Prabumulih | Tintamerah.co.id -, Manager Relation Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Adi Putra Wawang Darmawan menyampaikan Gubernur Sumsel, Bupati PALI, Bupati Muara Enim, Bupati Muba dan Walikota Prabumulih dijadwalkan akan menghadiri penutupan Pertamina Local Community Leaders Program (LCLP) 2025 Zona 4 di Lapangan Praka Pujatnoko Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) II/ Samara Grawira (SG) pada tanggal 23 Juni mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Adi Putra Wawang Darmawan kepada Tintamerah.co.id saat meninjau pelaksanaan rangkaian retreat Pertamina LCLP di Gedung Aula Sudirman Yonzipur II/SG pada Minggu (15/06/25).
“Begitu kritikal yang berikutnya, itu adalah nanti closing. Closing upacara penutupan. Kita sudah akan mengundang Pak Gubernur juga lagi Para Bupati, Wali Kota,” kata Adi.
Adi mengatakan saat ini pihaknya Bersama Yonzipur II/SG tengah berupaya menyiapkan acara penutupan dengan menampilkan rangkuman sebelum dan sesudah kegiatan tersebut.
“Yang mungkin agendanya akan kita bikin lebih dari apa yang opening kemarin Karena kita akan tampilkan before dan after setelah kegiatan ini apa,” ujar Adi.
Lebih lanjut, Adi menuturkan, panitia pelaksana akan menghadirkan aksi demonstrasi ketangkasan para peserta baik dari internal Pertamina maupun peserta dari dari stakeholder untuk ditampilkan pada saat acara penutupan nanti.
“Nantipun yang internal kan masuk lagi barak di hari kamis sore. Mereka untuk latihan
bareng dengan teman-teman dari eksternal supaya nanti bisa tampilkan yang terbaik di akhir penutupan tanggal 23 Juni,” terang Adi.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyempatkan hadir pada hari pembukaan. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada PHR Zona 4 dan Yonzipur II/SG atas penyelenggaraan program ini.
Menurut mantan Bupati OKU Timur itu, kegiatan ini bukan hanya soal pelatihan dan sertifikasi para peserta, tetapi sebuah investasi strategis dalam menciptakan generasi muda yang tangguh dan siap bersaing.
“Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan arah pembangunan SDM di Sumsel. Kita ingin pemuda tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga punya jiwa kepemimpinan, inovatif, serta semangat kewirausahaan,” tegas Herman Deru.
Program ini merupakan kolaborasi antara Pertamina dan Batalyon Zeni Tempur II/SG, dengan dukungan penuh dari pemerintah kota dan provinsi.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk bidang migas, elektronik, keselamatan kerja (K3), hingga jurnalistik. Mereka mengikuti pelatihan teknis sekaligus pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Tak hanya itu, sejumlah uji kompetensi juga diberikan untuk meningkatkan daya saing peserta, seperti sertifikasi di bidang Rigger, operator K3, teksnisi AC, dan Wartawan. Harapannya, para pemuda ini dapat menjadi motor penggerak perubahan di komunitas mereka masing-masing.
“Ilmu sekolah memang penting, tapi keahlian praktis juga harus dimiliki. Program ini memberi keduanya. Ini modal besar bagi masa depan mereka,” ungkap Herman Deru.
Kepala Daerah yang akrab disapah HD itu juga berharap agar inisiatif seperti ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial belaka, melainkan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas ke daerah lain.
HD menekankan bahwa upaya seperti ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang turut mengalokasikan anggaran untuk pembinaan generasi muda melalui kerja sama dengan berbagai organisasi dan sektor swasta.
“Pertamina juga menjalankan program serupa lewat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kami dari pemerintah pun punya misi yang sama. Kolaborasi inilah yang akan membawa perubahan nyata,” tutup HD.
(ej@/tintamerah)














