PPSDM Migas Cepu dan BNSP Uji Peserta Retreat Pertamina LCLP, Manager Relation: Itu Sertifikasi Level Tertinggi

Kamis, 19 Juni 2025 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manager Relation PHR Zona 4 Adi Putra Wawang Darmawan meninjau peserta retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur II?SG
(Foto: ej@/tintamerah)

Manager Relation PHR Zona 4 Adi Putra Wawang Darmawan meninjau peserta retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur II?SG (Foto: ej@/tintamerah)

Prabumulih | Tintamerah.co.id -, Manager Relation Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Adi Putra Wawang Darmawan mengatakan sertifikasi yang dikeluarkan Badan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM) Cepu untuk peserta Pertamina Local Community Leaders Program (LCLP) 2025 Zona 4 adalah sertifikasi dengan level tertinggi.

Pernyataan tersebut diperoleh Tintamerah.co.id saat Adi Putra Darmawan meninjau event tersebut di Batalyon Zeni Tempur II/ Samara Grawira (SG), Minggu (15/06/25).

Mulanya wartawan Tintamerah.co.id menanyakan tentang seorang pimpinan tetap menyempatkan waktu untuk melihat  anak buahnya kerja di lapangan saat libu kerja.

“Oh bagi kami di relation itu tidak ada tanggal merah, ada tanggal hitam semua, Apalagi ini program yang kita develop ya, ini program yang kita develop untuk masyarakat,” kata Adi.

Menurut pria kelahiran Salatiga itu, kehadirannya tersebut merupakan sebagai bagian upaya untuk memantau kegiatan tersebut secara berkala.

Tak hanya dirinya, Adi mengaku bahwa tim panitia di lapangan juga berjibaku untuk memastikan pelaksanaan rangkaian Pertamina LCLP berjalan dengan baik dengan mengenakan jam piket hingga tengah malam.

“Bahkan teman-teman relation ini ada jam piket selain kemarin jadi peserta, Bang Samuel ini juga ada piket, kalau dilihat sampai jam tengah malam pun mereka ada Standby untuk jagain supaya program ini berjalan dengan baik. Jagain semua peserta bisa mengikuti program ini dengan baik,” ujar Adi.

BACA JUGA  Masifkan Gaung GSMP ke Penjuru Daerah, Pemprov Sumsel Eratkan Sinergi Bersama Kalangan Insan Pers 

Lebih lanjut, Adi menyatakan, pihaknya merasa punya tanggung jawab yang sangat besar karena event tersebut menjadi proyek percontohan di Pertamina Group.

Selain itu, Adi menegaskan PHR Zona 4 ingin memberikan tampilan yang terbaik sehingga semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Oleh sebab itu, sekali  lagi Adi menyampaikan, ia mendistribusikan tugas dengan membebankan jam piket malam kepada peserta dan panitia.

“Makanya kita bagi tugas, bahu-membahu untuk piket, piket malam yang piket tidak hanya peserta, ini panitia pun juga piket, ada piketnya ini, begitu kira-kira,” ucap Adi

Saat ditanya terkait dengan sudah sejauh mana kemajuan pelaksanaan kegiatan tersebut, Adi mengatakan progress event tersebut sudah sesuai dengan rencana.

“Alhamdulillah progress-nya sudah on the track. Memang ada sedikit-sedikit kekurangan, nanti itu bisa dilakukan perbaikan. Tapi so far hampir mungkin sebagian besar sudah on the track, sudah on the track,” ungakap Adi.

Selanjutnya Adi mengaku hingga saat ini kemajuan rangkaian kegiatan sudah mencapai 70 persen. Ia mengatakan masa penentuan kegiatan tersebut ditentukan saat peserta menjalani ujian sertifikasi pada tanggal 21 – 22 Juni 2025 nanti.

“Ini sudah jalan ya, yang pelatihan sudah jalan, workshop sudah jalan. Yang jadi wartawan juga tinggal critical-nya adalah pelaksanaan ujian,” terang Adi.

Pada saat itu, kata Adi, PPSDM Migas Cepu akan menguji kompetensi seluruh peserta untuk mendapatkan sertikat juru ikat alat berat seperti Crane (Rigger) dan operator K3. Sementara, Badan Nasional Sertifikasi Profesi akan menguji Teknisi Air Conditioner (AC). Sedangkan, Wartawan akan menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Dewan Pers.

BACA JUGA  Pilunya Seorang Bocah Penderita Lumpuh Layu, Selama 8 Tahun Terbaring

Menurut pria yang tengah menyelesaikan program studi S3 di Universitas Brawijaya, Malang dan Universitas Indonesia itu, sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh PPSDM Migas Cepu dan BNSP merupakan sertifikasi dengan level tertinggi.

“Dan sekali lagi ini sertifikasi yang paling tinggi levelnya, kalau di dunia upstream oil and gas kita hadirkan dari  Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Minyak dan Gas (Migas) Cepu. Kalau yang lain mungkin dari pelatihan yang lain itu cukup dari BNSP. Ini kita hadirkan yang paling tinggi,” jelas Adi.

