PALI | tintamerah.co -, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM tengah menggodok sebuah megaproyek ekonomi kreatif bertajuk PALI Night Culinary. Rencana ini digadang-gadang akan menjadi ikon baru sekaligus episentrum perputaran ekonomi malam bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif di Bumi Serepat Serasan.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI, Rohman, saat diwawancarai khusus oleh media tintamerah.co di sela-sela kegiatan Sunday Morning di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora November Pertamina Pendopo, Talang Ubi, PALI, Sumatera Selatan, Minggu (7/6/2026).
Grand Design: Bukan Sekadar Tempat Makan, Tapi Ruang Kolaborasi
Rohman mengungkapkan bahwa grand design dari PALI Night Culinary ini didasari oleh kebutuhan akan ruang publik yang representatif dan kekinian bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selama ini, aktivitas kuliner malam memang sudah tumbuh di kawasan Simpang Lima, namun perkembangannya terbentur keterbatasan area.
“Kita akan gagas PALI Night Culinary ini sebagai tempat tongkrongan kekinian. Konsepnya berupa food court kuliner malam yang akan kita kolaborasikan dengan teman-teman musisi dan komunitas kreatif lainnya,” ujar Rohman dengan nada optimis.
Sebagai langkah awal, kawasan kuliner malam ini direncanakan beroperasi setiap akhir pekan. Rohman berkaca pada kesuksesan kota-kota besar yang mampu menghidupkan ekonomi malam melalui pengelolaan tata ruang yang apik.
“Kalau di kota besar seperti Jogja, mereka punya Malioboro. Di Palembang yang baru-baru ini ada Car Free Night di Jalan tmo. Nah, esensi dari konsep seperti itu yang ingin kita bawa ke PALI, yaitu memfasilitasi bertemunya pelaku UMKM dengan pembeli secara maksimal,” tegasnya.
Gelora November Jadi Pusat Sentral UMKM PALI
Untuk merealisasikan rencana besar ini, Pemerintah Kabupaten PALI memilih Lapangan Gelora November Pertamina Pendopo sebagai titik pusat (central hub) kegiatan. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena memiliki ruang yang luas dan sudah akrab sebagai ruang publik masyarakat PALI.
Namun, Rohman menekankan bahwa proyek ini tidak bisa berjalan sendiri. Dinas Koperasi dan UKM akan mendorong skema kolaborasi lintas sektor agar program ini menjadi agenda resmi kabupaten yang berkelanjutan.
“Kita akan musyawarahkan betul hal ini, termasuk melibatkan pihak keamanan dari Kepolisian. Ini adalah agenda besar, agenda kolaboratif, dan akan menjadi rutinitas baru untuk memajukan perekonomian warga. Kita tahu setiap instansi pemerintah saat ini didorong untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Polisi punya program, TNI punya program, nah ini coba kita sinergikan dalam satu konsep matang,” jelasnya lugas.
Target Launching Pada Pekan Koperasi, Juli 2026
Menjawab aspirasi para pelaku UMKM yang menginginkan program ini segera berjalan, Rohman meminta semua pihak untuk bersabar agar fondasi konsep yang dibangun benar-benar matang dan tidak bersifat musiman.
“Teman-teman UMKM sebenarnya ingin cepat, tapi saya katakan kita butuh mematangkan konsepnya dulu. Kita ingin ini menjadi destinasi wisata baru dan ikon baru tempat berkumpulnya masyarakat PALI setiap malam Minggu,” tambahnya.
Dinas Koperasi dan UKM PALI menjadwalkan dalam waktu dekat akan membawa draf konsep ini ke forum internal pemerintah daerah, sebelum nantinya membuka ruang masukan dari pihak eksternal dan masyarakat. Setelah itu, rangkaian uji coba (trial) dan evaluasi berkala akan langsung dilakukan.
Mengenai target pelaksanaan, Rohman membocorkan momentum penting yang akan dipilih sebagai hari peluncuran resmi (grand launching).
“Insyaallah, momentumnya akan kita sandingkan dengan Hari Koperasi yang jatuh pada 12 Juli mendatang. Kita akan kemas dalam rangkaian Pekan Koperasi, kemungkinan di tanggal 13 atau 14 Juli 2026. Nanti kita akan gandeng teman-teman koperasi untuk menaungi kawan-kawan pelaku UMKM ini agar ekosistem usahanya lebih kuat dan terarah,” pungkas Rohman menutup wawancara.
Dengan konsep yang matang dan semangat kolaborasi yang kuat, PALI Night Culinary diharapkan tidak hanya menjadi tempat berburu takjil atau makanan malam, melainkan stimulus nyata bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan di Kabupaten PALI.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















