Cerita Efran Ditempah dalam Retreat Pertamina LCLP di Yonzipur II/SG Prabumulih, Sempat Terpikir Mengundurkan Diri

Sabtu, 14 Juni 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabumulih | Tintemerah.co.id -, PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 melaksanakan program pendidikan karakter kepada Ormas, LSM, dan Media di Batalyon Zeni Tempur II Samara Grawira (SG) Kota Prabumulih.

Salah satu peserta dari kalangan jurnalistik asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Efran bersama puluhan peserta dilepas Senior Manager PT Pertamina Pendopo Field Suherman untuk mengikuti program Pertamina (LCLP) yang digagas Relation Zona 4.

Setiba di Yonzipur, seluruh peserta dari berbagai area lokasi Pertamina di Sumatera Selatan melakukan registrasi.

Alih – alih mendapatkan kamar standar hotel berbintang, Efran ditempatkan di barak militer di belakang komplek Yonzipur.

Hari itu juga Efran dan seluruh peserta langsung dikumpulkan oleh pelatih untuk mendapatkan semua aturan yang ditetapkan oleh Yonzipur.

Mereka akan dididik oleh pelatih dengan karakter militer selama 14 hari.

Pada sore hari, peserta dilatih perturan baris berbaris (PBB) untuk mengikuti pembukaan retreat dilapangan Pujatnoko.

Pertamina (LCLP) dibuka langsung General Manager PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Djudjuwanto. Program itu dihadiri Gubernur Herman Deru, Walikota Arlan, Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Kapolres Prabumulih, Ketua DPRD Prabumulih, Ketua Pengadilan Negeri Prabumulih, seluruh Kepala OPD Kota Prabumulih dan seluruh Stakeholder di kota Prabumulih.

Hari pertama, Efran merasakan kejutan yang luar biasa dalam rangkaian retreat yang dilaksanakan hingga pukul 22.00 WIB malam.

BACA JUGA  Dinas Pertanian Kota Prabumulih Sukses Budidayakan Tanam Jagung

“Luar biasa apa yang saya rasakan retreat hari pertama ini. Apapun yang kami lakukan semuanya dididik dengan standar militer, baik itu apel, makan, mandi, tidur, bangun tidur pokoknya semuanya harus taat dengan aturan yang diberikan oleh pelatih,” kata Efran kepada Tintamerah.co.id, Jumat (14/06/25).

Memasuki hari kedua, Efran sangat terkejut dengan aturan bangun tidur. Efran dan teman-temannya diwajibkan bangun pada pukul 04.00 WIB dini hari. Selesai mandi, seluruh peserta harus melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid yang ada di komplek Yonzipur II.

Tak hanya itu, cara sarapan, makan siang dan maupun makan malam pun diatur sesuai dengan arahan pelatih.
Pada istirahat hari kedua, disitu Efran merasakan seluruh otot tubuhnya mengalami sakit karena tidak terbiasa dengan cara-cara yang diterapkan oleh pelatih. Hal yang dialami Efran itu rupanya dirasakan juga oleh rekan-rekan satu barak di peleton 3.

Pada hari ketiga, Efran mulai menyadari ada yang aneh terjadi didalam tubuhnya karena terkejut dengan latihan fisik yang dimulai subuh hingga malam hari.

“Setiap peleton banyak yang tumbang. Ada yang sakit, demam, dan banyak macam gejala lainnya yangembuat para peserta mengalami sakit.

“Ampun, rasanya tubuh saya dari kaki hingga kepala terasa sakit, linu, letih, lesuh, lunglai, rasa-rasa ingin mengundurkan diri dari program ini,” ujar.

BACA JUGA  Pelatih Cindra di Retreat Pertamina LCLP: Membentuk Karakter dari Berbagai Elemen Masyarakat

Karena keletihan, banyak peserta yang melanggar aturan retreat sehingga membuat pelatih memberikan kejutan simulasi berupa bom sebanyak dua kali pada pukul 01.30 dini hari.

“Gila, suara dua kali dentuman seperti bom dilepaskan di tenda tempat tidur kami,” terang Efran.

Kejadian ini membuat seluruh peserta mengalami kepanikan yang luar biasa. Pelatih meminta seluruh peserta harus berkumpul dilapangan apel. Sebanyak 90 persen peserta tidak siap menyiapkan diri saat mengikuti apel. Ada yang hanya memakai pakaian dalam, ada yang tidak berbaju, ada yang menggunakan sandal, dan banyak lagi ketidaksiapan peserta saat dimintai apel dadakan.
Dalam kesempatan itu, seluruh peserta yang lengkap maupun tidak lengkap mendapatkan hukuman.

Efran dan teman-temannya diminta terlentang, tiarap dilapangan yang lembab karena embun malam. Selain itu, seluruh peserta diganjar dengan hukuman berat seperti bergulingan dilapangan, dan push up.

