naik 8,02% YoY dari sebelumnya Rp815.136.109,00). Mayoritas berasal dari konsumsi tenaga listrik sumber lain sebesar Rp876.395.887,00.
  • PBJT Restoran: Mengalami kenaikan hingga 99,42% dengan realisasi sebesar Rp8.597.580,00.
  • PBJT Jasa Perhotelan & Jasa Parkir: Menunjukkan efektivitas penyerapan baru. Hotel menyumbang Rp9.570.800,00 dan Jasa Parkir melonjak 2.066,67% menjadi Rp2.600.000,00.
  1. Opsen Pajak Kendaraan Bermotor
BACA JUGA  2 Paket Proyek Pembangunan di Kelurahan Talang Ubi Selatan Diduga Dikerjakan Asal Jadi Oleh Kontraktor

Sektor otomotif dan kesadaran wajib pajak bergerak positif seiring kebijakan daerah:

  • Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): Berhasil meraup Rp523.879.575,00 (naik 2,68% YoY).
  • Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): Mengalami lonjakan signifikan sebesar 49,45% dengan total penerimaan mencapai Rp635.925.150,00.
  1. Pajak Properti dan Alam
  • PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan): Tumbuh tajam 180,68%, menghasilkan Rp77.721.623,00 dibanding tahun lalu yang hanya Rp27,690,967,00.
  • Pajak Reklame & Air Tanah: Masing-masing mencatatkan realisasi Rp12.361.500,00 dan Rp4.129.104,00 yang pada Januari tahun lalu sama sekali tidak menghasilkan (nol rupiah).
  • BPHTB: Mengumpulkan Rp7.814.960,00.
  1. Sektor Retribusi Daerah (Tumbuh Positif)

Total retribusi daerah juga ikut terkoreksi naik menjadi Rp194.496.000,00. Ditopang oleh:

  • Retribusi Pelayanan Sampah/Kebersihan: Rp48.315.000,00 (Naik 50,49%).
  • Retribusi Pelayanan Pasar: Rp44.467.500,00.
  • Retribusi Tempat Penginapan/Villa: Rp73.750.000,00.
  • Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum: Rp11.300.000,00.
  • Retribusi Pelayanan Kesehatan Puskesmas: Rp9.865.000,00.
BACA JUGA  Tim Mitra Humas Polres PALI Torehkan Prestasi Raih Juara 1 Lomba Layangan Sawangan Tingkat Umum

Menatap Kemandirian Fiskal: Ujian Ketegasan dan Konsistensi

Keberhasilan melompatkan realisasi pajak hingga mendekati angka Rp2,7 miliar di awal tahun ini menjadi bukti bahwa instrumen pengawasan pajak di PALI mulai berjalan optimal. Kepiawaian Dr. Aryansyah dalam menerjemahkan arah pembangunan ekonomi daerah dinilai berhasil meletakkan fondasi reformasi birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada target.

Namun, tantangan sesungguhnya ada pada konsistensi performa di sisa kuartal tahun 2026. Dengan target Pajak Daerah 2026 yang dipatok sebesar Rp44,5 miliar dan total target PAD sebesar Rp77,5 miliar, Bapenda PALI dituntut untuk terus menekan kebocoran pajak retribusi dan memperluas basis wajib pajak secara tegas tanpa pandang bulu.

Publik PALI kini menaruh harapan besar. Optimalisasi pendapatan asli daerah yang dipimpin oleh tangan dingin Aryansyah ini diharapkan langsung berimplikasi pada percepatan pembangunan infrastruktur rakyat, fasilitas kesehatan, dan kesejahteraan sosial yang merata di seluruh pelosok Bumi Serepat Serasan.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Wabup PALI Iwan Tuaji: Pancasila Jangan Cuma Jadi Hiasan Dinding Kantor dan Buku Sejarah!
Membumikan Pancasila di Bumi Serepat Serasan: Kaban Kesbangpol PALI Ajak ASN dan Pemuda Jadi Agen Perdamaian
Raih Gelar Magister Hukum di Tengah Kesibukan Wakil Rakyat, Muhammad Budi Hoiru Tegaskan Komitmen Kawal Regulasi PALI
Hari Lahir Pancasila, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Generasi Muda: Rawat Nilai Kebangsaan, Jangan Hanya Jadi Slogan!
Jeritan Warga Ring 1 Diabaikan! APMAB Kutuk Sikap Eksklusif Pertamina Field Adera, Desak DPRD PALI Jangan Mandul!
Respons Cepat Bencana, Pemkab PALI Kirim Bantuan Pangan untuk Korban Kebakaran Mesin Cuci
Lilin di Atas Mesin Cuci Hanguskan Rumah Warga, Camat dan Lurah Talang Ubi Timur Tinjau Langsung Lokasi Bencana
Kutukan atau Berkah? Wabup PALI Iwan Tuaji Menggelegar di Pengabuan Timur: “Jangan Pernah Lawan Orang Tua, Itu Sumber Utama Ridho Allah!”

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:11 WIB

Wabup PALI Iwan Tuaji: Pancasila Jangan Cuma Jadi Hiasan Dinding Kantor dan Buku Sejarah!

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:54 WIB

Membumikan Pancasila di Bumi Serepat Serasan: Kaban Kesbangpol PALI Ajak ASN dan Pemuda Jadi Agen Perdamaian

Senin, 1 Juni 2026 - 08:35 WIB

Raih Gelar Magister Hukum di Tengah Kesibukan Wakil Rakyat, Muhammad Budi Hoiru Tegaskan Komitmen Kawal Regulasi PALI

Senin, 1 Juni 2026 - 08:14 WIB

Hari Lahir Pancasila, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Generasi Muda: Rawat Nilai Kebangsaan, Jangan Hanya Jadi Slogan!

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:42 WIB

Jeritan Warga Ring 1 Diabaikan! APMAB Kutuk Sikap Eksklusif Pertamina Field Adera, Desak DPRD PALI Jangan Mandul!

Berita Terbaru