PALI | Tintamerah.co.id – Pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh United Nations atau PBB menjadi acuan bagi semua negara dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada. Kabupaten Pali Sumsel memiliki tren yang baik dalam indikator pembangunan berkelanjutan selama tiga tahun terakhir. Ini menandakan setiap stakeholder telah berupaya dalam mendorong setiap sektor di Kabupaten Pali.
Demikian yang disampaikan Abi Fadillah S.E Mahasiswa Magister Ekonomi Pembangunan (MEP) UGM sebagai pembicara dalam Seminar Online “Kontribusi Millenials Ciptakan Satu Desa Satu Produk Menuju Revolusi Industri 4.0”, Sabtu (26/6/2021). Acara seminar yang digelar oleh Aktivis Desa Pali juga menghadirkan pembicara lain yaitu Ir. H. Heri Amalindo, MM (Bupati Pali periode 2021-2026) dan Amarullah, SH. MM (Direktur Umum dan SDM PT. Semen Baturaja).
“Dengan membaiknya angka kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan kesehatan di Kabupaten Pali menunjukkan bahwa tingkat taraf hidup sudah cukup baik sehingga dapat meningkatkan ekonomi di Pali” Papar Alumni FBE UII Jogja itu.
Duta Besar Global Action Ambassadot UN-HABITAT itu juga menuturkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor terbesar kedua yang menyumbang PDRB Pali sampai tahun 2020. Tercatat kontribusi sektor tersebut terus meningkat sejak 2016 hingga mencapai Rp 1,112.38 milliar pada tahun 2020.
Dalam konteks revolusi industri, Abi menceritakan bahwa zaman yang terus berubah harus diikuti dengan perubahan pada setiap sektor yang ada. Menurutnya Revolusi Industri 4.0 ini bagaikan pisau bermata dua karena dapat menghilangkan pekerjaan yang ada, tetapi juga dapat menciptakan pekerjaan baru. Oleh karenanya adegium Innovate or Die harus dikumandangkan di era saat ini.
Begitupun dengan pertanian, lanjut Abi, sektor pertanian terus mengalami perubahan dari Pertanian 1.0 sampai Pertanian 4.0. Perubahan ini mengikuti perkembangan zaman yang ada. Maka dari itu pertanian harus menjadi pionir dan tiang penyangga di era distruptive innoavation ini, tegasnya.
Anggota Pemuda ASEAN periode 2019-2020 itu menjelaskan bahwa semakin derasnya perubahan zaman, pemerintah telah mencanangkan program petani millennials. Program ini memang harus ditatap dengan optimis karena akan menciptakan sektor pertanian yang memiliki inovatif, kreatif, adaptif, serta dapat menjadi lapangan kerja baru untuk menurunkan pengangguran.
Akan tetapi, menurut Abi program itu harus juga di sikapi dengan skeptik. Jangan sampai program petani millennials ini tidak berkelanjutan atau terhambat di tengah jalan karena urusan birokrasi dan teknis.
Sebagai langkah transformasi dalam memperkuat sektor pertanian dan ekonomi kabupaten Pali, perlu strategi dan inovasi yang dilakukan diantaranya menanamkan pemahaman pertanian sejak kecil, memperkuat pondasi pertanian, dan melibatkan semua masyarakat untuk mengembangkan pertanian di Pali, Jelas pria asal Sumatera Selatan itu.
Dalam Closing statement, Abi menjelaskan bahwa upaya dalam menegakkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi pertanian pada semua sub-sektor ekonomi di Pali harus diterapkan. Pasalnya, ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.
Laporan : Efran















