PALI | tintamerah.co -, Forum Mahasiswa PALI se-Jabodetabek (Formapali) resmi menyampaikan hasil evaluasi kritis terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Meski mengapresiasi capaian fisik, para mahasiswa menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan keberpihakan pada pemberdayaan pemuda.
Dalam diskusi evaluatif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, Formapali menaruh perhatian besar pada arah pembangunan daerah agar tidak hanya mengejar pembangunan infrastruktur semata.
Apresiasi Pembangunan Infrastruktur
Koordinator Formapali, Ulin Puspa, menyatakan bahwa mahasiswa mengakui adanya kemajuan signifikan dalam satu tahun terakhir. Peningkatan infrastruktur dasar dan perbaikan layanan administrasi publik dinilai telah mempermudah konektivitas antar wilayah serta mempercepat pelayanan birokrasi bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi capaian pemerintah daerah dalam pembangunan fisik dan dukungan awal bagi UMKM. Ini langkah positif untuk konektivitas wilayah,” ujar Ulin dalam keterangan resminya, Sabtu (21/02/2026).
Catatan Kritis: Lapangan Kerja hingga Transparansi Anggaran
Namun, di balik capaian tersebut, Formapali memberikan sejumlah catatan merah. Isu utama yang menjadi sorotan adalah masih tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda PALI serta minimnya program pelatihan keterampilan (skill development) yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Selain itu, mahasiswa menyoroti dua aspek krusial lainnya: tranparansi anggaran dan sitem meritokrasi. Mereka mendesak pemerintah untuk lebih terbuka dalam publikasi laporan kinerja dan penggunaan anggaran daerah.
Selain itu, Formapali mendorong penguatan merit system dalam penempatan jabatan birokrasi agar pengisian posisi ASN didasarkan pada kompetensi, bukan faktor kedekatan.
“Evaluasi ini bukan kritik tanpa solusi. Ini tanggung jawab moral kami agar pembangunan juga menyentuh kualitas SDM dan tata kelola yang bersih,” tambah Ulin.
Rekomendasi Strategis untuk Pemkab PALI
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Formapali menyodorkan beberapa rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kabupaten PALI, di antaranya:
- Pengembangan kewirausahaan dan pelatihan kerja khusus pemuda.
- Digitalisasi UMKM untuk memperluas pasar produk lokal.
- Penerapan seleksi jabatan berbasis kompetensi secara ketat.
- Publikasi laporan kinerja secara berkala agar dapat diakses masyarakat luas.
- Pembentukan forum dialog rutin antara pemerintah daerah dan elemen mahasiswa.
Formapali menegaskan akan terus mengawal jalannya pemerintahan sebagai mitra kritis demi memastikan kebijakan yang diambil Pemkab PALI benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan bersifat berkelanjutan.
“Kami berharap hasil evaluasi ini menjadi bahan refleksi bagi Bupati untuk merumuskan kebijakan yang lebih inklusif ke depannya,” tutup Ulin.
Editor: efran















