Ketua DPW Gerbang Tani Sumsel Tolak Rencana Pemerintah Imfor Beras 1,5 Juta Ton

Rabu, 10 Maret 2021 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id
Beberapa waktu yang lalu Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Pemerintah akan melakukan rencana impor beras sebanyak 1 hingga 1,5 juta ton. Rencana impor beras Pemerintah ini ternyata banyak menuai reaksi keras dan penolakan dari berbagai unsur elemen tani di Indonesia terutama Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerbang Tani yang dengan tegas menolak rencana tersebut.

DPN Gerbang Tani menolak rencana tersebut dengan pertimbangan bahwa impor beras itu telah menyebabkan anjolknya harga jual gabah kering panen dikalangan petani. Selain itu juga impor beras ini dinilai tidak tepat waktu karena bersamaan dengan musim panen petani di bulan Maret- Mei di berbagai daerah Indonesia seperti petani di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung, Jabar, Jateng, Jatim dan juga Kalimantan.

BACA JUGA  Maksimalkan PAD Dan Serapan Tenaga Kerja Lokal Muba

Meskipun import beras ini masih dalam tahap rencana tetapi hal itu sudah mempengaruhi harga jual gabah kering panen petani dan ini dipermainkan harga oleh tengkulak sehingga merugikan petani.

Berdasarkan seruan dari DPN Gerbang Tani tersebut, maka DPW Gerbang Tani Provinsi Sumatera Selatan turut juga menyatakan penolakan impor beras yang akan dilakukan pemerintah.

Ketua DPW Gerbang Tani Sumsel, Anwar Sadat saat dihubungi melalui pesan Whatsapp mengatakan, bahwa Pemerintah saat ini harusnya berkonsentrasi penuh kepada kaum agraris petani.

“Diharapkan kepada Pemerintah, dengan segera mendorong program percepatan yang terorientasi pada penguatan dan ketahanan pangan bagi para petani termasuk perlindungan lahan pertanian dan pemajuan bagi kehidupan para petani kecil atas ancaman kaum pemodal, serta mengingat program untuk perlindungan petani pada era Pemerintahan Jokowi yang dinilai kurang optimal dan serius berpihak kepada petani,” ujar Anwar Sadat.

BACA JUGA  Pengurus IWO Sumsel, Berikan Ucapan Selamat HUT Bhayangkara Ke-75 Kepada Jajaran Polda Sumsel

Anwar Sadat menambahkan, bahwa untuk saat ini yang paling tepat itu adalah meningkatkan alokasi anggaran sektor pertanian untuk menjaga stok ketersediaan beras dan pangan lainnya.

“Kami dari DPW Gerbang Tani Provinsi Sumatera Selatan dengan tegas menolak rencana Pemerintah untuk import beras, dan sebaliknya kita berharap supaya Pemerintah dengan segera ambil kebijakan untuk menaikkan harga beras petani sehingga bisa sejahtera,” tegas Anwar Sadat. (Hanny)

Berita Terkait

Ini Pesan Menteri UMKM RI Dalam Kunjungan Kerjanya ke Kantor PT PNM Cabang Palembang
Gelar RUPST dan Public Expose, UNIQ Bagikan Deviden
Ikut Mitra Bisnis Syariah KB2SI di Palembang, Untung Dunia dan Akhirat
Jelang Idul Adha 1444 H Pemerintah Gelar Pangan Murah, Inflasi Sumsel Terjaga di Bawah Nasional
PT Ulima Nitra Tbk, Selenggarakan RUPS dan Public Expose Tahun 2023
Inflasi Sumatera Selatan pada April 2023 Tetap Terjaga
Grand Opening Kantor Baru KATES Berlangsung Meriah
PT Ulima Nitra Tbk Kembali Gelar RUPST dan Public Expose Tahun 2022
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Januari 2025 - 15:29 WIB

Ini Pesan Menteri UMKM RI Dalam Kunjungan Kerjanya ke Kantor PT PNM Cabang Palembang

Rabu, 26 Juni 2024 - 18:46 WIB

Gelar RUPST dan Public Expose, UNIQ Bagikan Deviden

Sabtu, 2 Desember 2023 - 10:50 WIB

Ikut Mitra Bisnis Syariah KB2SI di Palembang, Untung Dunia dan Akhirat

Kamis, 6 Juli 2023 - 12:57 WIB

Jelang Idul Adha 1444 H Pemerintah Gelar Pangan Murah, Inflasi Sumsel Terjaga di Bawah Nasional

Senin, 3 Juli 2023 - 04:21 WIB

PT Ulima Nitra Tbk, Selenggarakan RUPS dan Public Expose Tahun 2023

Berita Terbaru