Selain itu, ujar Adi, untuk mendapatkan sertifikat keahlian membutuhkan waktu selama tiga minggu jika langsung ke Cepu, untuk mempersingkat waktu  ia menghadirkan PPSDM Migas ke Prabumulih.

Begitupun juga dari kalangan media yang akan mengambil sertifikasi UKW Muda dan Madya, pihaknya mendatang Dewan Pers.

“Yang UKW juga sama Kita hadirkan Dewan Pers langsung dengan ada yang Muda, ada yang dari Muda ke Madya. Itu sudah kita hadirkan,” pungkas Adi.

Untuk itu, ia meminta agar seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan belajar dengan serius karena peserta yang mengikuti ujian sertifikasi tidak secara otomatis lulus.

BACA JUGA  Bupati Panca Secara Resmi Melepas Logistik Pilkades Di 16 Kecamatan

Untuk itu, ia menegaskan kembali agar para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh – sungguh karena akan mendapatkan lisensi paling tinggi.

“Sekali lagi ini level yang paling tinggi perlu sungguh-sungguh. Mungkin nanti malam udah mulai kita ubah sedikit polanya. Kita berikan kelonggaran waktu satu jam untuk belajar bareng. Kita bimbing di bapak ngawasan dari TNI tentunya dari Zipur supaya mereka fokus, sebelum tidur nanti udah baca materinya, refresh ulang karena sisa waktu tinggal kurang lebih seminggu ya, untuk ujian,” imbuh Adi.

Pria penghobi olahraga lari tersebut sangat mengharapkan agar semua peserta 100 persen lulus, tetapi, kata Adi, itu tergantung dengan kesungguhan masing – masing peserta. Kerana menurut Adi pihaknya hanya memberikan fasilitas sertifikasi.

“Kita kepingin semuanya lulus, tampilkan yang terbaik. Tapi kalau nggak sungguh-sungguh, ya nggak ada jaminan itu lulus gitu kan kira -kira. Semua tergantung dari keseriusan dari peserta. Kita hanya memfasilitasi, mewadahi supaya teman-teman bisa berjalan sesuai dengan tujuannya, yaitu lulus sertifikasi masing-masing,” tutup Adi.

Seperti diketahui, hingga hari ini seluruh peserta masih menjalani masa penggemblengan yang dilakukan oleh pelatih dari Yonzipur II/SG maupun Instruktur dari PPSDM Migas Cepu, dan Instruktur BNSP.

 

 

(ej@/tintamerah)

 

Berita Terkait

Agresif & Inovatif! Pertamina EP Zona 4 Bor 90 Sumur, Sukses Amankan Ketahanan Energi Nasional
APM ‘Kepung’ PHR Zona 4: Bongkar Aroma Busuk Rekrutmen PDSI-PDC, Siap “Meledak” di DPRD 29 April!
Sempat Bungkam Soal Isu Biaya Jargas Rp 4,5 Juta, Dirut Petro Prabu Akhirnya Buka Suara dan Siap Blak-blakan Senin Besok!
Lawan Penurunan Reservoir, PEP Zona 4 Sukses ‘Hidupkan Kembali’ Sumur LBK-29: Produksi Melejit ke 552 BOPD!
Ocktaf Riadi Buka Suara Soal Retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur Prabumulih Dinilai untuk Membungkam Kebebasan Ekspresi
Deretan Pelatih Pembentukan Karakter Pertamina LCLP 2025 Zona 4
Manager Relation Pertamina Zona Ajak Alumni Retreat LCLP 2025 Jadi Pejuang Migas
Gubernur HD, Bupati dan Walikota Dijadwalkan akan Hadiri Penutupan Pertamina LCLP 2025 Zona 4

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 09:19 WIB

Agresif & Inovatif! Pertamina EP Zona 4 Bor 90 Sumur, Sukses Amankan Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 21 April 2026 - 20:26 WIB

APM ‘Kepung’ PHR Zona 4: Bongkar Aroma Busuk Rekrutmen PDSI-PDC, Siap “Meledak” di DPRD 29 April!

Minggu, 5 April 2026 - 08:43 WIB

Sempat Bungkam Soal Isu Biaya Jargas Rp 4,5 Juta, Dirut Petro Prabu Akhirnya Buka Suara dan Siap Blak-blakan Senin Besok!

Jumat, 3 April 2026 - 14:25 WIB

Lawan Penurunan Reservoir, PEP Zona 4 Sukses ‘Hidupkan Kembali’ Sumur LBK-29: Produksi Melejit ke 552 BOPD!

Minggu, 22 Juni 2025 - 15:02 WIB

Ocktaf Riadi Buka Suara Soal Retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur Prabumulih Dinilai untuk Membungkam Kebebasan Ekspresi

Berita Terbaru