PALEMBANG | tintamerah.co -, Nama Aka Kholik bukan sosok asing dalam dinamika pergerakan di Bumi Serepat Serasan. Namun, pasca riuhnya rencana aksi massa pada September 2025 silam yang akhirnya urung dilaksanakan, sosok Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Lematang (Fakar Lematang) ini seolah menarik diri dari panggung hiruk-pikuk aktivisme jalanan.
Saat dihubungi tintamerah.co melalui sambungan seluler pada Minggu malam (22/3/2026), pria yang dikenal vokal ini menjawab dengan nada bicara yang jauh lebih tenang dan teduh. Menanggapi pertanyaan mengenai “kehilangannya” dari radar publik, Aka Kholik memberikan jawaban yang reflektif.
Fokus Mendekatkan Diri kepada Sang Pencipta
Bagi Aka, ada masa di mana seseorang harus berhenti sejenak untuk melihat ke dalam diri. Ia mengaku saat ini lebih memilih untuk fokus pada aspek spiritual dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk beribadah.
“Alhamdulillah, kondisi sehat. Saat ini saya sedang di Palembang. Jujur saja, saya merasa sudah waktunya lebih fokus pada pendekatan diri kepada Allah SWT. Faktor usia juga menjadi pengingat bagi saya untuk lebih mengutamakan ibadah,” ungkap Aka Kholik dengan rendah hati.
Keputusan ini diambil bukan karena lunturnya kepedulian terhadap daerah, melainkan bentuk kedewasaan dalam melihat alur kehidupan. Ia merasa ketenangan batin jauh lebih utama untuk dikejar di masa sekarang.
Mendorong Regenerasi dan Semangat “PALI Bersatu”
Meskipun memilih jalur “sunyi” di belakang layar, Aka Kholik tetap menaruh harapan besar pada kemajuan Kabupaten PALI. Terkait dinamika politik dan sosial yang terus berkembang—termasuk momen bersejarah jabat tangan para tokoh besar daerah seperti Firdaus Hasbullah, Asgianto, dan Heri Amalindo—ia melihatnya sebagai sinyal positif.
Ia menekankan pentingnya regenerasi dalam kepemimpinan dan pergerakan di PALI. Menurutnya, tongkat estafet perjuangan harus mulai diserahkan kepada mereka yang lebih muda. Aka meyakini banyak generasi muda PALI yang saat ini jauh lebih kompeten, cerdas, dan memiliki energi baru untuk membangun daerah.
“Kita dukung yang muda-muda. Semoga PALI semakin maju dan rakyatnya sejahtera,” tambahnya.
Kilas Balik: Mengenang Pengorbanan Nama Baik Demi Keamanan
Langkah Aka Kholik untuk menepi saat ini sejalan dengan prinsip yang pernah ia tunjukkan pada 4 September 2025 lalu. Kala itu, rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang digagas Fakar Lematang di PALI secara mengejutkan dibatalkan.
Meski pembatalan tersebut memicu sorotan tajam dan pertanyaan dari berbagai pihak, Aka Kholik tetap teguh pada keputusannya. Baginya saat itu, menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas Kabupaten PALI jauh lebih penting daripada memaksakan kehendak atau sekadar menjaga gengsi organisasi.
“Jelas kami menyerahkan penilaian (publik) terhadap kami, namun di balik itu semua pasti ada pertimbangan besar demi kebaikan kita semua,” kenangnya mengutip pernyataan di masa itu.
Kini, dengan semangat yang sama dalam menjaga keharmonisan daerah, Aka Kholik memilih jalur doa dan mendukung persatuan para tokoh PALI. Perjalanannya dari seorang aktivis yang berani berkorban nama baik demi keamanan, hingga kini menjadi pribadi yang religius, menjadi catatan tersendiri bagi dinamika sosial di Bumi Serepat Serasan.
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