Setelah selesai menunaikan hukuman seluruh peserta diminta kembali ketempat masing-masing untuk melanjutkan istirahat tidur malam. Tetapi, Efran dan rekan sejawatnya tidak bisa tidur kembali hingga menjelang subuh. Kemudian Efran langsung diminta untuk menunaikan sholat subuh sehingga para peserta mengalami kondisi psikis tertekan.
Esok harinya, Efran tetap dipaksa untuk mengikuti rangkaian retreat. Pada momen itu , Efran merasakan tubuhnya tidak kuat untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Efran meminta izin kepada pelatih untuk istirahat di barak.

BACA JUGA  Video Danau Shuji, Nominator New Destination di YouTube API Award tidak Dapat Diakses

Sore harinya Efran mendapat informasi bahwa yang dialaminya, itu dialami oleh semua peserta. Dalam mengikuti pelatihan peserta banyak yang mendapat hukuman karena tak kuat menahan rasa kantuk yang luar biasa. Beruntung Efran membawa bahan herbal rempah-rempah bisa menetralisir kondisi tubuhnya masuk angin. Sore harinya, Efran bisa mengikuti rangkaian kegiatan retreat bersama rekan-rekannya.

Memasuki hari kelima, Efran bersama rekan sejawatnya mengikuti workshop jurnalistik yang digelar hingga sore hari.

Dalam kesempatan itu, Efran mendapat wejangan ilmu pers dari Ketua Bidang Komisi Hukum dan Perundang-undangan Abdul Manan, Ketua Forum Jurnalis Migas Ocktap Riady, dan Ketua PWI 2019 – 2021 Jatim Ainur Rohim.

Efran bersama 8 seprofesi dibekali nutrisi pengetahuan oleh panitia pelaksana untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang direncanakan akan digelar 20 Juni nanti.

Hampir menempuh separuh perjalanan pendidikan karakter putra Bumi Serepat Serasan itu mendapat banyak hal positif dari kegiatan tersebut.

“Ini bukan hanya melatih ketahanan fisik belaka melainkan pembelajaran lebih menekankan tentang nilai – nilai kesabaran, kepedulian, kekompakan, dan mawas diri terhadap ancaman,” terang Efran.

Pada hari terakhir, Gubernur Herman Deru dijadwalkan akan kembali hadir pada Penutupan Pertamina LCLP tanggal 23 Juni 2025.

(ej@/tintamerah)

 

Berita Terkait

Agresif & Inovatif! Pertamina EP Zona 4 Bor 90 Sumur, Sukses Amankan Ketahanan Energi Nasional
APM ‘Kepung’ PHR Zona 4: Bongkar Aroma Busuk Rekrutmen PDSI-PDC, Siap “Meledak” di DPRD 29 April!
Sempat Bungkam Soal Isu Biaya Jargas Rp 4,5 Juta, Dirut Petro Prabu Akhirnya Buka Suara dan Siap Blak-blakan Senin Besok!
Lawan Penurunan Reservoir, PEP Zona 4 Sukses ‘Hidupkan Kembali’ Sumur LBK-29: Produksi Melejit ke 552 BOPD!
Ocktaf Riadi Buka Suara Soal Retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur Prabumulih Dinilai untuk Membungkam Kebebasan Ekspresi
Deretan Pelatih Pembentukan Karakter Pertamina LCLP 2025 Zona 4
Manager Relation Pertamina Zona Ajak Alumni Retreat LCLP 2025 Jadi Pejuang Migas
Gubernur HD, Bupati dan Walikota Dijadwalkan akan Hadiri Penutupan Pertamina LCLP 2025 Zona 4

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 09:19 WIB

Agresif & Inovatif! Pertamina EP Zona 4 Bor 90 Sumur, Sukses Amankan Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 21 April 2026 - 20:26 WIB

APM ‘Kepung’ PHR Zona 4: Bongkar Aroma Busuk Rekrutmen PDSI-PDC, Siap “Meledak” di DPRD 29 April!

Minggu, 5 April 2026 - 08:43 WIB

Sempat Bungkam Soal Isu Biaya Jargas Rp 4,5 Juta, Dirut Petro Prabu Akhirnya Buka Suara dan Siap Blak-blakan Senin Besok!

Jumat, 3 April 2026 - 14:25 WIB

Lawan Penurunan Reservoir, PEP Zona 4 Sukses ‘Hidupkan Kembali’ Sumur LBK-29: Produksi Melejit ke 552 BOPD!

Minggu, 22 Juni 2025 - 15:02 WIB

Ocktaf Riadi Buka Suara Soal Retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur Prabumulih Dinilai untuk Membungkam Kebebasan Ekspresi

Berita Terbaru