Gas Melon Langka dan Mencekik, DPRD PALI Meradang: Minggu Depan Kita Panggil Disperindag dan Pangkalan Resmi!

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAS DAN EMPATI: Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, saat memberikan keterangan resmi terkait kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji 3 kg. DPRD PALI berkomitmen memanggil Dinas Perindagkop dan pangkalan resmi minggu depan guna membongkar mafia gas yang mencekik masyarakat kecil dan pelaku UMKM di Bumi Serepat Serasan. (Foto: Dok/FH)

TEGAS DAN EMPATI: Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, saat memberikan keterangan resmi terkait kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji 3 kg. DPRD PALI berkomitmen memanggil Dinas Perindagkop dan pangkalan resmi minggu depan guna membongkar mafia gas yang mencekik masyarakat kecil dan pelaku UMKM di Bumi Serepat Serasan. (Foto: Dok/FH)

PALI | tintamerah.co -, Jeritan pilu warga miskin dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bumi Serepat Serasan terkait kelangkaan serta melambungnya harga gas elpiji tiga kilogram akhirnya mendapat respons tegas dari parlemen. DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memastikan tidak akan tinggal diam melihat hak masyarakat kecil dirampas oleh oknum mafia gas yang mencari keuntungan pribadi.

Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, saat dihubungi tintamerah.co sedang mengikuti agenda partai di Jakarta. Namun, beliau langsung merekomendasikan Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, untuk memberikan jawaban resmi dan meluruskan karut-marut yang sedang terjadi, Selasa (9/6/2026).

Dengan nada bicara yang lugas dan penuh empati, Firdaus Hasbullah menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas beban berat yang harus dipikul masyarakat saat ini.

“Pertama, saya menyampaikan rasa prihatin dan empati yang mendalam kepada masyarakat, khususnya warga miskin dan pelaku UMKM di Bumi Serepat Serasan. Saya paham betul, gas tiga kilogram itu bukan barang mewah. Itu kebutuhan pokok! Kalau harganya sampai menembus angka yang sangat tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET), itu artinya ada beban ekonomi tambahan yang sangat mencekik,” ujar Firdaus dengan tegas.

BACA JUGA  HUT IWO PALI ke 4 Tahun Dibalut dengan Nuansa Buka Bersama di kantor PD IWO PALI

Respons Nyata Terhadap Jeritan Warga dan UMKM

Kondisi di lapangan memang sudah berada di titik nadir. Berdasarkan rentetan laporan investigasi tintamerah.co sebelumnya, jeritan paling perih datang dari warga Talang Ubi Timur dan emak-emak di Simpang Raja hingga para pelaku UMKM kuliner dan pedagang kaki lima. Harga gas subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat miskin di kisaran belasan ribu rupiah, di lapangan justru melonjak drastis hingga puluhan ribu rupiah per tabung. Bahkan, dalam situasi paling parah, harganya pernah menyentuh angka yang berlipat-lipat dari HET resmi pemerintah.

Kondisi kelangkaan dan ugal-ugalan harga ini memicu keresahan massal. Para pelaku UMKM mengaku terpukul hebat karena modal produksi membengkak sementara keuntungan menipis, bahkan sebagian dari mereka terancam gulung tikar. Pertanyaan besar pun mencuat di tengah masyarakat: Ke mana perginya hati nurani dan tindakan nyata dari para pemangku kebijakan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif?

Menjawab kegelisahan tersebut, Firdaus Hasbullah memastikan bahwa seluruh aspirasi dan keluhan dari perwakilan pedagang kecil sudah didengar oleh pihak legislatif.

“Data di lapangan menunjukkan adanya kelangkaan dan permainan harga di tingkat pengecer. Ini tugas kami sebagai wakil rakyat untuk memastikan hak masyarakat miskin terhadap subsidi tepat sasaran tidak dirampas oleh oknum yang mencari keuntungan. Kami sudah mendengar aspirasi dari pelaku UMKM kuliner dan pedagang kaki lima. Biaya produksi naik, keuntungan tipis, bahkan ada yang mau tutup usaha. UMKM adalah tulang punggung ekonomi PALI, mereka harus kita lindungi!” cetus politisi senior ini.

BACA JUGA  Sebanyak 31 Polisi Cilik Memberikan Penampilan dan Aksi Mereka Sebelum mengikuti lomba Pocil Tingkat Provinsi Se-Sumsel

Jawab Tudingan Mahasiswa: Jadikan Kritik Sebagai Cambuk

Terkait adanya tudingan dari aliansi mahasiswa dan organisasi kepemudaan seperti PGK dan PMII yang menilai legislatif terkesan “tutup mata” atau melakukan pembiaran, Firdaus meresponsnya dengan terbuka namun defensif.

“Saya hargai kritik dari adik-adik mahasiswa PGK dan PMII. Itu bentuk kontrol sosial yang sehat untuk demokrasi. Tapi saya luruskan: DPRD PALI tidak tutup mata. Fungsi pengawasan itu tidak cukup dengan koar-koar di media. Kami bekerja lewat mekanisme,” sanggahnya.

Ia menambahkan bahwa kompleksitas masalah elpiji ini melibatkan banyak faktor, mulai dari kuota pusat, jalur distribusi, hingga pengawasan di lapangan.

“Kalau hari ini masalah belum selesai, itu bukan berarti kami diam. Tudingan ‘pembiaran’ kami terima sebagai cambuk. Tapi kami akan buktikan dengan kerja, bukan hanya narasi. Kami akan terus kawal sampai gas tiga kilogram kembali normal, harganya sesuai HET resmi, dan tepat sasaran,” tambahnya.

BACA JUGA  Satreskrim Polres PALI Berhasil Mengamankan AR Diduga otak Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan

Langkah Konkrit: Panggil Instansi Terkait dan Dorong OTT APH

DPRD PALI tidak ingin sekadar mengumbar janji manis. Firdaus menegaskan, mulai minggu depan, pihaknya akan langsung mengambil tindakan konkrit dengan melayangkan surat pemanggilan resmi.

“Minggu depan akan kami panggil bersama Dinas Perindag dan para pangkalan resmi untuk Dengar Pendapat (RDP). Kita akan bongkar di mana letak kebocorannya!” tegas Firdaus.

Selain itu, menyikapi desakan dari emak-emak dan pelaku UMKM yang meminta Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap agen atau pangkalan nakal, DPRD PALI memberikan dukungan penuh.

“Ke depan, langkah konkret DPRD PALI adalah menyisir rantai distribusi dari Pertamina, Perindag, Agen, hingga Pangkalan. Kita dorong Data Terpadu agar warga miskin penerima manfaat benar-benar akurat—jangan sampai yang mampu malah menikmati subsidi. Dan yang paling penting: jika ada pangkalan atau pengecer nakal yang sengaja menimbun atau memainkan harga, kami dorong APH untuk menindak tegas, seret, dan tangkap! Subsidi itu uang rakyat. DPRD PALI berkomitmen gas melon harus kembali ke rakyat kecil. Itu amanat undang-undang!” pungkasnya dengan nada berapi-api.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru