Rekonsiliasi Elit di Meja Makan, Nestapa Rakyat di Jalanan: Menagih Nyali Pemimpin PALI

Rabu, 25 Maret 2026 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret kebersamaan tokoh politik PALI, Asgianto dan Heri Amalindo, yang difasilitasi pimpinan DPRD PALI baru-baru ini menuai kritik tajam dari DPD PGK PALI. Sekretaris PGK, Rawan, menegaskan bahwa rakyat tidak butuh sekadar

Potret kebersamaan tokoh politik PALI, Asgianto dan Heri Amalindo, yang difasilitasi pimpinan DPRD PALI baru-baru ini menuai kritik tajam dari DPD PGK PALI. Sekretaris PGK, Rawan, menegaskan bahwa rakyat tidak butuh sekadar "foto senyum", melainkan solusi nyata atas carut-marut infrastruktur dan ekonomi. Jangan sampai rekonsiliasi hanya terjadi di meja makan, sementara rakyat tetap nestapa di jalanan. (Dok/Rawan)

PALI | tintamerah.co -, Aroma ketupat dan jabat tangan hangat di momentum Idulfitri biasanya menjadi simbol kemenangan. Namun, bagi masyarakat Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), foto bersama dua tokoh besar—Asgianto dan Heri Amalindo—di bawah fasilitasi pimpinan DPRD PALI, menyisakan sebuah tanya besar: Apakah ini awal perubahan, atau sekadar drama politik musiman?

Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten PALI tidak ingin terbuai oleh narasi “persatuan” yang meluap di media sosial. Sekretaris DPD PGK PALI, Rawan, memberikan tamparan keras di tengah suasana hangat tersebut. Meski mengapresiasi langkah Ketua DPRD H. Ubaidillah dan Wakil Ketua II Firdaus Hasbullah dalam mencairkan kebekuan politik, Rawan menegaskan bahwa rakyat tidak kenyang hanya dengan melihat foto elit yang tersenyum.

BACA JUGA  Pertamina EP Pendopo Field Raih Penghargaan Bronze dalam Ajang PRIA 2022 Di kota Semarang

“Jangan Hanya Jadi Panggung Foto Senyum”

Rawan membedah realitas pahit yang kontras dengan kemesraan para pemimpin. Baginya, jembatan komunikasi politik yang dibangun pimpinan DPRD harus segera bertransformasi menjadi jembatan fisik yang menghubungkan desa-desa terisolasi di PALI.

“Silaturahmi ini tentu kita apresiasi. Tapi jangan sampai ini hanya jadi panggung politik foto senyum dan narasi persatuan, sementara rakyat masih berkutat dengan persoalan yang sama dari tahun ke tahun,” tegas Rawan dengan nada bicara yang menghujam dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Selasa (24/3/2026).

Kritik ini bukan tanpa alasan. PGK menyoroti potret PALI yang seolah jalan di tempat. Masalah infrastruktur yang carut-marut, minimnya lapangan kerja, hingga lambannya realisasi pembangunan menjadi “warisan” yang terus berpindah tangan tanpa solusi konkret.

BACA JUGA  Seorang Pria Yang Sudah Berstatus Duda Tega Menyiram Mantan Istri Pakai Air Keras

Warisan Masalah dan Krisis Kepercayaan

Bagi PGK, PALI sedang mengalami kejenuhan politik. Dari satu periode ke periode berikutnya, wajah-wajah pemimpin boleh berganti, namun “penyakit” daerahnya tetap sama. Rawan menyindir keras bahwa persatuan elit seringkali tidak linear dengan kesejahteraan masyarakat bawah.

“Jangan sampai yang bersatu hanya elitnya,” sindirnya.

Ia menilai masyarakat mulai kehilangan kepercayaan. Jika pertemuan tokoh-tokoh besar ini tidak menghasilkan gebrakan nyata, maka rekonsiliasi tersebut tak lebih dari sekadar upaya “mempercantik masalah” tanpa berniat menyembuhkannya.

Menanti Bukti, Bukan Janji

Publik kini berdiri di persimpangan jalan. Pertemuan Asgianto dan Heri Amalindo adalah momentum besar, sekaligus ujian integritas bagi pimpinan DPRD yang memfasilitasinya. Menurut Rawan, meraka harus berkomitmen yang terukur, bukan sekadar janji lisan. Risikonya, jika gagal, runtuhnya kepercayaan publik terhadap institusi politik di PALI. Ia berharap ada kolaborasi nyata yang mampu mendobrak stagnasi pembangunan.

BACA JUGA  Program Literasi Polsek Talang Ubi Berikan Bantuan Buku Bacaan ke Sekolah Islam Terpadu Rabbani

“Ini momentum besar, tapi juga ujian besar. Jangan sampai ini hanya jadi sejarah foto bersama, bukan sejarah perubahan,” ujar Rawan menutup pernyataannya.

PGK PALI menegaskan posisi mereka: mereka akan menjadi yang terdepan dalam memberi apresiasi jika kerja nyata terlihat, namun mereka juga akan menjadi alarm yang paling bising jika pertemuan elit ini berakhir sebagai seremoni kosong di meja makan.

Rakyat PALI tidak butuh dekorasi politik; mereka butuh bukti di atas aspal dan piring nasi mereka.

 

Lapora: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru