PALI | tintamerah.co -, Tabir gelap yang menyelimuti operasional Pertamina EP Adera Field (PHR Zona 4) kini bukan lagi sekadar desas-desus. “Bau amis” nepotisme yang selama ini tercium dari balik pagar berduri perusahaan plat merah tersebut akhirnya dikuliti habis. Ketua MPC Pemuda Pancasila sekaligus Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, resmi menabuh genderang perang melawan apa yang ia sebut sebagai “Gurita Nepotisme” yang telah membusuk menahun.
Formalitas di Atas Kertas, “Orang Dalam” di Balik Layar
Pernyataan terbaru Ubaidillah menjadi peluru tajam yang menghujam jantung manajemen Adera. Ia mengungkapkan bahwa proses rekrutmen tenaga kerja yang selama ini digembar-gorkan transparan hanyalah sandiwara administratif.
“Penerimaan itu tidak transparan. Mereka yang tidak masuk (jalur titipan) hanya diwawancarai sebagai formalitas. Tidak ada psikotes, tidak ada uji kemampuan sesuai bidang. Itu hanya cara mereka memenuhi syarat tulisan di atas kertas,” tegas Ubaidillah dengan nada pedas.
Bukan tanpa alasan, Ubaidillah mengaku memegang data valid. Salah satu pelapor bahkan mendatangi langsung ruang kerjanya untuk mengadukan bobroknya sistem seleksi tersebut.
“Rekrutmen Siluman” 2023-2026: Tiba-tiba Masuk, Tiba-tiba Nyaman
Hal yang paling mengejutkan adalah temuan Ubaidillah mengenai adanya “rekrutmen tanpa rekrutmen”. Sejak tahun 2023, 2024, 2025, hingga masuk ke tahun 2026, diduga kuat banyak oknum yang tiba-tiba menduduki jabatan strategis tanpa melalui proses seleksi yang sah.
“Ada sembilan nama yang kami kantongi. Mereka masuk tanpa tes, tanpa rekrutmen terbuka. Tiba-tiba sudah ada di dalam, duduk di posisi ’empuk’ (TA/Tenaga Ahli). Kita pertanyakan skill mereka apa? Latar belakangnya apa? Jangan-jangan hanya karena mereka adik siapa, anak siapa, atau keponakan siapa di dalam sana,” cetusnya ketus.
Menantang SKK Migas: Jangan Audit “Main Mata”
Menyikapi temuan ini, Ubaidillah tidak hanya meminta evaluasi internal yang ia anggap rawan “main mata”. Ia secara tegas mendesak SKK Migas untuk turun gunung melakukan audit menyeluruh terhadap PT Pertamina Adera Field.
Meski pihak SKK Migas dikabarkan telah merespons melalui pesan singkat (WhatsApp) dan berjanji akan memanggil pihak terkait, Ubaidillah menuntut lebih. Ia menginginkan transparansi total di hadapan tokoh masyarakat.
“Tidak boleh hanya internal. Duduk bersama kami, bersama tokoh masyarakat. Kita buka satu per satu datanya. Kita preteli siapa titipan siapa. Jangan sampai masyarakat PALI yang punya skill hanya jadi penonton di tanah sendiri karena kursinya sudah dipesan oleh mafia proyek dan orang dalam,” tambahnya.
Perlawanan Semesta: Pemuda Pancasila Siap “Merahkan” Adera
Berita ini merupakan puncak dari rangkaian laporan Tintamerah.co yang sebelumnya menyoroti “Kerajaan Kecil” di Adera, mulai dari monopoli proyek hingga vendor luar yang menabrak aturan. Kini, amarah publik PALI tampaknya sudah di ubun-ubun.
Instruksi “Perlawanan Semesta” telah bergema. Pemuda Pancasila PALI di bawah komando Ubaidillah menyatakan kesiapan mereka untuk mengepung Pertamina Adera dan SKK Migas jika tuntutan audit transparan ini diabaikan.
Pertamina Adera kini berada di persimpangan jalan: Membersihkan “borok” menahun ini secara jantan, atau menghadapi gelombang massa yang muak dengan praktik rekrutmen terselubung yang merampok hak putra daerah.
Kini bola panas ada di tangan SKK Migas dan GM PHR Zona 4. Akankah mereka berani membongkar gurita nepotisme ini, atau tetap membiarkan “bangkai” di tubuh Pertamina Adera terus membusuk dan mencemari nama baik BUMN?
Bungkam Seribu Bahasa: Konfirmasi Diabaikan, Kecurigaan Menguat
Upaya pencarian keadilan dan transparansi yang dilakukan tintamerah.co tampaknya masih menemui tembok tinggi. Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi telah melayangkan konfirmasi resmi kepada manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 dan SKK Migas Perwakilan Sumbagsel pada Jumat (27/3/2026).
Namun, hingga detik ini, kedua institusi tersebut memilih bungkam seribu bahasa. Tidak ada satu kata pun tanggapan, klarifikasi, apalagi bantahan terkait dugaan “rekrutmen siluman” dan gurita nepotisme yang dibongkar oleh Ketua DPRD PALI.
Sikap diam ini justru seolah menjadi konfirmasi bisu atas bobroknya sistem internal di tubuh Pertamina Adera Field. Jika memang bersih, mengapa harus risih dengan konfirmasi pers?
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















